‘Body-focused Repetitive Behaviors’, Kebiasaan Buruk yang Mengganggu Kesehatan

Kebiasaan buruk Kebiasaan buruk "Body-focused Repetitive Behaviors"

Body-focused Repetitive Behaviors (BFRB) adalah gangguan mental yang mencakup kebiasaan mencabuti kulit, menarik rambut, hingga menggigit atau mengelupaskan kuku. Sayangnya tak semua profesional kesehatan memahami gejala ini.

Bahkan psikolog, psikiater, dan dokter kulit mengatakan kebiasaan tersebut hanya fase perkembangan anak dan akan hilang dengan sendirinya. Psikolog yang mengkhususkan diri untuk perawatan BFRB, Fred Penzel, mengatakan baru-baru ini dia melihat seorang gadis remaja dibawa ke dokter kulit karena banyak bagian kulitnya mengelupas.

Pasien hanya diresepkan krim topikal steroid. Ada juga yang merekomendasikan orang tua untuk menghukum anaknya setiap kali mengulang perbuatan serupa. “Tidak ada upaya memahami apa yang sedang terjadi atau mendiagnosisnya dengan benar,” kata Penzel, dilansir di Psychology Today.

Penzel menyarankan profesional medis untuk memperhatikan 10 hal berikut jika melihat pasien dengan gejala BFRB.

  • Pertama, jika bertemu anak dengan rambut rontok, jangan segan bertanya apakah mereka mencabutnya sendiri.
  • Kedua, jika ada anak dengan luka parut di kulit, jangan segan menanyakan apakah mereka mengelupaskannya sendiri. Jangan pula terkejut jika jawaban si anak bohong karena dia enggan mengakuinya.
  • Ketiga, perhatikan reaksi Anda saat bertemu pasien dengan gejala BFRB, mulai dari nada suara, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan cara Anda memeriksanya. Cobalah lebih meyakinkan mereka banyak anak remaja lain melakukan hal serupa, namun bukan berarti mereka tidak normal atau tampak buruk.
  • Keempat, perempuan dengan gejala BFRB lebih banyak dari laki-laki. Rasionya sembilan berbanding satu.
  • Kelima, coba meyakinkan orang tua anak bahwa gejala BFRB bukan gangguan serius dan dapat diobati dengan terapi tepat. Cobalah mencegah orang tua anak menyalahkan dirinya sendiri.
  • Keenam, jangan hanya berasumsi menarik rambut atau mencabuti kuku karena stres atau fase wajar pada anak. Kebiasaan ini jauh lebih kompleks dan perlu dipahami karena bisa bertahan seumur hidup.
  • Ketujuh, jangan pula menganggap kebiasaan tersebut karena trauma. Perilaku ini sebagian besar disebabkan masalah sensorik, dan paling sering dilakukan anak ketika mereka bosan, tidak aktif, diremehkan, atau terlalu bersemangat, stres, bahkan terlampau senang.
  • Kedelapan, pada anak yang suka menarik rambut, tanyakan apakah mereka juga memakan rambutnya? Jika ya, ini bisa mengarah ke pembentukan trichobezoars yang kemudian harus dioperasi karena bisa mengancam keselamatan si anak.
  • Kesembilan, cobalah mendidik anak BFRB dengan mengumpulkan mereka dalam kelompok kecil, misalnya beranggotakan lima orang. Anda bisa melatih mereka untuk penyembuhan.
  • Kesepuluh, BFRB bisa diobati efektif dengan terapi perilaku komprehensif, namun hanya bisa dilakukan mereka yang berpengalaman dan pelatihan khusus. Bicara biasa, latihan relaksasi, hipnosis sejauh ini kurang efektif. Terakhir, kumpulkan sebanyak mungkin sumber rujukan tentang BFRB dan jangan ragu mengunjungi pusat perawatan yang ada di wilayah Anda.
Baca juga:  Sains di Balik Tren ‘Kosmetik Bersih’

Penyebab dan Macam-Macam BFRB

Kebiasaan mencukil kulit dan kuku (sumber: mswcareers.com)

Kebiasaan mencukil kulit dan kuku (sumber: mswcareers.com)

Para ahli juga masih berusaha mencari tahu penyebab BFRB ini, tetapi mereka tahu jika genetik terlibat dalam hal ini. Jika seseorang dalam keluarga Anda memiliki BFRB, Anda juga cenderung memilikinya. Hal-hal lain yang mungkin berperan termasuk kepribadian Anda, jumlah stres dalam hidup Anda, masa kecil Anda, dan bahkan usia ketika Anda mulai menunjukkan tanda-tanda BFRB. Lebih banyak wanita yang memilikinya daripada pria.

Dermatillomania

Jika Anda memiliki keinginan untuk menyentuh, menggaruk, atau mencakar kulit sendiri secara repetitif. Mungkin saja Anda menderita gangguan psikologis yang disebut dermatilomania. Penyakit ini yang juga dikenal dengan istilah compulsive skin picking atau excoriation disorder.

Kondisi ini merupakan salah satu jenis dari gangguan pengendalian impuls. Perbedaan dari dermatilomania dan kebiasaan menggaruk yang ada pada kelainan kulit lain adalah perilaku ini umumnya dilakukan selama jangka panjang, menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan, serta menyebabkan individu mengalami distres serta disfungsi yang signifikan.

Baca juga:  Menu Diet Atkins Yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Puasa

Ada berbagai aktivitas yang akan dilakukan orang saat mengalami kecemasan atau rasa gelisah. Nah, salah satu aktivitas yang sering dilakukan sebagai pelampiasan rasa cemas adalah kebiasaan menggigit kuku atau onychophagia.

Onychophagia

Kebiasaan menggigit kuku biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak dan berlanjut sampai remaja hingga dewasa. Onychophagia biasanya dilakukan saat seseorang merasa tegang, panik, bosan, ketakutan atau saat mood-nya tidak baik. Bagi mereka yang sering menggigit kuku, kebiasaan tersebut dianggap sebagai cara ampuh untuk mengatasi kecemasan, ketegangan, dan stress yang dialami. Kebiasaan ini juga bisa merupakan gejala dari gangguan psikologis berupa kecemasan berlebihan, ditandai dengan pikiran-pikiran negatif seperti kegelisahan, dan ketakutan, yang disebut dengan obsessive compulsive disorder (OCD).

Kebiasaan menggigit kuku/Onychophagia (sumber: wsdl.ooo)

Kebiasaan menggigit kuku/Onychophagia (sumber: wsdl.ooo)

Rhinotillexomania

Jika Anda terlalu lama atau sering mengupil sehingga memengaruhi kehidupan sehari-hari, Anda mungkin menderita rhinotillexomania. Dalam beberapa kasus, orang menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk mencoba membersihkan hidung mereka. Orang-orang yang memiliki BFRB jenis ini juga lebih cenderung memiliki BFRB lain, seperti dermatillomania atau onychophagia. Cobalah perhatikan setiap kali Anda memiliki keinginan untuk ngupil dan tuliskan bagaimana perasaan Anda saat itu. Ini mungkin membantu Anda mengetahui pemicu Anda dan apa yang harus dilakukan untuk jenis gangguan ini.

Baca juga:  Rawat dan Kendalikan Mood Swing Saat PMS Agar Tak Semakin Parah

Trikotilomania

Pernahkah anda merasakan dorongan tak tertahankan untuk menarik atau mencabut rambut dari kulit kepala, alis, bahkan bulu mata? Yah, mungkin saja hal seperti ini sering dirasakan oleh sebagian orang yang mengidap trikotilomania. Trikotilomania adalah istilah yang digunakan untuk orang yang memiliki kebiasaan mencabut rambut mereka.

Trikotilomania yang biasa disebut trikotilosis atau TTM didefinisikan sebagai penyakit psikologis saat penderita memiliki keinginan tidak tertahankan untuk menarik rambut dari bagian-bagian tubuh mereka sendiri. Tidak terbatas pada rambut kepala, penderita trikotilomania acap kali merasakan kepuasan dan penurunan tingkat ketegangan setelah mencabuti rambut di bagian-bagian tertentu tubuh mereka.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: