Resep & Cara Membuat Biskuit Bayi Homemade yang Mudah

Ilustrasi: bayi mengonsumsi MPASI (sumber: bbc)Ilustrasi: bayi mengonsumsi MPASI (sumber: bbc)

Sesudah bayi berusia enam bulan, kandungan gizi ASI tidak lagi mencukupi sementara kebutuhan energi bayi meningkat sebesar 24-30% dibandingkan dengan kebutuhan saat usia 3-5 bulan. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) perlu diberikan pada bayi sesudah berusia 6 bulan.

Masyarakat mengenal adanya dua jenis MP-ASI, yaitu MP-ASI tradisional dan pabrikan. Pengolahan MP-ASI tradisional seringkali tidak memenuhi prinsip higiene sanitasi makanan sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi mikroorganisme penyebab diare pada bayi. Sementara itu MP-ASI pabrikan menghasilkan makanan bayi yang relatif lebih higienis dan praktis disajikan.[1]

Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalahmakanan atau minuman mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selaindari ASI. Jenis makanan selingan yang dapatdiberikan pada anak umur 12-23 bulan adalahbuah, kue, biskuit, dan puding. Biskuit MPASIyang dijadikan makanan tambahan balita di Indonesia sebagian besar masih berbahan dasar tepung terigu sehingga perlu dikembangkan sebuah produk MPASI berbahan pangan lokal yang akan mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu. Ketergantungan terhadap satu komoditi pangan akan berdampak pada kerawanan pangan dan gizi.[2]

Baca juga:  Amankah Bayi Tidur Seranjang dengan Orang Tua?

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai pemberian MPASI untuk buah hati Anda, yakni sebagai berikut.

Hal Penting Seputar Pemberian MPASI

  • Bayi mulai diperkenalkan kepada MPASI saat ia menginjak usia 7 bulan setelah melewati periode pemberian ASI eksklusif sampai dengan usia 6 bulan.
  • Khusus bayi prematur, pemberian MPASI sesuai usia due date, dan bukan birth date.
  • Pemberian MPASI pada bayi memang harus dilakukan secara bertahap. Dimulai dari yang paling halus sampai dengan pengenalan makanan padat seperti nasi atau biskuit.
  • MPASI yang pertama kali diberikan umumnya disarankan bubur susu serta buah.
  • Apabila bayi sudah beradaptasi maka mulailah memperkenalkan nasi tim saring yang dilanjutkan nasi tim yang dihaluskan.
  • Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak dengan makanan yang cukup bervariasi sehingga anak tidak bosan.[3]

Selain memberikan biskuit bayi buatan pabrik sebagai MPASI untuk sang buah hati, Anda pun bisa membuat sendiri biskuit bayi dengan bahan-bahan yang bernutrisi. Berikut beberapa pilihan resep biskuit bayi yang mudah untuk dibuat.

Baca juga:  Sumber Kolagen dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kulit

Resep Biskuit Bayi Oatmeal Apel Tanpa Telur

Apple oatmeal cookies (sumber: agrandelife.com)

Apple oatmeal cookies (sumber: agrandelife.com)

Bahan Biskuit Bayi Oatmeal Apel

  • 2 sdm (sendok makan) oatmeal
  • 2 buah apel
  • 1 sdm unsalted butter

Cara Membuat Biskuit Bayi Oatmeal Apel

  1. Blender oatmeal sampai halus menyerupai tepung, sisihkan.
  2. Rebus apel sampai lembek. Kemudian, hancurkan apel tersebut hingga menjadi puree halus.
  3. Campurkan semua bahan menjadi satu, lalu cetak di loyang sesuai selera. Pastikan loyang telah dilapisi dengan margarin atau baking paper agar nantinya biskuit tidak lengket.
  4. Panggang biskuit dalam oven bersuhu sekitar 176 derajat celsius selama 20 menit.
  5. Setelah matang, angkat dan sajikan ketika sudah dingin.

Selain membuat biskuit bayi dari oatmeal dan apel, Anda juga bisa membuat biskuit bayi lain yang tak kalah lezat menggunakan buah pisang. Berikut caranya.

Resep Biskuit Bayi dari Pisang

Biskuit pisang (sumber: floraandvino.com)

Biskuit pisang (sumber: floraandvino.com)

Bahan Biskuit Bayi dari Pisang

  • 2 buah pisang matang
  • 1 butir telur
  • Tepung terigu secukupnya (sampai biskuit bisa dibentuk)
  • 1 sdt baking powder

Cara Membuat Biskuit Bayi dari Pisang

  1. Lumatkan pisang yang sudah matang sampai lembek.
  2. Kocok lepas telur, masukkan dalam adonan pisang.
  3. Masukkan tepung terigu dan baking powder sedikit demi sedikit hingga adonan menyatu dan dapat dicetak.
  4. Cetak biskuit sesuai selera. Panggang dalam oven dengan suhu sekitar 176 derajat celsius hingga kuning kecokelatan, tapi tidak terlalu keras.
  5. Angkat dan dinginkan. Biskuit ini dapat disajikan sebagai camilan atau dicampur dengan susu/ASI.
Baca juga:  Kapan Bayi Mulai Merangkak? Berikut Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui

Bagaimana? Cukup mudah bukan? Sebelum membuat biskuit bayi sendiri, pastikan Anda menggunakan bahan-bahan yang tidak menimbulkan alergi pada bayi Anda.

[1] Rustanti, N dkk. 2012. Daya Terima Dan Kandungan Zat Gizi Biskuit Bayi Sebagai Makanan Pendamping Asi Dengan Substitusi Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Dan Tepung Ikan Patin (Pangasius Sp.). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 1(3): 59-64.

[2] Marlina, PWN dkk. 2018. Pengembangan Biskuit MPASI Berbahan Dasar Berbagai Macam Tepung Sebagai Produk Inovasi MPASI. MGMI. 10(1): 27-38.

[3] Sitompul, EM. 2014. Buku Pintar MPASI: Bayi 6 Bulan Sampai Dengan 1 Tahun. Jakarta: Lembar Langit Indonesia, hlm 48.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: