Jamu Beras Kencur untuk Ibu Menyusui, Aman atau Tidak?

Jamu beras kencur (sumber: holamigo.id)Jamu beras kencur (sumber: holamigo.id)

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, rasanya keberadaan beberapa tanaman obat atau empon-empon seperti kencur, kunyit, temulawak, jahe, kunci, dan sebagainya hampir tidak bisa dilepaskan. Bahan-bahan tersebut dapat menambah sedap rasa masakan dan juga bisa diolah menjadi jamu yang dipercaya memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan.Ada begitu banyak jenis jamu yang bisa diolah dari empon-empon, salah satunya adalah jamu beras kencur. Konon katanya, minum beras kencur untuk ibu menyusui dapat membantu melancarkan ASI dan juga membantu memulihkan ibu yang baru melahirkan.

Minuman beras kencur merupakan minuman tradisional Indonesia yang digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa dikarenakan rasanya yang manis dan menyegarkan. Komposisi minuman beras kencur terdiri dari kombinasi beras putih yang dicampurkan dengan kencur, jahe, kunyit, daun pandan, air jeruk nipis, dan gula jawa. Minuman beras kencur diyakini memiliki khasiat antara lain menghangatkan tubuh, memperlancar peredaran darah, menyegarkan tubuh, menyembuhkan perut kembung, dan menyembuhkan gejala masuk angin juga untuk menjaga kesehatan ibu menyusui serta untuk kecantikan.

Baca juga:  Tanda-Tanda dan Penyebab Cacingan Pada Bayi Usia 9 Bulan

Minuman beras kencur berpotensi sebagai minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif dari kencur dan beberapa bahan lainnya yang secara fisiologis bermanfaat terhadap kesehatan. Kencur mengandung etil p-metoksisinamat, salah satu senyawa dari turunan asam sinamat, beberapa dari turunan asam sinamat ini memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antibakteri, anestetik, antiinflamasi, antispasmodic, antimutagenetik, fungisida, herbisida, serta penghambat enzim tirosinase.[1]

Di dalam masyarakat Jawa, para ibu yang habis melahirkan biasanya akan rajin meminum ramuan jamu beras kencur untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Beras kencur adalah salah satu bahan alami yang bisa diolah dan dibuat sendiri untuk mengatasi perut atau rahim yang mengendur, sehingga kembali singset seperti sebelum hamil.

Ramuan beras kencur juga dipercaya memberikan efek positif bagi ibu yang baru melahirkan. Selain rahim akan kembali mengecil, jamu beras kencur yang rajin dikonsumsi juga akan dapat mengurangi kemungkinan infeksi dalam kandungan.[2]

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Jamu Beras Kencur?

Ibu menyusui

Ibu menyusui

Meskipun menurut masyarakat luas jamu beras kencur dinilai menyimpan banyak manfaat yang positif, bagaimana jika ditinjau dari sudut pandang medis? Apakah jamu satu ini aman dan sehat untuk diminum oleh ibu yang sedang menyusui buah hatinya?

Baca juga:  Rekomendasi Lulur Pemutih Badan Alami Dan Permanen

Menurut dr. DevikaYuldharia dari Alodokter, sampai saat ini masih belum banyak studi yang meneliti tentang keamanan dan manfaat jamu untuk ibu menyusui, termasuk jamu beras kencur. Dr Devika juga menyarankan para ibu menyusui supaya lebih berhati-hati dalam meminum jamu atau obat herbal lainnya. Pasalnya, segala yang dimakan atau diminum ibu menyusui akan memengaruhi ASI yang diberikan pada sang bayi.

Sementara itu, dr. FitaFitria Ayu menyebutkan bahwa bahan-bahan alami seperti kunyit pada dasarnya cukup aman jika dikonsumsi dalam batas wajar. “Sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi kunyit relatif aman jika dalam dosis atau jumlah yang normal dan tidak terlalu banyak. Konsumsi kunyit di atas 1.500 gram selama 2 kali sehari menimbulkan gangguan irama jantung, tapi efek ini belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara medis,” ucapnya, seperti dilansir Theasianparent.

Baca juga:  Tak Hanya Wajah, Rambut Juga Perlu Perawatan Anti-Aging

Dalam beberapa kasus pun rupanya ada ibu yang mengeluhkan bahwa minum jamu tertentu dapat memengaruhi rasa ASI hingga mengakibatkan bayinya tidak mau meminum ASI. “Jamu bisa menyebabkan rasa ASI berubah. Seperti halnya bayi yang diberikan susu formula, bayi bisa memilih mana yang lebih enak, sufor atau ASI,” ungkap dr. Boy Abidin, SpOG.

Oleh sebab itu, jika Anda saat ini sedang dalam kondisi menyusui, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu asupan makanan atau minuman yang hendak Anda konsumsi. Jika masih ragu dengan khasiat atau manfaat suatu produk, lebih baik berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, hasil atau efek yang dirasakan setiap orang setelah meminum produk tertentu, khususnya jamu herbal bisa saja berbeda-beda, tergantung dari kondisi orang itu sendiri.

[1]Widyaningsih, TD dkk. 2017. Pangan Fungsional: Aspek Kesehatan, Evaluasi, dan Regulasi. Malang: UB Press.

[2] Tim Naviri. 2011.Buku Pintar Ibu Hamil. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: