Bisa Dilakukan di Rumah, Begini Cara & Prosedur Bleaching Gigi

Ilustrasi: gigi putih bersih (sumber: ddsdublin.com)Ilustrasi: gigi putih bersih (sumber: ddsdublin.com)

Pemutihan gigi (whitening) atau dental bleaching adalah prosedur untuk mencerahkan gigi yang sudah berubah warna atau bernoda. Pemutihan gigi ini bisa dilakukan di dokter gigi atau dilakukan sendiri di rumah tanpa bantuan dokter gigi.[1]

Memutihkan gigi (bleaching/dental whitening) tidak dianjurkan untuk anak-anak. Apalagi untuk gigi susu. Gigi susu punya lapisan email dan dentin yang tipis serta ruang saraf gigi yang besar. Hal itu menyebabkan gigi susu menjadi sangat sensitif terhadap bahan kimia yang digunakan untuk memutihkan gigi.

Terkadang, orang dewasa memerlukan pemutihan gigi karena berbagai alasan berikut ini:

  • Warna gigi yang berubah karena makanan dan minuman: kopi, teh, jamu, rokok, dan lain sebagainya.
  • Warna gigi yang berubah karena usia. Semakin tua usia kita, warna gigi pun akan lebih gelap.
  • Gigi yang terkena benturan keras biasanya akan berubah warna.
  • Obat-obatan. Perubahan warna gigi karena efek samping obat dan kemoterapi.[2]

Metode bleaching atau pemutihan gigi biasanya memakai bahan kimia bernama carbamide peroxide. Berikut ini ulasan cara dan prosedur bleaching gigi.

Baca juga:  Marak Beredar Produk Kosmetik Palsu, Amankah Krim Widodari Skincare Asli?

Cara & Prosedur Bleaching Gigi

Bleaching di Ruang Dokter Gigi

Ilustrasi: prosedur memutihkan gigi di klinik (sumber: docco.vn)

Ilustrasi: prosedur memutihkan gigi di klinik (sumber: docco.vn)

Teknik bleaching yang dilakukan di dokter gigi biasanya adalah teknik power bleaching. Bahan bleaching diaplikasikan pada permukaan gigi lalu proses pemutihan gigi diaktifkan dengan cara disinar dengan suatu sinar khusus. Dalam beberapa menit sampai sekitar setengah jam, tergantung dari banyaknya gigi yang ingin dirawat, gigi Anda akan tampak lebih putih dan perbedaan ini akan tampak signifikan. Bedan dengan warna gigi Anda sebelum dirawat.

Untuk gigi yang menghitam karena jaringan pulpanya telah mati, biasanya dilakukan perawatan bleaching dari dalam gigi. Setelah dilakukan perawatan endodontic, dokter gigi akan memasukkan bahan bleaching ke dalam gigi dan proses pemutihan gigi akan terjadi dari dalam. Kadang-kadang perawatan dari dalam juga dikombinasikan dengan perawatan bleaching dari luar gigi. Apalagi jika di permukaan email gigi tersebut juga mengalami pewarnaan ekstrinsik. Perawatan bleaching dari dalam gigi membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan perawatan dari luar gigi.

Baca juga:  Lulur Alami Untuk Memutihkan Kulit Dengan Cepat

Bleaching di Rumah dengan Anjuran Dokter Gigi

Perawatan bleaching juga bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Tentunya dengan sepengetahuan dokter gigi Anda ya! Dokter gigi Anda akan memberikan bahan bleaching yang biasanya berbentuk gel dan sebuah wadah untuk mengaplikasikan bahan ini ke gigi Anda. Wadah ini dibuat sesuai dengan bentuk gigi Anda, jadi tidak bisa dipakai oleh orang lain. Tujuannya agar bahan bleaching dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien, serta untuk menghindari iritasi pada jaringan gusi di sekitar gigi.

Ilustrasi: menggunakan gel pemutih gigi (sumber: anvas.info)

Ilustrasi: menggunakan gel pemutih gigi (sumber: anvas.info)

Bahan bleaching yang digunakan di rumah tidak sekuat yang digunakan di tempat praktek dokter gigi Anda demi alasan keamanan. Oleh karena itu, proses perawatannya pun bisa berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 2 sampai 4 minggu.[3]

Prosedur bleaching gigi umumnya relatif aman. Namun demikian, Anda bisa saja mengalami reaksi komplikasi seperti gigi terasa lebih sensitif atau ngilu. Keluhan gigi sensitif ini umumnya dialami usai tindakan pertama atau kedua. Tetapi tak perlu khawatir, karena reaksi tersebut kabarnya akan membaik seiring berjalannya waktu. Untuk mengatasi kondisi gigi sensitif setelah bleaching gigi, dokter gigi akan menyarankan Anda untuk memakai produk perawatan gigi yang mengandung kalium nitrat atau natrium florida.

Baca juga:  Tak Hanya Bersih, Ini Sederet Manfaat yang Ditawarkan NuSkin Ageloc LumiSpa

Selain gigi sensitif, Anda mungkin juga bisa mengalami iritasi pada gusi. Iritasi gusi ini dapat terjadi karena adanya kontak bahan pemutih gigi dengan gusi. Seperti halnya efek gigi sensitif, gejala ini pun akan hilang dengan sendirinya usai pemutihan gigi selesai.

Setelah melalui proses bleaching, sebaiknya jagalah kondisi gigi Anda agar tetap putih. Misalnya dengan berhenti merokok, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang bisa menimbulkan noda pada gigi. Rajin menggosok gigi dua kali sehari, serta rutin periksa gigi ke dokter gigi tiap enam bulan sekali.

[1] Rahmawanty, D dkk. 2019. Buku Ajar Teknologi Kosmetik. Cakti IG, editor. Malang: CV IRDH.

[2] Avlien, dkk. 2019. Komik Gigiku Kuat, Mulutku Sehat. Agus W, editor. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

[3] Rahmadhan, AG. 2010. Serba Serbi Kesehatan Gigi & Mulut (hlm 76-77). Natalia PH, editor. Jakarta: Bukune.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: