Bagaimana Cara Membuat Kecap Homemade yang Sehat dan Sedap?

Ilustrasi: kecap dari kacang kedelai (sumber: gayahidup.co.id)Ilustrasi: kecap dari kacang kedelai (sumber: gayahidup.co.id)

Apakah Anda salah satu penggemar kecap? Jika iya, pastinya akan selalu ada sebotol kecap menemani Anda saat makan. Sementara harga kecap semakin naik, dengan komposisi yang dicampur MSG, pewarna makan, dan zat kimia lainnya, Anda bisa membuat kecap sendiri di rumah. Selain caranya cukup mudah, kecap buatan sendiri tentunya lebih sehat dan ekonomis.

Kecap adalah salah satu makanan hasil fermentasi tradisional kedelai yang digunakan secara luas, sebagai penyedap dan penambah rasa dalam menu masakan di Indonesia. Proses pembuatan kecap secara tradisional pun sudah diwariskan secara turun-temurun dengan menggunakan bahan baku kedelai hitam. Secara tradisional, starter atau inokulum yang digunakan untuk membuat kecap umumnya berasal dari lingkungan tempat pembuatannya atau dari sisa produk sebelumnya.

Selain menggunakan cara tradisional yang sudah diwariskan secara turun-temurun, membuat kecap juga bisa dengan cara modern. Secara modern, untuk membuat kecap, digunakan prinsip-prinsip tekno ekonomi. Sehingga, hasil yang diperoleh kualitasnya lebih bagus dan terjamin kestabilan mutunya.

Dua cara di atas adalah cara membuat kecap yang diterapkan di pabrik[1]. Berbeda lagi jika Anda membuat kecap manis di rumah atau homemade. Teknik membuat kecap sendiri di rumah lebih sederhana dan tidak membutuhkan banyak peralatan maupun bahan.

Bahan Membuat Kecap Homemade

  • Sebelum membuat kecap, pastikan Anda menyiapkan alat dan bahannya terlebih dahulu. Untuk alat yang perlu disiapkan, yaitu wadah baskom, toples atau wadah yang tertutup, panci, sendok, sutil kayu, dan kompor.
  • Siapkan bahan utama berupa kacang kedelai sebanyak 1 kg. Untuk jenis kacang kedelai yang bisa Anda gunakan, yaitu kedelai hitam dan putih. Bagi Anda yang ingin membuat kecap dengan warna pekat, bisa memakai jenis kedelai hitam. Kecap yang terbuat dari kedelai putih, warnanya tidak terlalu pekat dan biasanya lebih pucat dibanding kecap berbahan dasar kedelai hitam.
  • Siapkan bahan pendukung berupa garam sebanyak 800 gr, jamur tempe sebanyak 3 gr, air bersih sebanyak 1,5 liter, dan gula merah sebanyak 6 kg. Agar kecap buatan sendiri rasanya lebih nikmat, tambahkan juga 2 lembar daun salam, 1 lembar daun jeruk, 1 batang serai, 1 sendok teh pokak, dan 1/4 potong laos.
Baca juga:  Berapa Kadar Garam yang Pas pada Makanan Rumahan?

Cara Membuat Kecap Homemade

Kacang kedelai

Kacang kedelai

  • Langkah pertama, cuci kacang kedelai, daun salam, daun jeruk, serai, dan laos. Setelah itu, tiriskan dan angin-anginkan hingga kering, lalu larutkan garam ke dalam 4 liter air. Selain itu, haluskan laos menggunakan penumbuk atau blender tanpa ditambah air.
  • Masukkan kedelai ke dalam baskom dan rendam dengan air bersih selama 24 jam. Sebaiknya Anda menggunakan air sumur atau air tanah. Jika Anda tidak memiliki air tanah dan hanya memiliki air PDAM, maka Anda harus mengendapkannya selama 2 hari terlebih dahulu. Ini bertujuan agar tidak ada zat kimia yang mengontaminasi kecap Anda.
  • Biji kedelai harus direndam dalam air selama 24 jam. Ini bertujuan agar kulit ari dapat dikupas dengan mudah. Selama 24 jam tersebut, letakkan baskom di tempat yang tidak disinari cahaya langsung dan sejuk.
  • Setelah 24 jam, tiriskan air biji kedelai dan masukkan ke dalam panci dengan air bersih. Nyalakan kompor dengan api sedang dan rebus hingga mendidih. Selama proses perebusan, Anda tidak perlu mengaduknya.
  • Jika air sudah mendidih, matikan kompor dan biarkan selama 1 menit sehingga uap berangsur-angsur berkurang. Tiriskan air dalam panci dan bilas kedelai menggunakan air bersih.
  • Selama proses pembilasan menggunakan air, aduk secara perlahan biji kedelai untuk mengupas kulit arinya. Anda juga bisa mengupas kulit satu per satu menggunakan tangan. Pastikan juga Anda tidak terlalu cepat ketika mengaduk atau terlalu keras memencet biji kedelai. Ini akan merusak biji kedelai Anda sebelum proses pembuatan kecap.
  • Jika kulit ari pada semua biji kedelai telah terkupas, bilas lagi biji kedelai dengan air. Ini bertujuan untuk membersihkan kulit ari yang masih tersisa pada biji. Setelah itu, angin-anginkan biji kedelai dalam wadah yang memiliki mulut cukup lebar sehingga biji kedelai cepat dingin dan kering.
  • Proses pendinginan biji kedelai tidak boleh tidak dilakukan. Hal ini sangat penting, karena bertujuan agar ragi yang akan ditebar tidak mati karena suhu kacang kedelai yang masih panas.
  • Taburkan ragi tempe ke kedelai yang sudah didinginkan sambil diaduk agar ragi dapat tercampur secara rata. Untuk mengaduk ragi tempe, Anda bisa menggunakan sutil kayu.
  • Simpan biji kedelai yang sudah dicampur ragi tempe di ruangan dengan suhu 25 hingga 30 derajat Celcius. Proses penyimpanan ini dilakukan selama 3 hingga 5 hari dengan kondisi wadah yang tertutup.
  • Perhatikan kedelai yang Anda simpan. Proses pembuatan kecap akan berhasil jika kedelai ditumbuhi jamur tempe. Setelah 2 hingga 5 hari, Anda bisa menambahkan air garam yang terbuat dari 800 gr garam ditambah 4 liter air bersih. Tanpa diaduk, tutup kembali wadah kedelai dan diamkan adonan selama 3 hingga 4 minggu pada suhu ruangan.
  • Maksimal, Anda bisa mendiamkan adonan kecap tersebut selama 2 bulan. Setelah 2 bulan, tuangkan air bersih ke dalam adonan dan aduk hingga merata. Masukkan adonan yang sudah dicampur air ke dalam panci dan nyalakan kompor dengan api sedang. Rebus adonan hingga mendidih, kemudian saring menggunakan kain penyaring atau screen.
  • Untuk menghasilkan kecap yang lezat, tambahkan aneka bumbu tambahan, seperti laos, serai, daun salam, dan daun jeruk ke dalam panci, lalu tuangkan adonan kecap yang sudah disaring ke dalam panci lagi.
  • Nyalakan kembali kompor dengan api sedang. Sambil menunggu adonan mendidih, tambahkan gula merah ke dalam panci. Aduk adonan hingga mendidih dan agar tercampur rata.
  • Untuk tambahan gula yang diperlukan, tergantung selera Anda. Jika Anda ingin membuat kecap manis yang kental dan legit, Anda mungkin membutuhkan sekitar 2 kg gula merah untuk setiap liter sari adonan kecap yang direbus. Sehingga, jika Anda merebus sekitar 2 liter sari adonan kecap, artinya Anda butuh sekitar 4 kg gula merah. Perbandingan antara gula merah dan adonan tersebut akan berlaku sesuai kelipatannya.
  • Jika Anda ingin membuat kecap asin, Anda hanya perlu menambahkan sekitar 2,5 ons gula merah untuk setiap liter adonan kecap yang direbus lagi. Artinya, jika Anda merebus 2 liter sari adonan kecap, Anda membutuhkan sekitar 5 ons gula merah. Perbandingan antara gula merah dan adonan kecap tersebut berlaku sesuai dengan kelipatannya.
  • Perlu Anda ketahui, proses perebusan adonan kecap dapat dihentikan jika adonan kecap sudah mendidih dan tidak berbuih. Saring lagi adonan kecap, dan dinginkan. Setelah itu, letakkan kecap pada botol kecap kesayangan Anda, dan kecap siap untuk dikonsumsi.
Baca juga:  Seberapa Sering Legging dan Pakaian Dalam Harus Dicuci?

Karena kecap buatan sendiri tidak mengandung pengawet, maka kecap mampu bertahan selama kurang lebih 1 bulan. Akan lebih lama lagi jika Anda menyimpannya di kulkas dengan wadah tertutup dan biasanya dapat bertahan hingga 3 bulan.

[1] Naiola, Elidar & Yati Soedaryati Soeka. 2007. Fermentasi Kecap dari Beberapa Jenis Kacang-Kacangan dengan Menggunakan Ragi Mutan Aspergillus sp. K-1A. Jurnal Ilmiah Nasional LIPI Berita Biologi, Vol. 8(5): 365-373.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: