Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi & Anak

hidung, tersumbat, kondisi, saluran, napas, atresia, koana, bayi, anak, si, kecil, laki-laki, perempuan, dokter, medis, kanan, kiri, uap, alat, penghisap, lendir, posisi, tidur, pijat, lembut, hidung, tipe, kelainan, anatomi Ilustrasi: hidung bayi tersumbat

tersumbat menjadi kondisi yang tidak nyaman, tidak hanya bagi orang dewasa, tetapi juga . Terutama bagi yang belum bisa mengutarakan ketidaknyamanannya, hidung tersumbat akan membuat tidurnya tidak nyenyak dan memengaruhi nafsu makan.

Meskipun mengkhawatirkan, tetapi umum terjadi pada kecil karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Menurut National Health Service, -anak yang terkena jumlahnya lebih sedikit daripada orang dewasa. Dan, pada anak-anak, disertai pula dengan hidung tersumbat atau berair, bersin, atau suhu tubuh tinggi.

Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh berbagai macam hal yang mengiritasi atau menyebabkan peradangan di dalam hidung. Infeksi (common cold/selesma atau sinusitis), alergi (rinitis alergi) dan iritan (asap rokok), dapat menyebabkan hidung tersumbat. Kelainan anatomi seperti septum deviasi maupun adanya polip hidung juga dapat menyebabkan hidung tersumbat terus menerus. Sebagian orang mengalami hidung tersumbat kronik tanpa ada sebab yang jelas.

Kondisi Anak Yang Patut Diwaspadai

Walaupun hidung tersumbat karena flu biasanya dianggap sebagai suatu kondisi yang tidak perlu penanganan serius, tetapi tetap saja jika anak Anda menderita hidung tersumbat, bisa berkonsultasi dengan dokter, terlebih jika anak menunjukkan ciri-ciri berikut ini:

  • Flu yang tidak mereda hingga tiga minggu.
  • Anak Anda berusia di bawah tiga bulan dan memiliki suhu tubuh sekitar 38 derajat celcius, atau 39 derajat celcius jika diantara usia 3-6 bulan.
  • Anak Anda kesulitan bernapas.
  • Anak batuk berdarah.
  • Anak sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
  • Anak menunjukkan kondisi lebih buruk.

Cara Mengatasi Hidung Tersumbat

hidung, tersumbat, kondisi, saluran, napas, atresia, koana, bayi, anak, si, kecil, laki-laki, perempuan, dokter, medis, kanan, kiri, uap, alat, penghisap, lendir, posisi, tidur, pijat, lembut, hidung, tipe, kelainan, anatomi

Ilustrasi: salah satu cara atasi hidung bayi tersumbat, menggunakan aspirator (sumber: howcast.com)

Pemberian Air Garam

Apabila bayi Anda berusia di bawah enam bulan, cobalah masukkan beberapa tetes air garam ke setiap lubang hidung. Anda dapat menggunakan spuit bulb untuk mengangkat . Pemberian air garam ini bisa diberikan pada anak mulai dari bayi. Namun, mungkin pada bayi, pemberiannya lebih rumit karena kemungkinan mereka akan rewel.

Gunakan Alat Penghisap Lendir

Anda dapat menggunakan alat penghisap lendir pernapasan (nasal aspirator) khusus untuk bayi yang bisa didapatkan di apotek. Sebelum digunakan, sterilkan dulu bagian yang akan dimasukkan ke dalam hidung. Tenangkanlah si kecil terlebih dahulu, lalu masukkan alat ke dalam hidungnya, tetapi jangan terlalu dalam. Lakukanlah dengan lembut agar hidung si kecil tidak teriritasi.

Balsem Pelega Pernapasan Khusus Bayi

Balsem tersebut bisa membantu melegakan pernapasan si kecil. Selain melegakan pernapasan, balsem bayi juga dapat membuat hangat dan uapnya dapat melegakan hidung yang tersumbat. Anda juga dapat membuat semacam nebulizer sederhana dengan meneteskan kayu putih ke dalam semangkuk air panas di sudut kamar dekat dengan wilayah pertukaran udara atau ventilasi. Tujuannya agar si kecil dapat bernapas lega dan dapat membersihkan udara di dalam kamar yang penuh dengan virus flu.

Memijat Lembut Area Hidung & Sekitarnya

Anda juga dapat menekan atau memijat lembut hidung dan sekitarnya dengan bahan pelembut sambil membersihkan lendirnya dengan menggunakan cotton bud basah. Pijatan lembut ini dapat membantu si kecil melegakan pernapasannya dan membantu lendir keluar dengan mudah.

Memberikan Asupan Cairan Tambahan

Pada saat hidung tersumbat, si kecil sangat membutuhkan cairan. Jika usia si kecil sudah cukup untuk diberikan makanan seperti sup, berikanlah ia sup hangat untuk membuatnya merasa lebih baik. Namun, jika usia si kecil di atas 3 bulan, Anda bisa memberikannya lebih banyak air dan jus apel.

Mengatur Posisi Tidur

Atur bantal tidur anak lebih tinggi daripada biasanya. Sebab, berbaring terlentang tanpa bantal biasanya membuat anak semakin sulit bernapas. Jika hidung anak tersumbat sebelah, tidurkan anak dalam posisi miring yang berkebalikan dengan sisi hidung yang tersumbat. Jika hidung kiri yang tersumbat, maka miringkan tubuhnya ke kanan dan sebaliknya.

hidung, tersumbat, kondisi, saluran, napas, atresia, koana, bayi, anak, si, kecil, laki-laki, perempuan, dokter, medis, kanan, kiri, uap, alat, penghisap, lendir, posisi, tidur, pijat, lembut, hidung, tipe, kelainan, anatomi

Ilustrasi: bayi terganggu hidung tersumbat

Selain karena flu, hidung tersumbat bisa juga dialami karena kondisi anak sejak lahir atau dalam istilah medis dikenal dengan atresia koana. Kasus hidung tersumbat tersebut terjadi pada 1:5000-1:9000 kelahiran, dengan perbandingan antara perempuan dengan laki-laki adalah 1:2.

Kasus hidung tersumbat pada anak merupakan sebuah kelainan yang ditandai oleh menutupnya sebagian atau seluruh saluran napas bagian posterior (atap rongga hidung – Red) pada level koana.

Hidung tersumbat pada anak 1 sisi lebih sering didapatkan pada sebelah kanan. Secara mikroskopis, jaringan yang menyebabkan sumbatan dapat berupa membran, tulang, atau campuran. Sementara, 90 persen laporan menyatakan stenosis tulang, dan 30 persen hingga 50 persen kasus unilateral dan 90 persen kasus bilateral dihubungkan dengan sindrom charge.

Atresia koana terjadi karena beberapa hal, di antaranya persistensi membran buccopharyngeal dari foregut, persistensi membran nasobuccal hochsetter, persistensi abnormal, misdireksi mukosa neural crest dan aliran mesodermal.

hidung tersumbat pada anak dari kondisi atresia koana muncul tergantung dari tipe kelainan anatomi yang terjadi. unilateral biasanya terdeteksi pada usia 5-24 bulan dengan keluhan hidung tersumbat pada anak di satu sisi (sebelah), ingus terus menerus satu sisi dan otitis media berulang satu sisi. Diagnosis dapat terlambat ditegakkan hingga dewasa, atau pada saat pasien menjalani operasi sinus.

Gejala yang terlihat antara lain obstruksi saluran napas, stridor, sianosis paradoxical, hingga bayi terlihat kebiruan saat menangis atau menyusu. Untuk mengobati kondisi tersebut, sangat dianjurkan untuk segera melakukan penatalaksanaan medis. Jika penatalaksanaan dilakukan pada saat kondisi terlambat, maka dapat menyebabkan kematian.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: