Bagaimana Cara Mendidik Anak Supaya Tidak Egois?

Anak Bermain Bersama Teman - www.naturespath.comAnak Bermain Bersama Teman - www.naturespath.com

Melihat tingkah laku anak kecil yang masih polos, kadang membuat kita tersenyum atau tertawa girang. Namun, tidak semua gerak-gerik mereka bisa kita maklumi, apalagi jika anak-anak mulai bersikap egois atau selfish pada yang lainnya. Lalu, bagaimana cara mendidik anak supaya tidak egois?

Dilansir dari HuffPost, anak-anak memiliki respon yang bersifat spontan tanpa diminta. Respon yang mereka berikan pada sekitar bukanlah respon negatif, melainkan respon positif. Respon positif tersebut tentunya bukan sifat egois, tetapi rasa senang dan rendah hati. Bisa dibilang, sifat selfish pada anak didapatkan dari lingkungan sekitar.

Anak-anak bisa menirukan perilaku orang-orang di sekitarnya dengan mudah. Jika mereka sering berada di lingkungan dengan orang-orang atau hiburan yang bersifat egois, maka secara tidak sengaja, mereka akan menjadi pribadi yang selfish. Untuk mencegah sifat egois tumbuh dalam diri anak-anak, perlu adanya pendidikan sejak dini yang diajarkan oleh keluarga.

Tingkatkan Kecerdasan Emosional Anak

Cara pertama agar anak tidak memiliki sifat egois, yaitu dengan meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Cara mudah dan cepat untuk meningkatkan EQ anak adalah dengan mengajaknya diskusi serta bertukar perasaan. Bisa dibilang, kegiatan curhat antara orang tua dan anak, terutama ibu, bisa meningkatkan EQ mereka tanpa disadari.

Baca juga:  Bahaya Kebiasaan ‘Mager’ Sejak Dini, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Setiap pagi setelah bangun tidur atau malam sebelum tidur, ajaklah anak mengobrol hal-hal yang ringan. Setelah itu, masuklah ke dalam topik yang mulai serius, seperti kejadian yang apa saja yang mereka alami, baik itu kejadian yang menyenangkan atau yang membuat mereka sedih.

Mendidik Anak Supaya Tidak Egois - www.huffingtonpost.ca

Mendidik Anak Supaya Tidak Egois – www.huffingtonpost.ca

Setelah mengetahui berbagai kejadian yang mereka alami, hiburlah anak Anda jika ia merasa sedih dan pujilah mereka jika mereka melakukan hal yang baik. Sebagai balasan, Anda juga harus menceritakan kejadian yang Anda alami seharian tadi. Ini bisa menjadi salah satu timbal balik yang menguntungkan antara anak dan orang tua.

Tidak Selalu Membenarkan Kesalahan Anak

Kebanyakan orang tua masih sering memanjakan anak mereka. Bahkan, tak jarang mereka selalu membenarkan kesalahan yang dibuat oleh anak sendiri. Hal ini akan membuat anak cenderung lemah mental dan egois. Mereka akan merasa selalu aman dengan kesalahan yang mereka perbuat. Ini akan sangat berbahaya bagi kehidupannya dan orang sekitarnya kelak.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengembangkan EQ pada Anak?

Anak-anak yang tumbuh dengan didikan seperti ini, biasanya cenderung selfish terhadap teman, juga angkuh dan kurang memiliki rasa empati. Selain itu, mereka menjadi tidak memahami hal yang benar dan buruk. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak perlu mendukung atau memuji mereka ketika mereka salah.

Sebagai orang tua yang baik, jika anak berbuat salah, Anda harus mendidiknya agar mereka tidak melakukan kesalahan lagi. Ajari anak Anda dengan cara yang halus, namun tetap tegas. Sehingga, anak-anak tidak akan takut kepada Anda, dan malah akan semakin menghormati Anda sebagai orang tua.

Bacakan Dongeng Sebelum Tidur

Menurut sebuah penelitian, mengenal dunia literasi sejak dini sangat penting bagi anak-anak. Nah, salah satu cara untuk mengubah sifat anak yang egois sekaligus mencegah selfish berkembang dalam diri mereka adalah dengan membacakan dongeng anak. Apalagi, banyak sekali dongeng Nusantara yang memiliki nilai moral yang baik.[1]

Dari dongeng, seperti Si Kancil Mencuri Timun atau Bawang Merah dan Bawang Putih, anak-anak bisa belajar menjadi pribadi yang rendah diri, memiliki simpati dan empati terhadap sesama, serta berakhlak baik. Ini karena dalam dongeng tersebut, tokoh yang jahat akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Melatih tingkah laku anak - www.highlights.com

Melatih tingkah laku anak – www.highlights.com

Biasanya, karena Anda sering membacakan dongeng tersebut sebelum tidur, makna atau nilai moral yang ada pada cerita akan terbawa hingga ke alam bawah sadarnya. Sehingga, anak-anak tidak lagi menjadi anak yang egois, malah cenderung menghindari sifat selfish tersebut.

Baca juga:  Bagaimana Mencegah Keracunan Pada Anak-Anak dan Apa yang Harus Dilakukan Jika Itu Terjadi?

Ajari Anak Membalas Budi

Balas budi dan rasa tanggung jawab tidak akan terlaksana jika orang tersebut memiliki sifat selfish yang tinggi. Untuk mencegah anak-anak bersifat egois, sejak dini, mereka harus diajari cara membalas budi. Ini secara tidak langsung akan membuat mereka memiliki kepribadian yang bertanggung jawab dan berhati besar.

Cara paling mudah dan sederhana yang bisa Anda ajarkan pada anak atau balita, yaitu mengucapkan terima kasih. Ucapan terima kasih adalah salah satu bentuk balas budi yang paling sederhana. Dengan mengucapkan terima kasih, tanamkan juga pada diri mereka tentang arti dan kebaikan ucapan tersebut.

[1] Kamariah & Missa Sari. 2019. Nilai Moral pada Dongeng Nusantara Karya Na’an Ongki S. dan Fatiharifah. Lentera Jurnal Ilmiah Kependidikan, Vol. 14(1): 46-58.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: