Besarnya Biaya Pernikahan & Risiko Terjadinya Perceraian

biaya, pernikahan, rentan, perceraian, besar, mewah, pasangan, keluarga, meminta, bantuan, WO, wedding, organizer, saudara, jumlah, tamu, katering, cincin, pesta, pria, wanita, penelitian, sampel, indonesia, luar, negeri Ilustrasi: biaya pernikahan dan perceraian (sumber: esme.com)

Besarnya mungkin menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh calon pengantin. Biasanya hal itu karena dorongan dari pihak atau memang keinginan sendiri.

Biaya pernikahan yang besar biasanya akan terkait dengan meriahnya sebuah pesta pernikahan. Jika mempunyai dana lebih, maka Anda dan pasangan akan bisa mendatangkan seorang penyanyi atau band terkenal, bisa menyajikan dekorasi yang mewah, menghidangkan makanan berkelas, tempat yang mewah, dan lainnya.

Banyak orang yang menganggap jika pesta pernikahan seakan harus diadakan secara mewah untuk menjadi sebuah prestise kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Mungkin tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Jika di Indonesia, biaya pernikahan yang relatif mahal bisa jadi karena peraturan atau adat suatu daerah.

Besarnya Biaya Pernikahan & Risiko

Tetapi, siapa sangka jika biaya pernikahan yang besar bisa meningkatkan risiko terjadinya suatu perceraian? Menurut beberapa penelitian yang dilakukan, hal itu bisa saja terjadi. Seorang profesor di bidang , Andrew Francis Tan dan Hugo M Mialon melakukan survei kepada 3.000 orang yang menikah, dan menemukan ada karakteristik tertentu yang memicu kemungkinan peningkatan perceraian.

biaya, pernikahan, rentan, perceraian, besar, mewah, pasangan, keluarga, meminta, bantuan, WO, wedding, organizer, saudara, jumlah, tamu, katering, cincin, pesta, pria, wanita, penelitian, sampel, indonesia, luar, negeri

Pengantin pria memasangkan cincin mewah di jari mempelai wanita

Menurut penelitian, uang yang dibelanjakan oleh pasangan untuk membeli cincin dan menyelenggarakan pesta pernikahan (termasuk dekorasi tempat) berbanding terbalik dengan lamanya sebuah kehidupan pernikahan.

Pasangan yang membeli cincin dengan harga relatif mahal, rentan untuk bercerai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Francis-Tan dan Mialon, hal itu berlaku terutama bagi pasangan yang harga cincinnya mencapai lebih dari $ 2.000 (sekitar Rp 29 jutaan). Secara khusus, pada mempelai pria, pengeluaran antara $ 2.000 (atau sekitar Rp 29 jutaan) dan $ 4.000 (sekitar Rp 58 jutaan), dikaitkan pada bahaya perceraian 1,3 kali lebih besar dibanding mempelai pria yang menghabiskan uang antara $ 500 (sekitar Rp 7 jutaan) dan $ 2.000 (sekitar Rp 29 jutaan).

Hal yang sama berlaku untuk biaya menyelenggarakan upacara pernikahan yang biayanya kurang dari $ 1.000 (Rp 14 jutaan) menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kemungkinan perceraian dan pernikahan dengan biaya lebih dari $ 20.000 (Rp 294 jutaan) meningkatkan kemungkinan bercerai sebesar 1,6 kali dalam sampel perempuan.

Para profesor yang melakukan penelitian itu juga menemukan adanya satu karakteristik lagi yang berdampak terhadap risiko perceraian yaitu seberapa penting penampilan pasangan satu sama lain ketika menikah. Menurut Milano, penampilan pasangan yang harus sesuai standar pasangannya terkait secara signifikan terhadap durasi pernikahan yang lebih pendek.

Alih-alih menghabiskan banyak uang untuk menyelenggarakan pesta pernikahan, sebaiknya pasangan lebih banyak mengalokasikan uang mereka ke rencana bulan madu. Menurut Milano, pergi berbulan madu bagi pasangan yang sudah menikah terkait dengan rendahnya tingkat kemungkinan perceraian secara signifikan.

Tips Mengendalikan Biaya Pernikahan

biaya, pernikahan, rentan, perceraian, besar, mewah, pasangan, keluarga, meminta, bantuan, WO, wedding, organizer, saudara, jumlah, tamu, katering, cincin, pesta, pria, wanita, penelitian, sampel, indonesia, luar, negeri

Ilustrasi: resepsi pernikahan mewah

Biaya pernikahan bukan tidak mungkin dikendalikan atau dengan kata lainnya dihemat. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghemat biaya pernikahan, antara lain:

  • Meminjam properti untuk pesta pernikahan, menyewa kebaya dan/atau jas pengantin pria, dan lainnya. Beberapa barang mungkin saja tidak harus dibeli, tetapi bisa juga didapatkan dari meminjam milik orang sekitar Anda.
  • Salah satu hal yang mungkin bisa menjadi penyebab biaya pernikahan menjadi besar adalah keterlibatan pihak wedding organizer (WO). Menggunakan jasa WO memang akan memudahkan urusan pernikahan, tetapi itu juga bisa menjadi penyebab dana yang harus dikeluarkan menjadi lebih banyak.
  • Cara menghemat bujet pernikahan bisa dengan cara mempercayakan kepada keluarga atau orang yang Anda percayai. Anda juga bisa melakukan segala persiapan pernikahan sendiri (tentu dibantu dengan pasangan).
  • Tidak hanya meminta bantuan untuk mengurus acara pernikahan, misalnya mencari dan berdiskusi mengenai katering, dekorasi, baju pernikahan, dan lain-lain, Anda juga bisa meminta bantuan untuk membawakan acara atau menjadi pengisi acara (menghibur tamu yang datang).
  • Selanjutnya adalah membatasi jumlah tamu yang hadir. Bukan tidak mungkin, pada saat acara pesta pernikahan, Anda ingin suasana yang lebih akrab dan kekeluargaan, sehingga caranya adalah menyeleksi siapa saja yang akan diundang.
  • Pada umumnya, keluarga dan pasangan pernikahan mengundang tamu minimal 500 orang. Mengapa tidak Anda kurangi hingga 250 orang saja sehingga Anda bisa menghemat biaya katering. Dengan asumsi setiap tamu undangan membutuhkan biaya makanan sebesar Rp 50.000 per kepala, undangan sebesar 250 orang membutuhkan dana Rp 12,5 juta. Bandingkan jika Anda mengundang hingga 500 orang yang membutuhkan biaya hingga Rp 25 juta. Tetapi, walaupun begitu, Anda tetap harus menyediakan dana tambahan untuk katering, sebagai tindakan antisipasi jika hidangan tidak memenuhi jumlah tamu yang hadir.
  • Untuk melakukan cara seperti itu, Anda harus bisa memprioritaskan undangan untuk anggota keluarga dekat atau orang terdekat lainnya, seperti paman atau bibi dari keluarga ayah dan ibu hingga teman dekat. Bagaimana dengan teman yang belum diundang? Anda bisa ajak merayakan pernikahan di forum terbatas di waktu lain di tempat lain secara terbatas.
  • Hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan poin rewards pada kartu kredit Anda. Tindakan ini bisa dilakukan setelah Anda menikah, misalnya untuk pergi bulan madu. Jika jumlah poin mencukupi, Anda bisa menukar poin kartu kredit untuk pembelian tiket pesawat atau mendapat promo tertentu. Dengan memanfaatkan poin, mungkin akan membantu pengeluaran menjadi lebih hemat.

Untuk merancang biaya pernikahan sesuai bujet, tentu Anda harus berdiskusi dahulu dengan pasangan dan keluarga. Bukan berarti dengan bujet sederhana, Anda tidak bisa mendapatkan pesta pernikahan sesuai impian. Hal itu bisa didapatkan, asal Anda mengubah persepsi bahwa pesta pernikahan tidak harus selalu mewah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: