Lagi Hits di Dunia Kecantikan, Seperti Ini Cara Menanam Pegagan yang Benar

Tanaman daun pegagan liar (sumber: botswanaflora.com)Tanaman daun pegagan liar (sumber: botswanaflora.com)

Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan tanaman pegagan. Ya, tanaman dengan nama latin Centella Asiatica ini adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, hingga pematang sawah. Meskipun awalnya tidak begitu dianggap, pegagan kini mulai dilirik karena menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan hingga untuk kesuburan wanita. Tak ayal jika kemudian beberapa orang mulai mengembangkan cara menanam pegagan yang ideal.

Dilansir dari Wikipedia, pegagan berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Pegagan kerap digunakan sebagai penutup tanah atau bahkan dimakan sebagai sayuran. Banyak juga yang memanfaatkannya sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Selain dimakan atau dijadikan obat-obatan tradisional, pegagan dapat diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau produk kecantikan.

Di Indonesia, hingga saat ini pegagan masih jarang dibudidayakan. Hal ini disebabkan pegagan sudah banyak yang tumbuh liar di alam. Beberapa petani tanaman obat menanam dalam jumlah terbatas agar bisa diambil atau dipanen saat daunnya masih segar.

Baca juga:  Review Bedak Wardah Exclusive Two Way Cake No 2 Sheer Pink

Secara umum, pegagan dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian lebih dari 500 mdpl. Di daerah yang ketinggiannya kurang dari 500 mdpl, pertumbuhan pegagan relatif lambat. Kelembapan udara yang diinginkan antara 70-90% dengan rata-rata temperatur udara antara 20-25°C dan tingkat keasaman tanah netral (pH) antara 6-7.

Meskipun sifat pegagan tidak begitu memerlukan penanganan yang spesifik, harus tetap diperhatikan beberapa aspek lingkungan yang dapat mendukung, seperti peranan tanaman peneduh. Tanaman peneduh sebaiknya tidak terlalu penuh, tetapi secukupnya saja, mengingat pengaturan intensitas cahaya sangat diperlukan agar daun pegagan tetap hijau sepanjang masa tanamnya dan tidak mengalami klorosis (daun menguning dan kering).[1]

Cara Menanam Pegagan

Menanam atau melakukan budidaya pegagan bisa dilakukan dengan dua cara, yakni menyebar biji atau dengan perbanyakan dari geragih (stolon) pegagan. Namun perlu Anda ketahui, budidaya pegagan dengan penyebaran biji membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 2-5 bulan untuk bisa berkecambah. Kecambah pegagan pun ukurannya sangat kecil dan butuh waktu hingga 3 bulan lagi supaya menginjak usia dewasa dan siap untuk dipanen atau dibiarkan berkembang terus.

Baca juga:  Tutorial Berjilbab Ala Laudya Chintya Bella
Tanaman daun pegagan (sumber: fimela.com)

Tanaman daun pegagan (sumber: fimela.com)

Oleh sebab itu, beberapa orang lebih merekomendasikan perbanyakan pegagan dengan mengandalkan stolon. Bibit yang diambil untuk membudidayakan pegagan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat dan kuat dari serangan hama atau penyakit. Adapun stolon yang dapat diambil untuk diperbanyak adalah stolon yang sudah berakar dengan tiap ruas panjangnya mencapai 3 ruas. Anda bisa menanamnya di dalam pot untuk dijadikan tanaman hias atau menggunakan polybag terlebih dahulu.

Bibit tumbuhan pegagan yang harus Anda siapkan saat hendak menanamnya adalah bibit pegagan yang usianya baru 4-6 minggu. Selanjutnya tanam bibit tersebut dengan jarak hingga 20 x 20 cm. Jika sudah ditanam, jangan lupa untuk melakukan penyiraman sebagai nutrisi utama tanaman pegagan Anda.

Pegagan yang telah ditanam juga sudah seharusnya mendapat pemeliharaan atau perawatan yang tepat agar bisa tumbuh subur. Penyiraman yang dianjurkan adalah 1-2 kali setiap hari atau tergantung kondisi lahannya. Kemudian untuk proses pemupukan bisa dilakukan sebanyak 2-3 kali setiap 1 kali masa tanam pegagan, yaitu di awal penanaman, di pertengahan pertumbuhan vegetatif, dan ketika siap waktu panen. Anda dapat melakukan proses penyulaman untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, yakni dilakukan usai pegagan mencapai umur 2-4 minggu di lahan.

Baca juga:  Optimals White Radiance, Rangkaian Produk Oriflame Untuk Mencerahkan Wajah

Sementara itu, proses penyiangan hanya dilakukan untuk menghindari tumbuhnya hama atau penyakit yang dapat merusak struktur tanah. Penyiangan bisa dilakukan setiap 1-4 minggu selama masa penanaman pegagan, serta dilanjutkan dengan menyiangi secara rutin tiap 30 hari. Nah, untuk cara panen pegagan hampir sama seperti tanaman sayur pada umumnya, yaitu dengan memotong bagian pangkal daun memakai gunting supaya tidak merusak tanaman. Pegagan dapat dipanen setelah berusia 3 bulan.

[1] Winarto, WP dkk. 2003. Khasiat & Manfaat Pegagan: Tanaman Penambah Daya Ingat (hlm. 12-13). Surabaya: AgroMedia.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: