Bremelanotide, Obat Baru untuk Hasrat Seksual Rendah pada Wanita

Hasrat Seksual Rendah pada Wanita - www.cosmopolitan.comHasrat Seksual Rendah pada Wanita - www.cosmopolitan.com

Beberapa wanita mungkin cenderung memiliki hasrat seksual atau tingkat libido rendah dibanding wanita lainnya. Tentu saja, bagi sebagian wanita, akan merasa tidak percaya diri dengan tingkat libido rendah. Untungnya, ada banyak sekali obat untuk menaikkan hasrat seksual pada wanita di luar sana. Baru-baru ini, juga ditemukan obat untuk meningkatkan hasrat wanita dengan banyak konsumen bernama Bremelanotide.

Sekilas Tentang Bremelanotide

Dilansir dari website BBC, lembaga pengawas obat dan makanan AS (FDA), telah memastikan obat merek Vyleesi aman untuk dikonsumsi. Nah, di Indonesia sendiri, tampaknya obat Vyleesi atau lebih dikenal dengan Bremelanotide, sudah beredar di pasaran. Obat ini dapat dibeli di apotek besar dan beberapa apotek dengan resep dokter.

Berita masuknya obat peningkat libido atau viagra wanita ini dianggap sebagai keberuntungan dalam hal kesehatan wanita. Obat ini dirancang untuk perempuan dengan segala usia dengan gangguan seksual HSDD atau Hypoactive Sexual Desire Disorder. Wanita dengan gangguan HSDD seringkali kurang bergairah dalam hal seksual. Gejala HSDD digambarkan sebagai rendahnya minat pada aktivitas seksual seorang wanita.

Menurut sebuah penelitian, HSDD dialami oleh 6% hingga 10% wanita yang masih dalam usia reproduktif. Dengan dilegalkannya penyebaran Bremelanotide, ini merupakan kedua kalinya industri farmasi menguji coba “viagra wanita”. Dengan adanya obat ini, diharapkan dapat mengatasi gangguan seksual pada wanita.

Wanita sedang Bermesraan -timesofindia.indiatimes.com

Wanita sedang Bermesraan -timesofindia.indiatimes.com

Hasil Penelitian Mengenai Bremelanotide pada Wanita

Pada dasarnya, fisiologi gairah seksual pada seorang wanita sangat kompleks. Namun, perlu Anda ketahui pula bahwa tidak banyak penelitian di bidang tersebut. Diperkirakan 40% wanita mengalami penurunan pada libido mereka. Penyebabnya berbeda-beda, seperti usia, lingkungan tempat tinggal, hingga proses persalinan.

Pada usia tertentu, seorang wanita mengalami penurunan hasrat seksual mulai dari usia 30 tahun. Sementara, beberapa wanita mengalami penurunan libido setelah mereka melakukan proses persalinan. Tentu setiap wanita memiliki permasalahannya sendiri-sendiri yang menjadi penyebab utama mereka mengalami penurunan libido. 

Dalam penelitian yang didanai mitra lisensi produsen obat, Bremelanotide tidak menyebabkan efek buruk dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu, menurut FDA, lebih dari 1.200 wanita telah dijadikan sampel dalam penelitian tersebut. Secara acak para wanita tersebut mengonsumsi Bremelanotide dalam waktu 24 minggu.

Hasil dari penelitian tersebut menemukan bahwa sekitar 24% wanita melaporkan bahwa dirinya mengalami peningkatan libido. Sementara, sekitar 35% wanita dengan gangguan HSDD juga telah mengalami banyak perubahan. Bahkan, di antaranya mengaku sudah tidak mengalami gangguan HSDD.

Penggunaan Obat Bremelanotide dan Efek Sampingnya

Menggunakan obat Bremelanotide tidak bisa secara sembarangan. Ada 2 macam bentuk obat yang beredar di pasaran saat ini, yaitu obat dengan bentuk tablet dan suntikan. Namun, akan lebih banyak dijumpai obat Bremelanotide dengan jenis suntikan. Obat ini diinjeksikan pada wanita setidaknya 45 menit sebelum melakukan aktivitas seksual.

Seorang wanita menyuntikkan obat pada bagian tubuh tertentu seperti paha dan perut. Tidak dianjurkan untuk menyuntikkan obat di bagian tubuh lain. Setelah disuntikkan, beberapa saat kemudian obat ini akan mengaktifkan reseptor melanocortin. Dengan aktifnya reseptor melanocortin, dapat mengakibatkan meningkatnya libido hasrat seksual pada wanita.

Pria Kecewa dengan Pasangan Wanitanya - www.stuff.co.nz

Pria Kecewa dengan Pasangan Wanitanya – www.stuff.co.nz

Untuk efek penggunaan obat, akan berbeda-beda, hal ini tergantung pada kondisi setiap wanita. Adapun anjuran dokter terkait dengan dosis yang diberikan, sebisa mungkin Anda tidak mengonsumsi obat ini lebih dari 8 suntikan dalam seminggu. Jika lebih dari 8 kali suntikan, ini dapat mengakibatkan gangguan HSDD menjadi semakin tidak stabil pada minggu berikutnya setelah Anda menggunakan obat ini.

Selain itu, perlu Anda ketahui pula bahwa obat ini juga memiliki efek samping. Menurut penelitian, sekitar 40% wanita yang mengonsumsi obat tersebut akan merasa mual dan muntah. Mual seringkali dirasakan oleh wanita yang pertama kali mengonsumsi Bremelanotide. Mual yang dirasakan oleh sebagian besar wanita memang wajar, tetapi ditemukan pula beberapa wanita dengan kondisi yang harus dirawat. Selain itu, wanita yang tidak bisa mencerna obat dengan baik akan mengalami sakit kepala.

Perlu Anda ketahui, Bremelanotide hanya boleh dikonsumsi oleh wanita dengan gangguan HSDD saja. Dalam artian hanya wanita yang memiliki rasa kurang pada hasrat seksual terlepas dari jenis aktivitas seksual yang terlibat. 

Untuk mengatasi dan mencegah efek sampingnya, ada beberapa larangan penggunaan obat Bremelanotide pada wanita. Wanita dengan tekanan darah tinggi harus menghindari jenis obat ini. Hal ini karena efek dari penggunaan obat yang mampu menaikkan tekanan darah dalam waktu cepat. Obat ini juga tidak dianjurkan bagi Anda dengan risiko penyakit kardiovaskular, karena dapat membuat peningkatan risiko terhadap penyakit gagal jantung.

Jika Anda memiliki gangguan ketergantungan alkohol dan sedang mengonsumsi naltrexone, Anda juga tidak boleh menggunakan obat Bremelanotide karena sangat berbahaya. Selain mual, muntah, maupun pusing, obat Bremelanotide juga memiliki dampak pada fisik. Jika Anda terlalu sering menggunakan obat ini, gusi serta gigi Anda akan mengalami perubahan warna menjadi kehitaman. Perubahan seperti ini bersifat permanen dan sangat sulit dihilangkan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: