Bagaimana Cara Mengatasi Gejala Menopause?

Ilustrasi: gerah gejala menopause (sumber: medium.com)Ilustrasi: gerah gejala menopause (sumber: medium.com)

Menopause merupakan waktu penghentian siklus menstruasi secara permanen yang terjadi setelah hilangnya aktivitas ovarium pada wanita dengan usia 45 tahun hingga 65 tahun.[1] Wanita yang mengalami masa ini akan mengalami beberapa gejala khusus seperti mood yang mudah berubah dan sering sakit kepala. Tentunya gejala seperti ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman, lalu bagaimana cara mengatasinya?

Tips Atasi Gejala Menopause

  • Hot flash adalah salah satu gejala menopause yang hampir dialami oleh semua wanita. Dilansir dari WebMD, untuk mengatasinya, Anda perlu membuat buku harian dan mencatat semua hal yang bisa menjadi pemicu suhu tubuh yang meningkat drastis. Anda juga perlu memperhatikan zat yang Anda konsumsi seperti kafein atau alkohol. Setelah menemukan penyebabnya, Anda bisa mulai menghentikan atau menghilangkan penyebab hot flash.
  • Berkeringat di malam hari adalah hal yang wajar jika udara sedang panas, tetapi ketika suhu kamar Anda normal dan Anda mulai berkeringat dalam jumlah banyak, bisa jadi Anda mengalami gejala menopause. Untuk mengatasinya, Anda harus tetap tenang dan nyalakan kipas angin atau AC di kamar Anda untuk mendinginkan suhu kamar, sehingga tubuh Anda tidak akan berkeringat lagi dan bisa tidur dengan nyenyak.
  • Insomnia juga sering dialami oleh wanita yang mulai menginjak usia 50 tahun ke atas akibat gejala menopause. Anda bisa mengatasinya dengan cara minum susu hangat dan tidak mengonsumsi kafein serta alkohol di sore hari. Selain itu, Anda bisa berolahraga setidaknya selama lima menit supaya tubuh Anda menjadi lelah dan mudah mengantuk. Ini akan membuat Anda lekas tidur dan bangun dalam kondisi segar.
  • Perubahan mood yang cepat atau mood swing seperti PMS (Pra Menstruasi Syndrome) adalah hal yang wajar ketika Anda memasuki usia menopause. Sebenarnya, Anda tidak perlu khawatir dengan gejala ini, tetapi banyak juga wanita yang merasa terganggu. Untuk menghadapinya, Anda perlu menata kembali emosi Anda dan menyeimbangkannya. Ada beberapa cara yang efisien untuk itu, yakni dengan mengonsumsi obat antidepresan dosis rendah, melakukan olahraga tai chi, dan bermeditasi.
  • Migrain bisa terjadi jika Anda tidak dalam kondisi yang baik di masa menopause. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mengubah mood. Penyebab head off di usia menopause pada setiap orang berbeda, sehingga Anda perlu mempelajari penyebabnya. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengubah pola makan dan menjaga waktu tidur Anda.
  • Rambut rontok saat menopause berbeda dengan rambut rontok saat Anda masih berusia produktif. Saat memasuki usia menopause, rambut akan menipis dengan cepat dan ini bisa menyebabkan kebotakan. Selain itu, kerontokan yang terjadi biasanya diimbangi dengan pertumbuhan rambut di area yang tidak wajar, seperti dagu atau pipi. Untuk mencegah sekaligus mengatasinya, Anda bisa melakukan waxing untuk rambut yang tumbuh sembarangan dan menggunakan produk penumbuh rambut di bagian kepala.
  • Jerawat tidak hanya dialami oleh remaja, tetapi juga wanita yang menopause. Ini bisa terjadi akibat ketidakstabilan hormon di dalam tubuh dan biasanya diiringi kulit yang berminyak dan berpori besar. Anda bisa mengatasinya dengan cara memakai tabir surya di pagi atau siang hari dan menggunakan skincare bebas minyak atau non komedogenik. Jika jerawat Anda tak kunjung reda, Anda juga boleh menggunakan obat racikan dokter.
  • Kekeringan pada vagina adalah hal yang wajar bagi wanita yang memasuki masa menopause. Kekeringan pada organ intim wanita disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir, karena bisa diatasi dengan cara mengoleskan krim atau gel pelumas vagina yang berbahan dasar air. Produk seperti ini akan membantu melembapkan daerah kewanitaan.
  • Kulit tubuh yang kering dan bersisik bisa terjadi jika Anda kurang minum air atau kulit Anda tidak terhidrasi dengan baik. Selain itu, kulit kering di masa menopause diakibatkan jaringan lemak yang mulai menghilang. Cara mengatasi gejala ini tidak sulit, karena Anda bisa meningkatkan asupan air dan mineral dalam kulit melalui makanan dan minuman.
Baca juga:  Review dan Harga Terbaru Melanox, Hilangkan Flek Hitam dan Noda Bekas Jerawat

Jika cara di atas masih belum bisa menangani gejala menopause yang Anda alami, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan beberapa multivitamin untuk meredakan gejalanya. Selain itu, Anda bisa mencoba treatment terapi hormon untuk mengobati gejala menopause akibat perubahan hormon dalam tubuh.

[1] Gorga, Hadya, Putri Sri Lasmini, Arni Amir. 2016. Hubungan Jumlah Paritas dengan Usia Menopause. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 5(2): 395-401.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: