Biaya Produksi & Cara Membuat Kertas Daur Ulang

biaya, produksi, kertas, daur, ulang, tepung, kanji, pewarna, bahan, kertas, bekas, membeli, solusi, mengatasi, limbah, cara, investasi, blender, ember, saringan, buku, teks, pendidikan, kajian, 2018, baru Buku catatan dari kertas daur ulang (Instagram: @lakuiki)

Kertas menjadi salah satu limbah yang dihasilkan oleh manusia, baik yang dihasilkan oleh rumah tangga, sekolah, atau perkantoran. Limbah kertas dapat menjadi salah satu masalah yang cukup serius di lingkungan.

Salah satu solusi mengatasi limbah kertas adalah dengan melakukan daur ulang limbah kertas (membuat kertas daur ulang). Mendaur ulang kertas bisa membantu pemerintah untuk penanggulangan sampah, terutama limbah kertas. Selain itu, pengolahan daur ulang kertas membawa beberapa keuntungan, di antaranya menambah pendapatan, mengurangi limbah lingkungan, menghemat energi, dan membantu dunia dari pemanasan global.

Jika dilihat dari peluang pasarnya, kertas daur ulang saat ini sudah diminati oleh beberapa pihak. Dari kertas daur ulang, bisa dihasilkan beberapa hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif orang yang memiliki jiwa seni. Hasil karya yang dihasilkan bisa digunakan untuk pernak-pernik penghias rumah, alat tulis dan perkantoran, juga bisa dibuat sebagai wadah-wadah serbaguna.

Membuat kertas daur ulang bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan. Cara membuat kertas daur ulang, yaitu:

  • Masukkan satu kilogram kertas bekas (kertas putih/HVS bekas) ke dalam ember.
  • Kemudian, tambahkan air dan rendam selama kurang lebih 12 hingga 24 jam.
  • Parut semua kertas yang telah direndam sampai hancur.
  • Ambil segenggam kertas parutan, masukkan ke blender, dan tambahkan air hingga penuh, lalu blender. Kumpulkan bubur kertas ke dalam ember.
  • Tambahkan 150 gram kanji ke dalam 300 ml air, dan panaskan 2 liter air (hangatkan). Campurkan air kanji dengan air hangat.
  • Tuangkan 30 liter air ke dalam ember kotak dan tambahkan 500 ml air kanji yang dicampur. Sisa kanji tersebut (950ml), tuangkan ke dalam bubur kertas dan diaduk.
  • Tuangkan 2 liter bubur kertas ke dalam ember berbentuk kotak, lalu diaduk. Letakkan selembar kain keras di atas meja (untuk bingkai).
  • Buat dua saringan. Posisikan saringan berada di tengah-tengah.
  • Masukkan saringan atau cetakan ke dalam ember kotak, kemudian angkat perlahan cetakan yang telah terisi bubur kertas.
  • Lepaskan bingkai di atasnya, Anda akan melihat lapisan bubur kertas di bingkai saringan. Tempelkan lapisan bubur kertas di kain keras yang telah disediakan. Kemudian, angkat bingkai saringan, maka akan tampak lembaran kertas basah menempel di kain keras.
  • Taruh lembaran kain kertas lagi di atas lembaran yang sudah terisi kertas basah sebelumnya, dan ulangi langkah tersebut hingga Anda mendapatkan lembar kertas yang diinginkan.
  • Angkat kain keras yang sudah terisi lembaran kertas basah satu persatu dan jemur di tempat teduh selama 6 hingga 8 jam.
  • Apabila setengah kering, Anda dapat menjemurnya langsung di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering.
biaya, produksi, kertas, daur, ulang, tepung, kanji, pewarna, bahan, kertas, bekas, membeli, solusi, mengatasi, limbah, cara, investasi, blender, ember, saringan, buku, teks, pendidikan, kajian, 2018, baru

Lembaran kertas daur ulang (Instagram: @hdyrchmn)

Dengan memanfaatkan beberapa bahan tersebut, membuat kertas daur ulang juga perlu mengeluarkan beberapa . -biaya tersebut bisa disebut dengan . Biaya mencakup keseluruhan biaya yang membentuk sebuah . Karena di sini adalah kertas daur ulang, maka Anda hanya memerlukan biaya untuk membeli beberapa bahan seperti tepung kanji, pewarna, dan mungkin juga untuk membeli kertas bekas. Apabila Anda memiliki kertas bekas di rumah, maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli kertas bekas.

Selain biaya produksi, bisa dirancang juga mengenai perkiraan biaya investasi sebagai berikut:

Rincian Biaya Penunjang Produksi Kertas Daur Ulang

Komponen Biaya Nominal (Rp)
Blender 300.000
Bingkai saringan 250.000
Ember kotak 350.000
Meja & parutan 500.000
Kain keras/kain kasa 200.000
Gelas pengukur air 100.000
Stelling pemajang produk 800.000
Perjalanan (mencari lokasi pemasaran) 700.000
Pencarian barang habis dan peralatan pendukung 200.000
Total Biaya 3.400.000

Total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar Rp 3.400.000, sedangkan bahan baku utama berupa kertas bekas, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bisa didapatkan dengan cara membeli dengan biaya terjangkau, atau bisa juga tidak mengeluarkan biaya.

Setelah produksi kertas daur ulang, misalkan didapatkan dengan kertas bekas seberat 1 kg, 150 gr tepung kanji, dan 50 gr pewarna akan dihasilkan kertas daur ulang sebanyak 20 lembar, dengan biaya bahan habis sebesar Rp 9.000.

Hasil pengolahan dari kertas daur ulang, bisa digunakan sebagai benda-benda kerajinan, wadah serbaguna, dan lainnya. Selain itu, juga bisa digunakan untuk penunjang di bidang pendidikan, seperti untuk buku cetak.

Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan penggunaan jenis kertas daur ulang untuk produksi buku teks pendidikan di tahun 2018 ini.

biaya, produksi, kertas, daur, ulang, tepung, kanji, pewarna, bahan, kertas, bekas, membeli, solusi, mengatasi, limbah, cara, investasi, blender, ember, saringan, buku, teks, pendidikan, kajian, 2018, baru

Buku berbahan kertas daur ulang (Instagram: @moonriver_projects)

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Kapuskurbuk) Kemdikbud, Awaluddin Tjalla mengatakan bahwa pihaknya menyadari adanya kenaikan bahan baku kertas hingga Rp 15.000 per kilogram, lebih tinggi dari asumsi yang digunakan Kemdikbud saat menetapkan Eceran Tertinggi (HET) buku pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya tengah mengkaji penggunaan  bahan baku kertas alternatif yang lebih terjangkau.

Kemdikbud sudah membahas mengenai hal tersebut. Persoalan yang sedang dibahas bukan soal harga, tetapi persoalan jenis kertas yang digunakan pada jenjang satuan pendidikan.

Menurut Awaluddin Tjalla, pihaknya tidak bisa hanya melihat dari satu sisi dalam menentukan penyesuaian HET buku pendidikan. Menurutnya, peningkatan harga bahan baku kertas terjadi akibat melonjaknya permintaan ekspor ke sejumlah negara. Belum lagi adanya momentum pilkada pada tahun ini yang membuat kebutuhan kertas dalam negeri meningkat.

Awaluddin menerangkan bahwa untuk saat ini harga HVS 70 gram yang menggunakan kertas daur ulang  sekitar Rp 12.000 per kilogram, jauh lebih murah dari kertas HVS 70 gram yang biasa yang saat ini harganya mencapai Rp 15.000. Ia mengakui bahwa tingkat keputihan kertas daur ulang memang tidak seterang kertas baru.

Namun, menurut para praktisi yang terlibat dalam kajian, kondisi kertas dinilai masih cukup layak untuk dijadikan buku pelajaran. Selain itu, kertas daur ulang juga memiliki dampak positif bagi lingkungan.

Pihaknya pun berkomitmen untuk mempercepat dummy buku pendidikan yang menggunakan kertas daur ulang agar segera diselesaikan. Selanjutnya, hasil kajian tersebut akan disampaikan ke direktorat terkait untuk kemudian diputuskan apakah akan menjadi standar yang digunakan secara nasional atau tidak.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 173/P/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran  Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kurikulum 2013, bahan kertas yang digunakan untuk isi buku teks adalah HVS 70 g/m2, dengan tingkat keterangan 75% hingga 85%. Sementara kualifikasi kertas daur ulang yang tengah diuji coba adalah HVS 70 g/m2, dengan tingkat keterangan 70%  – 85%.

Adapun jumlah kebutuhan kertas untuk Tahun Ajaran 2018-2019 mencapai 88.215,09 ton, terdiri dari tingkat SD dan SMP mencapai lebih dari 40 ribuan ton, SMP 26.900 ton, SMA, SMK serta Madrasah Aliyah mencapai 18.577 ton.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: