Apakah Cannabis Edibles Aman Dikonsumsi Anak-Anak?

Ketahui Bahan Cannabis Edibles - freepik: @pvproductionsKetahui Bahan Cannabis Edibles - freepik: @pvproductions

Di Indonesia, ganja termasuk salah satu tanaman ilegal yang tidak boleh ditanam dan dikonsumsi. Sementara itu, di beberapa negara, termasuk Kanada, ganja sudah dilegalkan dengan persyaratan khusus. Akhirnya, tercipta berbagai produk makanan yang mengandung ganja dan dikonsumsi tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Marijuana legal seperti ini disebut dengan cannabis edibles yang biasanya dijadikan sebagai campuran bahan permen cokelat atau lolipop.

Tanaman ganja (Cannabis sativa Linn) sudah dikenal lama sebagai tanaman obat dengan persebaran tinggi di daerah Asia, termasuk Indonesia, dan cannabis dijadikan sebagai agen anestesi ringan karena mengandung tetra hydro cannabinol (THC).[1] THC dapat mengikat reseptor spesifik yang ada di dalam otak dan dengan dosis rendah, senyawa ini mampu mengurangi rasa sakit, agresi, dan mual.

Ekstrak cannabis juga dipercaya mampu mengontrol nafsu makan berlebihan, melindungi saraf dari stres oksidatif melalui antioksidan neuroprotektif, dan meningkatkan mood. Meskipun begitu, di balik manfaatnya yang baik di dunia medis, jika penggunaan ganja tidak terkontrol dan melebihi dosis, dapat menyebabkan efek samping. Secara umum, marijuana bisa membuat berat badan turun drastis, gangguan penglihatan, gangguan kejiwaan, insomnia, sakau, kecanduan, hingga kematian.

Baca juga:  Apakah Pemakaian Wardah DD Cream Boleh Dicampur dengan Wardah Perfect Bright?

Cannabis Edibles Tidak Aman untuk Anak

Meskipun ganja memiliki beberapa efek samping, menimbang ada banyak manfaatnya, beberapa negara maju mulai melegalkannya. Dilansir dari Harvard Health Publishing, semakin banyak negara yang melegalkan penggunaan marijuana, sehingga banyak perusahaan makanan membuat produk turunannya untuk berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Produk turunan cannabis ini mengandung ekstrak ganja dalam dosis sangat sedikit. Biasanya, edibles cannabis berupa jajanan cokelat, permen, dan brownies.

Produk Pemen Cannabis Edibles - cmajnews.com

Produk Pemen Cannabis Edibles – cmajnews.com

Masih dilansir dari sumber yang sama, ringkasan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa antara tahun 2017 hingga 2019, ada sekitar 4.172 kasus keracunan pada bayi hingga anak usia sembilan tahun. Jumlah kasus ini terdeteksi dari Pusat Kendali Racun Regional yang mengatasi aduan masyarakat terkait paparan ganja pada anak dan bayi melalui makanan.

Jumlah laporan yang masuk dan persentase yang terkait kasus keracunan makanan mengandung cannabis edibles terus meningkat selama periode dua tahun. Kelompok usia yang paling umum terjangkit keracunan adalah balita usia 3 hingga 5 tahun. Hal ini terbilang cukup masuk akal karena ada banyak jajanan lezat untuk anak-anak yang mengandung cannabis edibles di atas meja makan di hampir setiap rumah.

Baca juga:  Apakah Produk Bb Cream Wardah Aman Untuk Kulit Wajah Berjerawat?

Untungnya, gejala yang timbul dari keracunan cannabis edibles pada anak tidak terlalu kronis dan efeknya tidak bertahan lama. Dalam kasus yang jarang terjadi, mengonsumsi produk makanan turunan ganja dapat menyebabkan kesulitan bernapas hingga koma dan tidak semua anak boleh mengonsumsi cokelat atau permen setiap hari dan jam.

Permasalahan lain dari cannabis edibles pada camilan anak, meskipun tertulis mengandung sedikit ganja atau dosis aman konsumsi, tidak ada yang tahu berapa persen atau gram ganja yang ada di setiap produk. Sebagai contoh, mungkin dalam satu toples permen tertulis mengandung cannabis edibles 1%, tetapi kita tidak tahu apakah 1% itu adalah semua permen dalam toples atau satu buah permen dalam toples.

Dikhawatirkan, jika salah memahami pelabelan produk, beberapa orang tua akan mengizinkan anaknya untuk menjadikan produk cannabis edibles sebagai camilan harian yang dapat dikonsumsi setiap saat. Mungkin jika si kecil mengonsumsinya sesuai dengan takaran atau dalam jumlah sedikit, efek sampingnya bisa segera dihilangkan. Namun, jika anak mengonsumsinya dalam jumlah banyak, efek sampingnya akan bertahan lama dan sulit diatasi.

Anak Konsumsi Cannabis Edibles didalam Permen - freepik: @prostooleh

Anak Konsumsi Cannabis Edibles didalam Permen – freepik: @prostooleh

Selain itu, di Kanada, sudah banyak anak-anak sekolah yang membawa permen dan cokelat mengandung cannabis edibles sebagai bekal ke sekolah. Biasanya, mereka akan membawa dalam jumlah banyak dan dibagi-bagikan kepada teman. Tentunya, jika anak mengonsumsi satu atau dua permen dan cokelat, mungkin tidak masalah. Namun, akan berbahaya jika setiap hari mereka mendapatkan asupan cannabis edibles dari temannya dan mulai merasakan efek kecanduan.

Baca juga:  Apa Sih Perbedaan Chiller dan Freezer?

Beruntung bagi warga negara Indonesia yang pemerintahnya masih tidak memperbolehkan konsumsi ganja. Hal ini membuat tidak ada produk turunan yang terbuat dari marijuana. Meskipun begitu, Anda harus berhati-hati jika membeli jajanan dari luar negeri. Periksa selalu label gizi dan komposisi yang tertera pada kemasan produk.

[1] Zulfahmi, Ilham, Rindhira Humairani, Yusrizal Akmal. 2018. Ekstrak Daun Ganja (Cannabis Sativa Linn) sebagai Agen Anestesi Ikan Koi (Cyprinus Carpio Koi). Jurnal Agroqua Universitas Almuslim, Vol. 16(2): 100-108.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: