Berat Badan Proporsional Bukan Jaminan Sehat Seorang Wanita

Ilustrasi: timbang berat badan (sumber: verywellfit.com)Ilustrasi: timbang berat badan (sumber: verywellfit.com)

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, tampaknya memiliki berat badan proporsional pada wanita bisa menyebabkan beberapa penyakit khususnya pada wanita yang memasuki masa lansia. Ketika seorang wanita mulai mendekati usia setengah baya, tampaknya akan lebih sulit untuk mengatur berat badan ideal. Hal ini karena wanita pada usia tersebut tidak membutuhkan banyak kalori.

Banyaknya kalori yang dibutuhkan oleh seorang wanita tergantung pada kadar estrogen pada tubuhnya, semakin berkurang kadar estrogen pada tubuh seorang wanita maka wanita tersebut semakin tidak membutuhkan banyak kalori. Menurunnya kadar estrogen pada seorang wanita terjadi ketika wanita tersebut mulai mendekati masa menopause. Terkait dengan ketidakstabilan berat badan, di Indonesia sendiri banyak sekali wanita di usia mendekati menopause yang mengalami kenaikan berat badan berlebih.

Kebanyakan dari mereka adalah wanita dengan usia 49 hingga 65 tahun dan menurut survei pemeriksaan kesehatan gizi nasional sendiri setidaknya ada hampir 74% wanita dengan usia 65 tahun kesulitan menjaga berat badan mereka. Kelebihan berat badan di usia tersebut tentunya berbahaya bagi kesehatan. Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, tetapi juga berujung kematian.

Dan menurut penelitian lagi, wanita dengan berat badan berlebih di masa pasca-menopause dapat mengalami risiko kesehatan yang sama dengan orang yang mengalami obesitas. Hal ini juga dapat terjadi jika mereka memiliki jumlah lemak jenuh dalam tubuh tidak proporsional apalagi di bagian tengah tubuh seperti pada bagian perut. Dan beberapa wanita bahkan dapat diidentifikasi memiliki risiko kesehatan tinggi karena adanya lemak di bagian tengah tubuh mereka.

Baca juga:  4 Inspirasi Mini Dress untuk Orang Gemuk, Ciamik!

Bagaimana Mengidentifikasi Wanita dengan Risiko Kesehatan Tinggi?

Cara mudah untuk mengidentifikasi apakah seorang wanita pada usia baya atau pra-menopause berisiko tinggi terhadap penyakit, yaitu dengan cara mengukur lingkar pinggangnya. Pada dasarnya berat badan proporsional tidak membuat seseorang tersebut memiliki daya tahan tubuh tinggi atau akan jarang terkena penyakit kronis.

Ilustrasi: mengukur lingkar pinggang

Ilustrasi: mengukur lingkar pinggang

Diketahui dari sebuah penelitian bahwa wanita dengan berat proporsional juga perlu waspada. Bukan waspada terhadap berat badannya tetapi waspada terhadap di mana terdapat tumpukan lemak di bagian tubuhnya. Jika penumpukan lemak tidak berada pada bagian tengah tubuh, maka ini tidak terlalu berisiko. Yang paling berisiko adalah, ketika Anda menjumpai penumpukan lemak berlebih dan tidak wajar di bagian perut Anda.

Untuk itu, sebuah penelitian menyarankan selalu mengecek ukuran lingkar pinggang. Hal ini karena seorang wanita dengan berat proporsional namun dengan ukuran lingkar pinggang berlebih tampaknya akan memiliki risiko terhadap beberapa penyakit kronis. Salah satu jenis penyakit kronis yang paling berisiko dan dapat dialami oleh wanita dengan ukuran lingkar pinggang berlebih yaitu penyakit kardiovaskuler atau bisa disebut dengan penyakit jantung.

Walaupun begitu, karena berat badan seorang wanita proporsional, seorang wanita tersebut tidak akan diakui sebagai bagian dari populasi berisiko tinggi. Untuk itu, Anda perlu menjaga kesehatan diri sendiri selain memperhatikan berat badan juga memperhatikan ukuran lingkar pinggang Anda. Lakukan gaya hidup sehat sebagai pencegahan ataupun untuk mengatasi kadar lemak berlebih pada perut Anda.

Baca juga:  Tutorial Makeup Dewy Look yang Glowing ala Artis Korea

Penyebab Penumpukan Lemak pada Perut Wanita Pra-Menopause

Makanan Berlemak Tinggi

Salah satu penyebab penumpukan lemak pada perut wanita pra-menopause yaitu terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi di usia muda. Bagi Anda yang saat ini memiliki usia 20-an, akan lebih baik untuk menjaga asupan Anda. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak di usia muda tanpa melakukan kegiatan olahraga dapat memicu penumpukan lemak di bagian perut saat Anda mulai memasuki usia pra-menopause.

Sebagian besar anak muda dengan usia 20-an tampaknya sangat suka mengonsumsi makanan berlemak karena rasanya lebih lezat dan gurih, namun Anda juga perlu mempertimbangkan risiko di kemudian harinya. Jika Anda ingin mengonsumsi makanan berlemak, ada baiknya sebagai pendamping Anda juga mengonsumsi sayur dan buah.

Ilustrasi: makanan berlemak

Ilustrasi: makanan berlemak

Makanan dan Minuman Manis

Selain mengonsumsi makanan berlemak tinggi, tampaknya Anda juga harus memperhatikan jumlah makanan ataupun minuman manis yang Anda konsumsi tiap harinya. Selain makanan dan minuman tersebut dapat menyebabkan penyakit diabetes juga dapat membuat penumpukan lemak di bagian perut secara berlebih. Hal ini karena jumlah glukosa yang ada pada tubuh di usia pra-menopause tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh jika terlalu berlebihan.

Baca juga:  Amankah Menggunakan Bedak Salicyl untuk Atasi Gatal pada Ibu Hamil?

Kurang Bergerak

Walaupun Anda sudah memasuki usia pra-menopause, ada baiknya Anda juga memperhatikan pergerakan tubuh Anda. Beberapa wanita dengan usia pra-menopause akan cenderung mengalami lemah otot dan tulang apabila tidak banyak digerakkan. Selain memicu lemah otot dan tulang, tampaknya kurang bergerak juga menimbulkan efek penumpukan lemak dan kolesterol dalam tubuh terutama pada bagian perut.

Untuk itu, Anda perlu melakukan pergerakan-pergerakan kecil seperti sekedar lari kecil atau jogging. Atau bagi Anda yang suka dengan musik, Anda bisa mencoba untuk mengikuti kelas senam. Ini akan sangat membantu Anda untuk mengatasi penumpukan lemak di bagian perut.

Kurang Tidur

Bagi Anda yang saat ini sudah memasuki usia pra-menopause, Anda juga perlu memperhatikan waktu tidur Anda. Pada usia tersebut, waktu istirahat atau tidur yang baik yaitu minimal 4-8 jam. Kurangnya waktu istirahat dan tidur dapat memperlambat metabolisme dalam tubuh, sehingga lemak di bagian tubuh tertentu tidak dapat diolah dengan baik. Lemak yang tidak dapat diolah dengan baik akan menumpuk di bagian tubuh tertentu.

Sebenarnya untuk mengatasi segala penyebab penumpukan lemak di bagian perut, Anda bisa melakukan hidup sehat dan memperhatikan apa yang Anda konsumsi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: