Cara Memulai Bisnis Tempat Penitipan Anak (Daycare) Rumahan

bisnis, daycare, rumahan, usaha, penitipan, anak, kecil kecilan, sederhana, izin, syarat, mendirikan, franchise, gambar, contoh, proposal, peluang, 2017, 2018, pasaran, harga, tarif, jasa, berapa, biaya Ilustrasi: anak-anak di tempat penitipan/daycare (sumber: philly.com)

Banyak orang tua yang kini sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja. Tak hanya para ayah, para ibu pun kini cukup banyak yang menjadi wanita karier hingga kesulitan untuk mengurus anaknya seorang diri. Sayangnya yang cukup besar terkadang menjadi hambatan bagi para orang tua modern untuk mempekerjakan babysitter atau pengasuh anak. Alhasil beberapa orang tua lebih memilih untuk menitipkan buah hatinya di tempat anak.

Berangkat dari kebutuhan itulah, kini mulai banyak berdiri atau penitipan anak yang mampu memenuhi keinginan para orang tua terkait unsur keamanan dan kenyamanan putra-putrinya. satu ini mungkin terkesan merepotkan, namun pada dasarnya jika dikelola secara benar dan dipikirkan konsepnya secara matang, maka daycare rumahan bisa mendatangkan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi Anda, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Bayangkan saja, dengan modal sekitar Rp 3 juta, Anda bisa berpotensi memperoleh laba bersih per bulan sekitar Rp 1 jutaan di awal merintis bisnis. Berikut ulasan lengkap langkah memulai bisnis daycare rumahan.

Lakukan Riset atau Analisis Pasar

Hal ini mungkin terlihat sepele. Namun langkah pertama yang wajib Anda lakukan sebelum memulai bisnis apa saja termasuk bisnis penitipan anak rumahan adalah dengan melakukan survei pasar terlebih dahulu. Tentukan dulu segmen pasar seperti apa yang akan menjadi target dari usaha Anda tersebut, di mana Anda membuka usaha, anak usia berapa saja yang akan diterima, hingga konsep dari daycare rumahan Anda.

Sebaiknya sesuaikan atau tarif jasa daycare Anda dengan target market yang Anda sasar. Jangan sampai menetapkan biaya kemahalan jika target pengguna jasa Anda adalah kalangan menengah ke bawah, demikian pula sebaliknya.

Pilih Lokasi Usaha yang Strategis

Ilustrasi: lokasi penitipan anak (sumber: bringmethenews.com)

Apabila modal Anda besar, menyewa ruko atau stand di mall mungkin bisa dipertimbangkan. Tetapi bagi Anda yang baru ingin memulai terjun ke bisnis daycare, sebaiknya jangan mematok target terlalu muluk-muluk. Anda bisa memulai membuka usaha daycare kecil-kecilan dari rumah dengan memanfaatkan ruang-ruang yang kosong.

Namun perlu diketahui, para orang tua biasanya lebih memilih lokasi daycare yang mudah diakses, dekat dari lokasi tempat tinggal atau tempat kerjanya, bersih, nyaman, layak untuk anak-anak, aman, dan tentunya tidak berpindah-pindah. pada umumnya tentu akan survei lokasi terlebih dahulu sebelum mempercayakan buah hatinya ke sebuah tempat penitipan. Tentunya untuk meraih kepercayaan , Anda harus menata rumah Anda sedemikian rupa agar layak dijadikan sebuah daycare yang terpercaya.

Sediakan Sarana Permainan Anak yang Memadai

Layaknya daycare pada umumnya, sarana permainan tentu menjadi hal yang wajib ada dalam sebuah daycare. Apalagi jika kategori usia anak yang Anda terima masih berada pada rentang batita atau balita yang masih senang-senangnya bermain. Pastikan Anda melengkapi mainan yang sesuai dengan selera anak zaman sekarang dan pastikan mainan-mainan tersebut sesuai dengan kategori usia serta aman. Karena digunakan oleh umum, Anda juga wajib menjaga kebersihan sarana permainan dengan rutin melakukan pembersihan. Anda bisa menyediakan mainan standar seperti Lego, puzzle, atau jenis-jenis mainan lain yang dapat meningkatkan kemampuan motorik anak.

Pilih Tenaga Pengasuh yang Profesional & Kompeten

Selain mainan, tenaga pengasuh yang andal juga menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kesuksesan dan kelancaran bisnis daycare rumahan Anda. Pasalnya jasa daycare berhubungan erat dengan kenyamanan dan keamanan anak-anak. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi Anda untuk mencari tenaga pengasuh yang memang memiliki kecintaan terhadap dunia anak-anak serta mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni.

Sebelum memilih pengasuh, Anda mungkin bisa melakukan seleksi dan wawancara terlebih dahulu. Atau bisa juga memberikan masa percobaan terhadap sang calon tenaga pengasuh untuk mengetahui kapabilitasnya dalam merawat dan menjaga anak-anak yang dititipkan di daycare Anda.

Tentukan Tarif Jasa Sesuai dengan Pelayanan

Ilustrasi: salah satu di tempat penitipan anak (sumber: qerja.com)

Jasa daycare pada umumnya saat ini menerapkan tarif atau biaya jasa di angka Rp 300 ribuan. Anda bisa menyusun formula harga disesuaikan dengan model jasa yang Anda tawarkan, apakah jasa daycare untuk insidental, harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Usahakan apabila semakin lama orang tua ingin menitipkan anaknya di daycare Anda, maka Anda bisa menawarkan promo-promo menarik agar nama daycare Anda pun bisa semakin dikenal dari mulut ke mulut.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, sesuaikan harga jasa Anda dengan target pasar dan fasilitas yang disuguhkan. Apabila target pasar Anda ditujukan untuk kalangan menengah ke atas, maka Anda bisa mematok biaya yang sedikit lebih mahal. Namun jangan lupa untuk menambahkan fasilitas seperti makan, pemeriksaan kesehatan anak, mandi, hingga laporan perkembangan anak. Dengan demikian para orang tua bukan hanya sekadar lega, tetapi juga bisa memperoleh kepuasan lebih karena telah menitipkan buah hatinya di jasa daycare Anda.

Punya Surat Izin Usaha yang Sah

Meski hanya bisnis rumahan, tak ada salahnya jika Anda mempertimbangkan untuk mengurus surat izin usaha yang sah agar bisnis Anda ini terkesan lebih bonafide dan tentunya terpercaya. Dengan adanya surat izin usaha, maka bisnis daycare Anda akan sah di mata hukum dan mengurangi risiko adanya gugatan di masa mendatang. Terlebih jika Anda berencana untuk menjadikan bisnis ini sebagai bisnis jangka panjang.

Promosi

Langkah terakhir yang tak boleh ketinggalan adalah promosi. Kini media untuk berpromosi sudah semakin luas, Anda bisa memanfaatkan media-media promosi gratis seperti media sosial layaknya Facebook, Instagram, hingga membuat website pribadi. Atau bisa juga dengan membuat brosur lalu menyebarkannya di masyarakat sekitar.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: