Baru Pertama Coba? Begini Cara Makan Shabu-shabu yang Mantap di Shabu Hachi

Merasakan Sensasi Makanan Shabu Hachi - www.shabuhachi.comMerasakan Sensasi Makanan Shabu Hachi - www.shabuhachi.com

Siapa yang tak kenal dengan shabu-shabu? Hidangan berkuah khas Jepang ini memang sukses memikat banyak penggemar kuliner di Indonesia, apalagi karena cara makan dan penyajiannya yang memang tidak biasa. Tak heran jika kemudian banyak resto khas masakan Jepang yang menyajikan shabu-shabu sebagai salah satu menu andalannya, tidak terkecuali dengan Shabu Hachi.

Shabu-shabu (nabe) adalah segala jenis hidangan yang disajikan dalam rebusan kaldu dalam suatu wadah. Wadah yang digunakan umumnya terbuat dari keramik sehingga memberikan kesan serta aroma yang berbeda saat kita menyantapnya. Shabu-shabu dan sukiyaki adalah salah satu hidangan jenis ini.

Shabu-shabu dan sukiyaki biasanya terdiri atas tofu, irisan tipis daging, seafood, udon, dan sayuran. Setiap restoran umumnya memiliki kombinasi yang berbeda untuk komposisi ini. Suppon adalah jenis nabe dengan bahan utama daging penyu. Nabe jenis ini merupakan menu incaran para wanita karena dipercaya mampu menghaluskan serta mengencangkan kulit.

Setelah dicelupkan ke dalam rebusan kaldu, shabu-shabu biasanya dimakan bersama saus yang mengandung wijen atau disebut ponzu. Sedangkan sukiyaki dimakan bersama kocokan telur mentah. Shabu-shabu umumnya cenderung lebih asin dibandingkan sukiyaki yang cenderung lebih manis. Bagi Anda yang tidak menyukai asin atau manis, lebih baik hati-hati dan jangan salah pesan saat memilih antara kedua menu ini.[1] Di dalam panci biasanya juga dimasukkan sayur-sayuran, tahu, atau kuzukiri.[2]

Baca juga:  Bahan Alami Yang Sebaiknya Tidak Digunakan Secara Langsung Pada Wajah

Nah, kembali membahas soal Shabu Hachi, resto khas Jepang yang sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI ini memiliki beberapa outlet yang tersebar di Lebak Bulus, Cilandak, Veteran (Jakarta Selatan), Cilaki (Bandung), dan juga Padjajaran (Bogor).Shabu Hachi menyajikan aneka menu makanan all you can eat (AYCE) dengan konsep individual soup. Jadi, tiap orang akan difasilitasi panci berisi kuah yang dapat dipilih dan diletakkan di atas kompor induksi yang ada di atas meja. Konsep ini tentunya akan memudahkan Anda untuk bebas memilih kuah sup apa yang Anda inginkan.

Varian Menu Shabu Hachi - www.zomato.com

Varian Menu Shabu Hachi – www.zomato.com

Harga Menu Shabu Hachi

Di Shabu Hachi menyediakan beberapa pilihan daging dengan kualitas terbaik dari harga sekitar Rp148 ribu untuk Australian regular, hingga Rp368 ribu untuk wagyu. Durasi atau batas waktu makan di Shabu Hachi pun cukup lama, sekitar 120 menit (2 jam). Jadi, Anda bersama pasangan, kerabat, atau keluarga pun tak perlu terburu-buru ketika hendak dine-in di Shabu Hachi.

Selain menu dine-in (makan di tempat), di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini Shabu Hachi juga menyediakan Shabu-shabu Package untuk Anda yang ingin take-away atau makan di rumah. Harga menu Shabu-shabu Package Take-away ini relatif terjangkau, yakni berkisar mulai Rp98 ribu sampai Rp158 ribu per porsi, dengan pilihan sup Original Konbu, Tom Yum, Japanese Broth, Collagen, dan Vegan. Selain itu, ada juga menu Yakiniku Ala Carte dengan harga kisaran Rp48 ribu sampai Rp128 ribu per porsi.

Baca juga:  Ingin Dapatkan Protein yang Mudah dan Murah? Yuk, Makan Serangga!

Cara Makan di Shabu Hachi

Jika Anda masih pemula atau baru pertama kali datang ke Shabu Hachi, sebenarnya tak perlu khawatir. Pasalnya, para staf di sana cukup ramah dan siap untuk menjelaskan sekaligus memandu Anda terkait tata cara memasak shabu-shabu dan pilihan menu yang tersedia.

Saat datang, pilih dahulu jenis kuah shabu-shabu yang Anda sukai. Apabila masih bingung, Anda bisa meminta tester terlebih dahulu agar bisa menentukan kuah shabu-shabu mana yang paling pas dengan lidah Anda. Kemudian, pilih jenis daging yang akan dimasak. Nantinya pelayan akan langsung meletakkan panci di atas pemanas yang ada di meja Anda. Apabila belum tahu cara penggunaan kompor listrik tersebut, Anda tak perlu sungkan meminta tolong pada sang pelayan.

Cara Makan di Shabu Hachi - www.shabuhachi.com

Cara Makan di Shabu Hachi – www.shabuhachi.com

Nah, sedangkan untuk cara memasak daging shabu-shabu yang benar, di akun Instagram-nya, @shabuhachi, rupanya pihak restoran merekomendasikan agar kita memasukkan daging selembar demi selembar kemudian celupkan 5-10 detik di kuah yang mendidih. Sebaiknya jangan mencelupkan irisan daging terlalu lama karena itu justru akan menghilangkan cita rasa daging. Setelah itu, baru Anda bisa memberinya saos gomadore atau Japanese citroes apabila diinginkan.

Baca juga:  Mengenal Nutrigenomik, Makan Sehat Sesuai Gen

Jika Anda juga mengambil sayuran, pastikan merebus sayuran secukupnya saja agar tidak merusak rasa kuah dari shabu-shabu Anda. Sayuran seperti lobak dan wortel, serta bahan seperti baso dan udang bisa dimasukkan lebih dulu ke panci karena bahan-bahan itu butuh waktu lebih lama untuk matang. Sedangkan untuk jamur bisa dimasukkan setelahnya (jangan terlalu lama dimasak agar tidak lembek). Lalu, untuk mie udon bisa langsung disiram dengan kuah panas, sementara bihun dan kwetiau bisa dimasak sekitar 15 detik. Sayur dan isiannya dapat disajikan dalam mangkok, lalu tambahkan kuah ke dalamnya.

[1] Juliandi, S. 2013. Best of Kyoto (hlm 115-116). Jakarta: Elex Media Komputindo.

[2] Tim Penulis Agriflo. 2012. Sapi – Dari Hulu ke Hilir dan Info Mancanegara (hlm 161). Jakarta: Agriflo.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: