Bisnis Biji Plastik, Mengolah Sampah Jadi Omzet Ratusan Juta Rupiah

Biji Plastik - www.bijiplastiklokal.com Biji Plastik - www.bijiplastiklokal.com

Selama ini sampah plastik memang merugikan masyarakat. Sampah jenis ini seringkali dinilai tidak bermanfaat karena tidak dapat terurai oleh alam. Banyak masyarakat yang kurang mengetahui manfaat dari sampah plastik ini.

Sampah plastik dapat dimanfaatkan dalam berbagai jenis produk dengan cara daur ulang. Plastik-plastik yang tidak terpakai itu dikumpulkan kemudian dibersihkan, dipilah dan digiling menjadi biji plastik. Biji plastik ini yang nantinya akan dibuat menjadi produk daur ulang yang lebih bernilai.

Peluang dari bisnis ini sendiri mungkin berasal dari penggunaan plastik yang semakin meningkat oleh masyarakat. Padahal, plastik sendiri mempunyai sifat tidak dapat terurai.Apabila dibiarkan, maka hal tersebut dapat menjadi masalah. Untuk menanggulangi masalah itu, salah satu caranya adalah dengan bisnis biji plastik ini.

Bisnis biji plastik bukan suatu hal yang baru. Namun, potensi bisnis ini terbilang cukup menjanjikan. Sebagai gambaran, jika biasanya sampah plastik dijual seharga Rp 3.000 per kg namun setelah diolah menjadi biji plastik bernilai Rp 17.000 per kg.

Bisnis ini tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, namun juga berdampak baik bagi lingkungan. Karena selama ini, apabila terjadi penumpukan sampah plastik di lingkungan, dapat mengakibatkan banjir.

Untuk memulai bisnis biji plastik ini membutuhkan modal, baik bersifat materiil maupun non materiil. Modal materiil meliputi pembelian mesin, penggunaan lahan hingga pemasaran produk. Sedangkan modal non materiil seperti persiapan mental dan pikiran positif.

Setelah itu, yang patut Anda pikirkan adalah mengenai lokasi. Hal ini merupakan hal penting karena sampah plastik sering menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat mengganggu sekitar. Disarankan pula untuk memiliki ijin usaha dan persetujuan lingkungan sekitar.

Untuk bisnis biji plastik ini tentukan mana jenis daur ulang sampah yang ingin Anda tekuni. Kebutuhan masyarakat sekitar juga dapat dimanfaatkan, misalnya keperluan rumah tangga, seperti tempat tissue ataupun tempat sampah.

Bahan baku juga perlu dipertimbangkan, dari mana Anda akan memperolehnya, dari sampah rumah tangga atau dari pemulung sampah.

Bisnis pengepul plastik bekas ibu-ibu [foto:SINDOnews]

Selain itu, untuk mendukung usaha ini, sebaiknya menggunakan alat seperti mesin penghancur plastik, mesin pelumer plastik, dan peralatan lainnya. Untuk gambaran, harga mesin penghancur plastik dijual dengan harga Rp 10.500.000. Mesin ini bekerja dengan menggunting limbah plastik dengan aneka macam bentuk, model dan ukuran menjadi serpihan kecil-kecil.

Sebelum melakukan pengolahan, plastik sebaiknya dipisahkan menurut warna dan kekeruhan bahannya. Sampah plastik dibersihkan dari semua jenis noda menggunakan pisau dapur. Secara umum, tahapan membuat biji plastik yaitu:

  1. Plastik masuk ke metering feeder untuk dicacah atau dihancurkan.
  2. Serpihan plastik itu kemudian dimasukkan ke dalam mesin extruder untuk dipanaskan hingga meleleh.
  3. Setelah meleleh, akan dimasukkan ke sebuah cetakan (screen) yang ujungnya berada di ujung mesin extruder.
  4. Setelah keluar dari cetakan, lelehan plastik tadi dimasukkan ke dalam air yang ada di water tank.
  5. Plastik yang sudah membeku di tangki air tadi, kemudian ditarik dan dihubungkan ke sebuah alat pemotong. Plastik yang membeku dan berbentuk panjang tadi dipotong sehingga menjadi butiran biji plastik.

Tetapi, ada juga hasil dari penggilingan tersebut berupa serpihan plastik yang masih basah. Kemudian, serpihan tersebut dijemur, dan setelah kering, lalu disimpan dalam karung, dan dijual. Serpihan plastik kering itu dijual ke pabrik pengolahan plastik dengan harga Rp 5.000-10.000 per kilogram.

Biji plastik merupakan bahan utama pembuatan poliester untuk dicetak kembali menjadi bahan karpet, busa kasur, hingga busa rokok.

Dikarenakan peluang serta potensinya yang baik, bisnis ini telah dijalankan oleh banyak orang. Contohnya, Hengky Adi Wibowo, pengusaha biji plastik di Purworejo, Jawa Tengah. Lima tahun menjalani bisnis tersebut, ia telah mendapatkan keuntungan  yang tidak sedikit. Dalam sebulan, ia mendapatkan omzet sebesar Rp 100-120 juta. Bahkan ia memiliki dua tempat pengolahan plastik.

“Pengolahan di Sindurjan lebih dikhususkan untuk pengepresan plastik PET. Untuk yang di sana, pabrik minta plastik dalam bentuk kotak hasil pres,” jelasnya.

Usaha Hengky tersebut terus berkembang. Dalam satu minggu ia bisa menyetor sebanyak tiga kali ke pabrik. Berlimpahnya sampah plastik menjadi pendorong kuat mengapa usaha ini terus berkembang. Di Purworejo, terdapat empat usaha sejenis. Hal ini menunjukkan jenis usaha ini prospeknya bagus.

Apabila bisnis ini ditekuni, produknya dapat menembus pasar internasional. Seperti yang dilakukan Subhan, pengusaha biji plastik di Kediri. Ia menyebutkan bahwa setiap bulannya dapat mengirimi 30 ton ke Hongkong dan Cina. Menurutnya, kebutuhan biji plastik setiap pekannya mencapai 300 ton dari Indonesia.

Kondisi ini diuntungkan pula dengan tidak banyaknya usaha serupa di negara lain di Asia. Namun, bisnis ini juga menghadapi kendala, seperti sulitnya mencari kucuran modal dari bank dan pemerintah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: