Sulit Cari Alkohol? Begini Cara Membuat Hand Sanitizer Tanpa Alkohol

Penggunaan hand sanitizer (sumber: cen.acs.org)Penggunaan hand sanitizer (sumber: cen.acs.org)

Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik disebut-sebut sebagai cara terbaik untuk membersihkan tangan dari kuman, bakteri, hingga mencegah penularan virus mematikan seperti corona (Covid-19). Langkah ini dianjurkan bagi Anda yang telah menyentuh benda-benda yang berada di tempat umum seperti gagang pintu, kursi di angkutan umum, handphone, handle sepeda motor, dan sebagainya.

Meski mencuci tangan dengan air dan sabun merupakan langkah terbaik, hand sanitizer bisa juga digunakan untuk mendapatkan hasil tangan yang bersih. Hand sanitizer bisa digunakan pada tangan yang tidak tampak kotor, tetapi bahan ini tidak mampu membunuh semua kuman.[1]

Di tengah merebaknya virus corona, permintaan terhadap hand sanitizer pun meningkat. Alhasil, barang ini menjadi langka di pasaran. Kalaupun ada yang menjual, harganya berkali-kali lipat lebih mahal dari biasanya. Nah, di tengah keresahan tersebut muncul berbagai tips atau tutorial membuat hand sanitizer sendiri di rumah. Uniknya, selain menggunakan alkohol, ternyata ada juga bahan-bahan alami lain yang diklaim sama efektifnya dengan hand sanitizer pabrikan.

Baca Juga: Cara Praktis Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

Jika ketersediaan alkohol di apotek atau toko-toko obat sekitar tempat tinggal Anda kini juga sedang langka, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada membagikan tips membuat hand sanitizer tanpa alkohol. Hand sanitizer tanpa alkohol tersebut menggunakan bahan utama dari daun kemangi dan lidah buaya. Berikut ulasannya.

Cara Membuat Hand Sanitizer Herbal Tanpa Alkohol

Gel daging lidah buaya (sumber: kcrw.com)

Gel daging lidah buaya (sumber: kcrw.com)

  • Pisahkan kulit lidah buaya dengan bagian dagingnya. Kemudian potong lidah buaya jadi kecil-kecil.
  • Masukkan daun kemangi ke dalam blender, tambahkan sedikit air ke dalamnya. Blender kemangi sampai halus. Lalu, saring dan masukkan ke gelas pertama.
  • Masukkan daging lidah buaya yang telah dipotong kecil-kecil ke dalam blender. Tambahkan sedikit air, blender sampai halus. Masukkan lidah buaya yang telah dihaluskan itu ke dalam gelas kedua.
  • Campurkan kedua cairan kemangi dan lidah buaya itu jadi satu dengan perbandingan yang sama. Aduk sampai tercampur rata.
  • Masukkan ke dalam botol sprayer dan hand sanitizer alami tanpa alkohol pun siap untuk Anda gunakan.
Baca juga:  5 Ide Dekorasi Kamar Feminin Minimalis yang Menghangatkan Suasana

Walaupun masih belum diketahui dari mana asal tutorial membuat hand sanitizer alami tanpa alkohol ini, namun dilansir Beritasatu, ide ini telah dicetuskan dari tahun 2013 lalu oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yakni Abdul Aji, Rr. Putri Febrianingtyas, Ragil Nurjanah Rahmawati, dan Danish Oktaviana.

Salah seorang penelitinya, Abdul Aji mengatakan, tanaman lidah buaya dan kemangi mengandung senyawa bakteri yang dapat meminimalisir bakteri dan kuman. “Tanaman lidah buaya (Aloe vera) mengandung senyawa anti-bakteri, lignin, dan saponin. Kemangi (Ocimum sanctum L) memiliki kandungan senyawa anti-bakteri seperti saponin, flavonoid, dan tannin yang dapat meminimalisasi dan membunuh bakteri dan kuman,” kata Abdul Aji.

Daun kemangi (sumber: watyutink.com)

Daun kemangi (sumber: watyutink.com)

Abdul Aji juga menuturkan, hand sanitizer berbahan dasar kemangi dan lidah buaya tersebut sudah melalui uji organoleptic pada masyarakat dan dinyatakan aman. “Metode yang digunakan untuk membuat hand sanitizer alami adalah metode ekstraksi, sedangkan metode uji hasil menggunakan metode pembiakan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli,” ungkapnya.

Sementara itu, di daerah lain Guru Fisika SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat, Surakarta Nur Fitria memanfaatkan bahan-bahan seperti kulit rambutan, daun sirih, kemangi, lidah buaya, dan kulit jeruk yang telah ditumbuk halus sebagai hand sanitizer.

Baca juga:  Mau Punya Kulit Putih Dalam Waktu Singkat? Coba Body Lotion Pemutih dari Vaseline

“Ada dua (jenis) hand sanitizer yang kami buat. Pertama dari bahan sirih dan kulit rambutan (Sikura) dan yang kedua dari bahan kemangi, lidah buaya dan kulit jeruk yang sudah dihaluskan,” katanya, seperti dilansir Jawapos.

Cara membuat versi Fitria adalah dengan merebus daun sirih dan kulit rambutan di wadah berbeda untuk diambil ekstraknya, lalu dicampur sesuai selera dan ditambahkan minyak zaitun supaya tetap lembut di tangan. Cara kedua bisa dengan memblender daun kemangi dan lidah buaya yang diambil dagingnya. Lalu, kedua bahan disaring untuk diambil ekstraknya. Serbuk jeruk dilarutkan dengan air untuk dicampur dengan ekstrak kemangi dan lidah buaya.

“Hanya saja untuk daya tahannya (keawetan) tidak selama jika menggunakan alkohol. (Masa kedaluarsa) hand sanitizer ini bisa bertahan tiga pekan atau jika aromanya sudah memudar maka tidak usah dipakai,” ujarnya.

Membuat Hand Sanitizer dari Bahan Pemutih Kimiawi Tanpa Alkohol

Selain alkohol, diketahui bahwa sodium hypochlorite (NaOCl) juga banyak digunakan sebagai disinfektan rumahan. Natrium hipoklorit (sodium hypochlorite) banyak digunakan sebagai bahan pemutih pakaian seperti Bayclin, Proclin, dan SoKlin Pemutih. Senyawa kimia yang sama juga tersedia di pasaran dengan sebutan “kaporit cair” – yang sering digunakan dalam proses penjernihan air minum.

Natrium hipoklorit merupakan zat desinfektan efektif yang memiliki aplikasi luas. Meskipun sejumlah disinfektan lain (kalsium hipoklorit, ozon, UV, desinfeksi dengan sinar matahari) telah diselidiki, natrium hipoklorit tampaknya menawarkan berbagai keunggulan dari biaya murah, kemudahan penggunaan, keamanan, dan efektivitas penggunaannya. Karakteristik ini adalah alasan mengapa sebagian besar sistem pengolahan air di AS dan Eropa telah menggunakan klorin untuk mendisinfeksi air minum selama hampir 100 tahun. [2]

Cara membuat disinfektan ala dr. Najla Shihab

Cara membuat disinfektan ala dr. Nahla Shihab – instagram @nahlashihab

Cairan pemutih komersial seperti Bayclin mengandung sodium hipoklorit dengan konsentrasi 5,25%. Untuk menjadikannya desinfektan yang aman dalam bentuk hand sanitizer cair, ia perlu dicampur dengan air hingga kadarnya hanya 0,5% saja.

Baca juga:  Kenali Penggunaan Probiotik untuk Kesehatan Pencernaan

Berikut ini cara membuat hand sanitizer berbasis sodium hypokorit dari sediaan pemutih pakaian, langkah demi langkah:

  1. Sediakan air 905 ml, dan cairan pemutih (misalnya Bayclin) 95 ml
  2. Sediakan wadah dari bahan plastik atau kaca
  3. Campurkan air dan pemutih dalam wadah plastik atau kaca, hingga tercampur merata, untuk menghasilkan 1000 ml cairan desinfektan.

Desinfektan berbasis sodium hypochlorite memiliki beberapa karakter yang harus diperhatikan, yakni:

  • Memiliki bau khas yang agak tajam
  • Sensitif terhadap paparan sinar ultraviolet, sehingga sebaiknya ditempatkan dalam wadah yang kedap cahaya
  • Mudah menguap jika terkena panas
  • Bereaksi dengan logam tertentu hingga menyebabkan korosi dan juga zat asam.

Karena karakternya yang khusus itu, desinfektan berbasis sodium hypochlorite kurang disukai di pasaran. Padahal secara efektifitas dan harga produksinya, sangat kompetitif dibandingkan disinfektan berbasis alkohol.

Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahwa cairan atau gel pembersih tangan yang mengandung alkohol bisa dengan cepat mengurangi jumlah mikroba di tangan dalam beberapa situasi, dibandingkan mencuci tangan hanya dengan air. Lalu pada penelitian tahun 2004 dalam National Library of Medicine menemukan jika hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol 60-95% lebih efektif untuk membunuh kuman dibanding hand sanitizer yang konsentrasi alkoholnya lebih rendah atau berbasis non-alkohol.

 

[1] Wirawan, IMC. 2013. Kata Dokter: Sehat Setiap Hari Ala @Blogdokter. Romadhona G dkk, editor. Jakarta: PandaMedia.
[2] Centers for Disease Control and Prevention. 2014. FAQ about Sodium Hypochlorite Solution (SH).  //www.cdc.gov/safewater/chlorination-faq.html (diakses 20 Maret 2020)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: