Praktis dan Anti Gagal, Ini Cara Membuat Lontong dengan Cetakan

Lontong cetakan (sumber: shopee.co.id)Lontong cetakan (sumber: shopee.co.id)

Siapa sih yang tak kenal dengan lontong? Makanan khas Indonesia ini tidak hanya ditemui pada saat spesial seperti Lebaran. Banyak juga orang yang menjual lontong untuk keperluan makan harian. Selain membelinya di pasar, ternyata Anda juga bisa membuat lontong sendiri di rumah dengan cetakan.

Lontong merupakan salah satu bahan pangan olahan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dari dulu hingga saat ini, lontong yang beredar di pasaran masih diproduksi oleh industri rumah tangga. Penggemar lontong tidak hanya datang dari kalangan lansia atau dewasa, bahkan anak-anak menyukainya. Ini karena rasanya yang lezat dan bergizi.[1]

Meskipun banyak orang yang menjual lontong, sebagian orang memilih untuk membuatnya sendiri. Ini karena beredar isu adanya kandungan borak pada lontong yang dijual. Memang, tidak semua lontong mengandung borak, namun tidak ada salahnya untuk lebih waspada. Nah, bagi Anda yang ingin membuat lontong sendiri di rumah, caranya tidak sulit asalkan Anda memiliki cetakannya.

Cara Membuat Lontong

  • Sebelum membuat lontong, Anda harus membeli cetakannya terlebih dahulu. Cetakan lontong yang dijual di pasaran biasanya terbuat dari aluminium atau stainless steel dengan diameter 5 hingga 7 cm. Sebaiknya Anda memilih cetakan yang terbuat dari stainless steel karena tidak mudah berkarat dan kuat.
  • Cuci bersih cetakan lotong yang baru saja Anda beli, lalu angin-anginkan atau dilap hingga kering. Setelah itu, siapkan bahan untuk membuat lontong, antara lain 300 gr beras, air, dan daun pisang.
  • Siapkan baskom atau mangkuk plastik berukuran sedang. Tuang air dan beras ke dalam mangkuk dan biarkan selama 1 jam. Cuci beras hingga bersih dan tidak ada kulit ari atau kerikil yang tersisa. Minimal, Anda mencuci beras dengan 2 kali bilas.
  • Rendam beras selama 1 jam agar tekstur beras lebih lunak dan kenyal saat dimasak nani. Sehingga, lontong memiliki tekstur yang lembut, kenyal, dan padat. Lontong seperti ini adalah salah satu jenis lontong yang berkualitas dan tidak mudah hancur saat dimakan bersama kuah.
Membuat lontong dengan cetakan (sumber: shopee.co.id)

Membuat lontong dengan cetakan (sumber: shopee.co.id)

  • Ambil daun pisang dan pisahkan dengan tulang daunnya, lap bagian atas dan bawah daun pisang menggunakan serbet bersih yang sudah dibasahi air. Setelah itu, lap lagi menggunakan serbet kering.
  • Potong daun pisang sesuai dengan panjang cetakan dan masukkan ke dalam cetakan. Cara memasukkan daun pisang ke dalam cetakan, harus digulung terlebih dahulu. Sehingga, daun pisang tidak terlipat atau rusak saat dimasukkan. Lapisi bagian dasar cetakan dengan daun pisang, sehingga lontong akan tertutup daun pisang dengan baik.
  • Isi cetakan lontong dengan beras. Untuk satu cetakan, Anda bisa mengisinya sebanyak 50 gr beras. Sehingga, Anda membutuhkan 6 cetakan lontong yang sudah dilapisi daun pisang. Agar lebih mudah, Anda bisa memakai sendok saat memasukkan beras ke dalam cetakan.
  • Selain memperhatikan timbangan, saat memasukkan beras ke cetakan, Anda juga bisa memperhatikan lubang yang ada di cetakan. Masukkan beras setinggi lubang yang kedua pada cetakan, jika Anda menggunakan cetakan berlubang 4. Jika Anda menggunakan cetakan berlubang 6, maka masukkan beras setinggi lubang ke-3.
  • Siapkan panci presto atau alat untuk mengukus lontong. Masukkan air ke dalam panci dan masak dengan api sedang. Setelah agak panas, masukkan cetakan lontong berisi beras ke dalam air. Rendam cetakan tersebut dan biarkan cetakan tenggelam. Pastikan semua cetakan terisi dengan air secara merata. Masak lontong selama kurang lebih 20-45 menit.
  • Untuk mengetahui apakah lontong sudah matang, Anda bisa menggunakan lidi yang ditusukkan ke bagian tengah salah satu lubang pada cetakan. Jika lidi mudah ditusukkan, maka lontong belum matang. Selain itu, jika tidak ada nasi yang menempel pada lidi, maka lontong belum matang.
  • Setelah lontong matang, keluarkan dari cetakannya dan angin-anginkan sebentar. Selain untuk menurunkan suhu lontong, ini akan meniriskan sebagian air yang masih ada di dalamnya.
Baca juga:  Setelah Ombre, Kini Muncul Tren Warna Rambut Baru Motif Kotak-Kotak!

Lontong yang sudah jadi bisa langsung diiris dan disantap. Agar lebih nikmat, Anda bisa menjadikan lontong sebagai pendamping makanan berkuah, seperti sup, bakso, sayur lodeh, dan masih banyak lagi. Akan lebih nikmat lagi jika Anda menghidangkannya dengan sambal dan kerupuk.

[1] Amelia, Rizki, dkk. 2014. Identifikasi dan Penentuan Kadar Boraks dalam Lontong yang

Dijual di Pasar Raya Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 3(3): 457-459.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: