Cara Simpel Membuat Pembalut dari Kain

Pembalut kain (sumber: ekologistore.com)

Pembalut memiliki banyak macam, mulai dari pembalut herbal, pembalut kapas, hingga pembalut kain. Khusus yang terakhir, ini merupakan jenis pembalut tradisional yang telah dipakai dari masa ke masa. Untuk mendapatkan pembalut kain tidaklah sulit. Anda bahkan bisa membuatnya sendiri dari bahan berkualitas dan dengan cara yang simpel.

Keunggulan Pembalut Kain

Pembalut wanita pada dasarnya adalah produk yang berbentuk lembaran/pad dan terbuat dari bahan selulosa atau sintetik dan berfungsi untuk menyerap cairan menstruasi atau cairan vagina.[1] Pada produk pembalut biasa yang dijual di pasaran, memiliki sifat sekali pakai dan tidak boleh dibuang secara sembarangan karena dapat menyebabkan penumpukan limbah.

Sementara itu, pembalut kain yang berbahan serat benang, memiliki sifat bisa dipakai berkali-kali, yang menjadikan produk tersebut populer. Dengan kemampuannya yang bisa dicuci dan dipakai ulang, Anda bisa lebih hemat dan tidak perlu mengecek persediaan pembalut di rumah.

Pembalut kain juga tersedia dalam berbagai macam motif dan ukuran. Sama seperti produk pembalut pada umumnya, Anda bisa memakai pembalut kain ukuran standar untuk harian dan ukuran yang lebih panjang serta lebar untuk malam. Meskipun terbuat dari bahan kain, pembalut ini memiliki ketebalan yang hampir sama dengan pembalut biasa, sehingga tidak terasa mengganjal atau tidak nyaman saat dipakai.

Baca juga:  Rasa Manis dan Bertekstur Lembut, Jenis Kurma Madinah Jadi Juara di Hati Pembeli

Agar dapat melekat sempurna di atas celana, di bagian samping dan tengah pembalut, dilengkapi dengan kancing khusus. Kancing akan mengunci posisi pembalut agar tidak bergeser, sehingga cairan tidak bocor atau menodai celana. Selain itu, ada juga pembalut kain yang dilengkapi dengan tali khusus untuk mengikat bagian ujung atau sayap pembalut, yang juga bertujuan agar pembalut tidak bergeser.

Dengan beragam keunggulan, akhirnya banyak konsumen yang tertarik membelinya. Ini tentu bisa Anda jadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Untuk menjual produk tersebut, Anda pun tidak harus menjadi reseller atau dropshipper sebuah toko. Anda bisa membuatnya sendiri dan melabelinya dengan nama Anda. Sehingga, Anda memiliki bisnis sendiri tanpa harus berbagi keuntungan dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara membuat pembalut kain?

Cara Membuat Pembalut Kain

Ilustrasi: membuat pembalut kain (sumber: countytimes.com)

Ilustrasi: membuat pembalut kain (sumber: countytimes.com)

  • Buatlah pola berbentuk ketupat dengan ujung melengkung pada sebuah karton. Ukuran panjangnya bisa Anda sesuaikan dengan ukuran pembalut standar atau sekitar 25 cm, dengan lebar sekitar 20 cm. Bagian sudut atas dan bawah harus sedikit lebih besar dan lebar setiap sudutnya sekitar 6,5 cm.
  • Gunakan pola karton untuk membentuk dua lembar kain katun flanel dengan motif sesuai selera. Selain flanel, Anda juga bisa memakai kain blacu atau quilting.
  • Jahit kedua sisi kain dengan sisi depan saling berhadapan di bagian dalam. Jahit keliling kain tersebut dengan jarak keliman sekitar 0,5 cm dan tak perlu menyisakan bagian untuk membaliknya.
  • Buat sayatan vertikal di bagian tengah kain yang sudah dijahit dan balik sisi depan kain melalui sayatan di tengah kain. Gunakan jari untuk mendorong bagian sudut yang sulit dibalik. Setelah itu, rapikan sayatan dengan cara menyetrikanya.
  • Jahit keliling bagian alas pembalut dengan pola zig-zag agar lebih menarik. Pada awal dan ujung jahitan, jahit dengan jahitan putar balik dan potong benang yang menjulur sependek mungkin.
  • Isian pembalut dibuat dengan cara yang hampir sama, yaitu menggunakan kertas karton sebagai dasar pola. Bentuk kertas karton menjadi persegi panjang dengan ujung berbentuk oval, yang panjangnya sekitar 20 cm serta lebarnya sekitar 6,5 cm.
  • Gunakan pola karton untuk membuat isian yang terdiri dari 3 hingga 4 lembar kain handuk lembut. Jahit beberapa lembar isian menjadi satu menggunakan jarak keliman selebar 0,5-1 cm.
  • Jahit dua lembar kain flanel untuk membuat bungkus isian. Pakailah jarum pentul untuk menyatukan kain flanel dengan sisi depan saling berhadapan di sebelah dalam. Buat sayatan vertikal di bagian tengah dan balik kain, lalu masukkan isian bantalan ke dalam kain flanel.
  • Satukan bagian alas pembalut dan isian memakai jarum pentul dan jahit keliling bagian isi agar melekat pada alas pembalut. Ulangi jahitan dengan lebar 1 cm dari jahitan pertama dan jangan terlalu dekat.
Baca juga:  Tak Punya Tepung Panir di Rumah? Ini Beberapa Bahan Pengganti yang Bisa Dicoba

Pembalut yang sudah jadi bisa dipasang kancing atau velcro di bagian sayapnya. Sehingga, pembalut tidak mudah lepas saat dipakai. Anda juga bisa memasang labet kain atau cap pada bagian pinggir atau sayap pembalut sebelum dikemas dan dijual untuk menarik perhatian para pembeli.

[1] Susanti, Eka Mei & Prawiti Sugeng Wijaya. 2018. Perbedaan Penggunaan Pembalut dan Pantyliner Jenis Biasa, Herbal, dan Kain dengan Kejadian Keputihan. Jurnal Kebidanan STIKES Paguwarmas Maos, Vol. 2(1): 31-36.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: