Cara Mengalahkan Penyakit Kanker dan Diabetes Yang Disebabkan Faktor Genetik

Ilustrasi: pasien kanker (sumber: flexjobs.com)Ilustrasi: pasien kanker (sumber: flexjobs.com)

Penyakit kanker dan diabetes bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya faktor genetik. Faktor genetik pada kasus penyakit kanker bisa diturunkan dari generasi ke generasi. Walaupun begitu, seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki penyakit kanker atau diabetes  tidak akan langsung terkena dampaknya begitu saja. Ya, orang tersebut memiliki risiko terkena penyakit kanker atau diabetes, namun tidak langsung divonis secara gamblang sejak ia lahir. Dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas cara dan tips untuk mengalahkan penyakit kanker dan diabetes  yang disebabkan oleh faktor genetik. 

Sebelum melangkah lebih jauh, kami akan menjelaskan seberapa besar pengaruh risiko genetik bagi Anda yang memiliki keluarga penderita kanker dan diabetes. Faktor risiko genetik biasanya merupakan suatu variasi atau mutasi urutan DNA, yang berbeda-beda antara etnisitas satu dan yang lainnya. Sehingga masih banyak harapan bagi Anda yang lahir dari keluarga turunan kanker untuk memiliki kehidupan sehat tanpa dibayang-bayangi oleh kanker. 

Kemungkinan Kanker dan Diabetes Menular Secara Genetik

  • Jenis penyakit kanker dan diabetes. Peran faktor genetik untuk masing-masing jenis penyakit kanker dapat berdampak berbeda-beda pada tiap orang. Contohnya, sebagian besar penyakit kanker payudara bisa ditularkan melalui genetik dan pola kekerabatan. Sedangkan untuk kanker rahim, pengaruh keturunan atau genetik hanya berdampak sekitar 10%. 
  • Jenis variasi genetik dari orang yang bersangkutan. Variasi genetik dapat dibagi 3 tipe, yaitu tipe penetrasi tinggi, penetrasi sedang, dan penetrasi rendah. Kategori tersebut dibagi berdasarkan tingkat kontribusi variasi genetik dalam meningkatkan risiko penyakit kanker. Mari kita ambil contoh dari kasus kanker payudara. Pada kanker jenis ini, faktor risiko genetik dengan penetrasi paling tinggi adalah mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Jika seseorang membawa mutasi pada kedua gen ini, maka ia memiliki risiko 10 kali lebih tinggi menderita kanker payudara dibanding orang yang tidak membawa mutasi pada kedua gen tersebut. Fakta ini sudah didukung oleh penelitian dan riset ilmiah yang dilakukan di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2007-2009. 
  • Jarak kekerabatan dengan anggota keluarga yang memiliki penyakit kanker atau diabetes. Percaya atau tidak, semakin dekat jarak kekerabatan seseorang dengan anggota keluarga yang menderita kanker atau diabetes, maka semakin tinggi pula risiko orang tersebut untuk menderita kanker atau diabetes. Dalam hal ini tentu saja keluarga sedarah (ayah, ibu, anak dan saudara sekandung) menunjukkan risiko paling tinggi. 

Apakah Kanker atau Diabetes Secara Genetik Dapat Dicegah?

Ilustrasi: sel kanker (sumber: synthego.com)

Ilustrasi: sel kanker (sumber: synthego.com)

Sayangnya, faktor risiko genetik pada penyakit kanker tidak dapat diubah (setidaknya untuk saat ini). Namun untuk penderita diabetes turunan masih bisa diobati. Saat ini masih belum ada teknologi dari dunia medis yang dapat menghindari kanker yang didapat secara genetik. Namun, jangan berkecil hati karena faktor risiko genetik hanya salah satu penyebab dari berbagai penyebab lainnya, seperti lingkungan dan pola hidup. Faktor-faktor risiko lain ini tentunya adalah variabel yang dapat dikendalikan. Pencegahan timbulnya penyakit kanker turunan bisa diminimalisir melalui pengendalian dari faktor-faktor lingkungan dan pola hidup. Tapi tentu saja faktor-faktor lingkungan dan pola hidup ini berbeda-beda antara satu penyakit kanker dengan penyakit kanker lainnya.

Baca juga:  Perawatan Kulit Saat Usia Dewasa

Tips Untuk Mengurangi Risiko Kanker Secara Genetik

Mengecek Risiko Keturunan

Penting bagi Anda untuk mengetahui ada tidaknya anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker. Hal ini sangat penting agar dapat memaksimalkan upaya pencegahan kanker. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa salah satu penyebab kanker berasal dari faktor keturunan. Jika ada orang tua atau saudara yang menderita kanker, kemungkinan anggota keluarga lainnya juga terkena kanker.

Jauhi Makanan Yang Diasap, Dibakar dan Diasamkan

Tahukah Anda jika makanan yang diasap, dibakar, atau diasamkan adalah penyebab kanker? Apalagi jika Anda memiliki penyakit kanker, makanan yang diolah dengan cara tersebut akan semakin memperparah kondisi Anda. Contohnya seperti acar, ikan asap, ikan bakar, daging panggang, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Anda (terutama dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit kanker) untuk menghindari atau setidaknya mengurangi frekuensi mengonsumsi makanan tersebut.

Ilustrasi: konsumsi menu makanan sehat (sumber: bannerhealth.com)

Ilustrasi: konsumsi menu makanan sehat (sumber: bannerhealth.com)

Hindari Alkohol

Salah satu aturan dari pola hidup sehat adalah membatasi konsumsi minuman beralkohol. Sebab alkohol ternyata dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit kanker, apalagi jika memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit tersebut. Menurut Susan Gapstur, wakil presiden epidemiologi di American Cancer Society seperti dilansir dari New York Times, minuman beralkohol sudah tergolong sebagai karsinogen (pemicu kanker) sejak tahun 1987.  Banyak penelitian yang berhasil menunjukkan kaitan antara konsumsi alkohol dengan kanker pada rongga mulut, faring, laring, kerongkongan, kolorektal, hati, dan payudara.

Baca juga:  Efek Samping Kehamilan yang Mengejutkan, Bumil Perlu Tahu!

Hindari Rokok

Seperti alkohol, rokok juga menjadi sumber penyebab berbagai penyakit tak terkecuali untuk penyakit kanker. Meninggalkan kebiasaan merokok atau berupaya menjauh dari orang yang sedang merokok adalah upaya yang bagus untuk mencegah kanker.

Hindari Perilaku Seks Bebas

Kanker rahim bisa dipicu karena perilaku yang suka berganti-ganti pasangan seks. Disarankan bagi Anda yang memiliki perilaku buruk tersebut untuk tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks. Karena hal tersebut bisa menimbulkan kompilasi penyakit serius, salah satunya kanker rahim. Usahakan untuk selalu menggunakan alat kontrasepsi (misalnya kondom) sebagai langkah pencegahan.

Konsumsi Vitamin D

Kurang vitamin D bisa memicu berbagai macam penyakit kanker, jadi pastikan Anda mengonsumsi vitamin D yang cukup. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D yang cukup adalah dengan melakukan aktivitas di luar ruangan setiap hari. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen yang kaya akan vitamin D. Namun sebaiknya konsultasi dulu kepada dokter untuk obat yang Anda minum.

Varian makanan mengandung vitamin D (sumber: biocare.co.uk)

Varian makanan mengandung vitamin D (sumber: biocare.co.uk)

Konsumsi Makanan Kaya Serat

Buah-buahan dan sayuran merupakan makanan kaya serat. Memperbanyak konsumsi makanan tersebut sangat baik untuk mencegah kanker. Selain memiliki banyak kandungan vitamin, buah dan sayuran juga memiliki banyak khasiat dan manfaat yang baik bagi tubuh Anda.

Baca juga:  Mengapa Komedo dan Jerawat Selalu Muncul di Tempat yang Sama?

Perbanyak Latihan Kardio

Kegiatan atau latihan kardio bisa meningkatkan denyut jantung dan mampu membakar kalori hingga menurunkan berat badan secara efektif. Dengan melakukan jogging, renang, bersepeda, dan latihan kardio lainnya, kadar insulin Anda akan menurun. Faktor-faktor genetik yang sekiranya bisa mempengaruhi Anda dari risiko kanker pun dapat berkurang. Anda bisa latihan kardio setidaknya 2,5 jam setiap minggunya.

Istirahat Cukup

Beberapa studi membuktikan jika kurang tidur dapat memperbesar risiko terkena kanker, seperti kanker payudara. Salah satu teori menyatakan jika tekanan pada melatonin di malam hari akan memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Hal itu tidak akan terjadi jika Anda tidur setidaknya 7 jam setiap malam.

Demikian penjelasan kami mengenai cara mengalahkan penyakit kanker yang disebabkan faktor genetik. Info di atas telah kami rangkum dari berbagai sumber. Jika Anda memiliki pertanyaan spesifik mengenai kanker yang tidak kami jelaskan di atas, Anda bisa langsung menghubungi dokter yang ahli di bidangnya. Semoga bermanfaat. 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: