Bisnis Gorengan Modern, Menyulap Jajanan Pinggir Jalan Menjadi Lebih Berkelas

Bisnis Gorengan - (Sumber: majalahkesehatan.com) Bisnis Gorengan - (Sumber: majalahkesehatan.com)

Siapa yang menyangka jajanan seperti gorengan bisa menjadi sebuah bisnis dengan omzet besar? Gorengan dikenal sebagai jajanan yang dijual dengan harga terjangkau, sebagian besar mengatakan sesuai dengan kantong mahasiswa.

Gorengan dapat menjadi salah satu ide dalam berbisnis. Hal tersebut tentu diiringi dengan ide dan konsep yang baru supaya masyarakat dapat merasakan suasana baru saat menyantap jajanan tersebut. Salah satu idenya adalah dengan bisnis gorengan modern.

Bisnis gorengan modern merupakan salah satu bisnis yang bergerak di bidang kuliner. Dengan menggunakan produk yang biasa ditemukan di pinggir jalan, beberapa orang yang terjun ke dalam bidang ini ingin mengangkat kelas jajanan tersebut dengan mengemasnya menjadi jajanan yang lebih modern. Hal tersebut dapat dilihat dari tampilannya, maupun tempat di mana gorengan dijual.

Gorengan tersedia dalam berbagai macam jenis, mulai pisang goreng, bakwan, tahu, menjes, tempe mendoan, dan lain-lain. Anda dapat menemukan orang berjualan gorengan di sekitar kampus, di pinggir jalan, di cafe bahkan di mall.

Baca juga:  Selain Popcorn dan Kacang, Coklat Hitam juga Bisa Jadi Cemilan Sehat Untuk Diet

Bisnis gorengan modern ternyata mendatangkan omzet hingga ratusan tiap bulannya. Seperti yang dilakukan Ahmad Luthfi Amrulah. Ia membuat jajanan gorengan yang menjadi naik tingkat yang diberi nama Gorengan Girang.

Gogir (Gorengan Girang) merupakan makanan kecil atau jajanan berupa pisang goreng dengan berbagai variasi rasa toping yang menarik. Bukan saja dari segi tampilan yang menarik, tetapi rasanya juga dinilai enak oleh konsumen.

Konsep menarik dan berkelas itulah yang dimunculkan oleh Luthfi untuk produk gorengannya. Ide itu muncul saat ia melihat banyak usaha makanan kecil yang bisa menjadi populer hanya karena tampilannya yang menarik.

Selain karena gorengan yang sudah dikenal masyarakat, konsep awal Gorengan Girang dinilai mampu mengangkat kelas jajanan tersebut dengan mengemasnya menjadi gorengan modern.

Tips supaya bisnis gorengan modernnya dikenal luas oleh masyarakat, ia memperhatikan betul mengenai kualitas produk, rasa, serta pelayanannya. Ia tidak segan untuk menyediakan jasa pesan antar khususnya untuk mahasiswa.

Dari hasil penjualan gorengan, Luthfi bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 18juta per bulan. Selain menu pisang goreng, ia juga menyajikan minuman yang biasa dijual di kafe-kafe.

Gorengan Renyah - (Sumber: www.cicicookies.com)

Gorengan Renyah – (Sumber: www.cicicookies.com)

Ide dalam berbisnis gorengan modern bisa datang dari kegemaran memasak. Seperti yang dilakukan oleh Riyadh. Ia memulai bisnisnya secara otodidak. Awalnya, Riyadh memasarkan gorengannya kepada teman sekelasnya sebagai konsumen.

Karena usahanya memiliki banyak peminat, ia menemukan ide untuk membuka kafe di mal. Riyadh memberi nama kafe itu dengan Go Crunz. Di kafe itu menyediakan menu gorengan, seperti kentang, jamur, ayam dan otak-ptak ikan. Selain gorengan, ia juga menyediakan beragam pilihan minuman.

Gorengan di Go Crunz dibanderol harga Rp 6.000-9.000 per kotak. Setiap kotak berisi empat dan lima gorengan. Bisnisnya tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat, sehingga ia menambah dua gerai dengan konsep booth.

Dari ketiga tempat tersebut, Riyadh mengantongi omzet sebesar Rp 120 juta per bulan dengan laba sekitar 40% dari omzet. Lantaran respons pasar yang positif, sejak tahun 2010, ia resmi menawarkan kemitraan usaha. Saat ini gerainya mencapai 12 buah yang tersebar di beberapa kota diantaranya Jakarta, Bekasi, Malang, hingga Balikpapan

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: