Bolehkah Ibu Hamil 8 Bulan Naik Pesawat?

Ilustrasi: armada maskapai penerbanganIlustrasi: armada maskapai penerbangan

Memasuki usia kehamilan tua 8 bulan, biasanya calon ibu mulai disibukkan dengan berbelanja kebutuhan kelahiran dan bayi. Sementara kebanyakan wanita hamil lebih memilih belanja di rumah secara online, ada juga yang ingin belanja sekaligus berlibur ke luar kota naik pesawat. Pertanyaannya, bolehkah bumil usia 8 bulan naik pesawat?

Usia Kandungan Berapa Bumil Boleh Naik Pesawat?

Naiknya persentase jumlah penumpang dari tahun ke tahun mengharuskan maskapai meningkatkan prosedur keselamatan dalam penerbangan, demi keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.[1] Apalagi penumpang pesawat tidak hanya datang dari kalangan remaja dan dewasa normal, banyak juga bayi dan ibu hamil yang ikut terbang.

Salah satu cara untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, terutama bagi ibu hamil, yaitu dengan membuat peraturan yang wajib ditaati oleh penumpang. Ibu hamil diperbolehkan menjadi penumpang asal memenuhi peraturan yang berlaku, yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan usia kehamilan.

Secara umum, kebanyakan maskapai di Indonesia memperbolehkan ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 3 bulan menjadi penumpangnya. Ini karena pada usia kurang dari 3 bulan, lebih rentan terhadap gangguan kehamilan. Setelah melewati masa tersebut, janin yang ada dalam rahim perut ibu akan lebih kuat. Selain itu, kondisi kesehatan ibu hamil juga akan lebih stabil dengan usia janin 3 bulan ke atas.

Baca juga:  Merek Bedak Yang Dianggap Cocok Untuk Usia Remaja 14 Tahun
Ibu hamil naik pesawat (sumber: tui.co.uk)

Ibu hamil naik pesawat (sumber: tui.co.uk)

Usia kandungan 3 bulan ke bawah biasanya memiliki kondisi kesehatan yang kurang stabil, dipengaruhi hormon dan cara tubuh beradaptasi dengan adanya janin yang dikandung. Karena tubuh masih belum beradaptasi dengan baik, tak heran jika pada usia kehamilan muda, banyak perempuan sering merasa pusing, mual, dan mudah lelah.

Meskipun pada usia kehamilan di atas 3 bulan wanita bisa menjadi penumpang pesawat, perlu Anda ketahui bahwa usia kehamilan yang terus bertambah juga akan menambah kerentanan terhadap kandungan. Semakin tua usia kandungan, maka Anda harus semakin waspada dan menjaga kandungan Anda dengan lebih baik.

Sementara itu, usia kehamilan maksimal yang aman bagi wanita hamil yang ingin naik pesawat, saat kandungan memasuki trimester ke-2, maka kandungan bisa menjadi sangat rentan pada trimester ke-3. Karena itu pula, bagi Anda yang sedang mengandung dan memasuki usia 8 bulan, tidak disarankan untuk naik pesawat.

Baca juga:  Fungsi & Aturan Konsumsi Asam Folat Sebelum Hamil

Pada usia 8 bulan, kandungan Anda yang sudah tua akan rentan terhadap goncangan. Ketika pesawat akan mendarat dan terbang, biasanya mengalami sedikit turbulensi. Hal ini yang membahayakan wanita hamil dan bayi yang dikandungnya. Biasanya, turbulensi dapat memicu risiko terjadinya kontraksi atau kelahiran prematur. Apalagi jika bumil memiliki riwayat lemah kandungan, yang bisa berbahaya bagi nyawa sang ibu.

Meskipun begitu, saat ini sudah banyak maskapai yang menerapkan keamanan super bagi ibu hamil yang memasuki trimester ke-3 dan ingin naik pesawat. Setelah bumil dengan usia kandungan 8 bulan mengikuti serangkaian tes kesehatan dari dokter dan mendapatkan surat izin, mereka boleh menjadi penumpang pesawat terbang.

Ilustrasi: calon penumpang pesawat terbang

Ilustrasi: calon penumpang pesawat terbang

Saat ini, juga banyak maskapai yang memperbolehkan ibu hamil dengan usia kandungan 32 minggu atau lebih menjadi penumpangnya, dengan syarat harus menyertakan surat keterangan dokter dan didampingi oleh wali selama perjalanan berlangsung. Selain didampingi oleh wali, ibu hamil juga harus mengetahui peraturan penerbangan khusus ibu hamil dengan jenis kehamilan normal atau kembar.

Baca juga:  Atur Pola Makan Dengan Food Diary, Anda Ingin Coba?

Dilansir dari Traveloka, beberapa maskapai menerapkan sejumlah peraturan khusus untuk Anda yang memiliki kehamilan normal, Anda bisa naik pesawat dengan usia kandungan 32 minggu. Sementara, jika Anda memiliki kehamilan kembar, maka Anda hanya boleh naik pesawat dengan usia kandungan maksimal 27 minggu.

Jika Anda sudah memenuhi persyaratan dan dinyatakan boleh naik pesawat dengan usia kehamilan 8 bulan, pastikan Anda juga memperhatikan kondisi selama perjalanan. Untuk mencegah penyumbatan dan pembekuan darah di kaki, selama penerbangan berlangsung, istirahatlah secara cukup dan jangan terlalu sering menggantung kaki. Agar Anda tidak kelelahan, selain cukup beristirahat, Anda bisa minta fasilitas makanan bernutrisi lengkap pada pramugari yang bertugas. Ini akan membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

[1] Situmorang, Untari Christina. 2017. Penerapan Aspek Keselamatan Penerbangan di Bandara X pada Maskapai Y. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, vol. 1(2): 89-99.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: