Berapa Lama Efek Hajar Jahanam & Apa Bahayanya untuk Kesehatan?

Hajar Jahanam (sumber: lazada)Hajar Jahanam (sumber: lazada)

Tahukah Anda jika fungsi seksual yang rendah bisa memicu stres dan tekanan emosional bagi seorang pria? Penurunan hasrat seksual (atau libido) dan fungsi ereksi sendiri dapat disebabkan oleh stres, kondisi medis, maupun obat-obatan tertentu. Masalah ini bisa diatasi dengan beberapa cara, termasuk mengonsumsi obat kuat.[1] Ada banyak merek dan jenis obat kuat di pasaran. Selain yang diminum, ada juga obat kuat oles seperti Hajar Jahanam. Lalu, berapa lama efek Hajar Jahanam dan apa bahayanya untuk kesehatan?

Penggunaan obat kuat umumnya dilakukan oleh pria yang mempunyai kemampuan seks yang lemah. Tujuannya untuk memberi kepuasan pada wanita serta mampu berhubungan sek dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga ada kesan bahwa ia adalah seorang pria yang hebat.[2]

Tentang Hajar Jahanam

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Hajar Jahanam termasuk salah satu obat kuat yang cukup populer digunakan oleh masyarakat Indonesia. Hajar Jahanam disebut sebagai produk herbal yang bisa meningkatkan stamina pria di ranjang. Hajar Jahanam juga dikenal dengan nama black stone. Di Mesir sana, produk ini disebut Hajar Sa’adah atau Hagar Al Sada. Sedangkan di Amerika dan Eropa, Hajar Jahanam disebut Egyptian Black Stone.

Baca juga:  Penyebab dan Pengobatan Mual & Muntah Pada Anak

Hajar Jahanam sendiri kabarnya berasal dari getah pohon yang hanya ditemukan di Mesir dan India. Getah tersebut kemudian dikeraskan hingga membentuk seperti batu. Lalu, getah itu diolah sedemikian rupa dan digunakan untuk mencegah ejakulasi dini pada pria.

Manfaat Hajar Jahanam yang utama ialah untuk menunda ejakulasi. Hajar Jahanam yang dioleskan ke kulit penis diklaim dapat menyebabkan ereksi berkepanjangan dan dengan demikian bisa menunda ejakulasi. Hajar Jahanam bekerja dengan cara membuat kulit dan kepala penis menjadi kebal. Artinya, sensitivitas kulit akibat gesekan dengan kemaluan wanita akan berkurang, sehingga tidak muncul rangsangan cepat. Produk ini bisa ditemukan di pasaran dengan harga sekitar Rp99 ribuan.

Cara Pakai Hajar Jahanam

Pertama, kocok terlebih dahulu minyak Hajar Jahanam sebelum dipakai. Kemudian, oleskan sedikit Hajar Jahanam ke area bawahpenis atau kepala penis (hindari lubang kencing). Bisa juga dioleskan di bagian paling sensitif yang biasanya membuat Anda cepat ejakulasi. Kemudian, diamkan sekitar 30-45 menit sampai meresap. Cuci dengan sabun hingga benar-benar bersih sebelum berhubungan intim.

Baca juga:  Jerawat Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Itu Akibat Jamur

Pengolesan Hajar Jahanam pun tak boleh terlalu banyak, cukup dua sampai tiga kali. Jika baru pertama kali pakai, cukup 1-2 kali saja. Apabila berlebihan, Hajar Jahanamakan menimbulkan efek panas yang luar biasa. Lantas, berapa lama efek Hajar Jahanam bisa bertahan? Kabarnya, obat kuat oles ini bisa membuat ereksi tahan hingga 3-7 jam. Namun, ini tentunya tergantung dari kondisi setiap orang.

Efek Samping Hajar Jahanam dan Bahayanya

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Fayoum, Mesir pada 2011, Hajar Jahanam mengandung nitrit atau nitrat dengan timbal, arsenik atau, perak. Kontak langsung dengan kulit dan membran mukosa dapat menyebabkan kemerahan karena vasodilatasi oleh nitrit atau nitrat dan iritasi pada ujung saraf.

Kandungan kadmium nitrit dalam Hajar Jahanam kabarnya hanya menimbulkan sedikit efek samping apabila digunakan secara lokal (dioleskan). Namun, bila terhirup maka Hajar Jahanam berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Baca juga:  Apakah Benar Wanita Cenderung Lebih Mudah Kecanduan Daripada Pria?

Efek samping paling umum yang dirasakan setelah menggunakan Hajar Jahanam adalah penis akan terasa panas. Penggunaan topikalHajar Jahanam bisa menyebabkan sensasi terbakar ringan lokal dan mati rasa pada penis. Ini juga mungkin menyebabkan pasangan mengeluhkan anestesi vagina atau klitoris.

Apabila Hajar Jahanam terhirup, maka ia akan menimbulkan efek seperti iritasi hidung dan tenggorokan, serta paru-paru. Paparan secara berulang bisa mengakibatkan bronkitis, pneumonia, edema paru, serta kerusakan pada hati dan ginjal dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, apabila ingin menggunakan obat kuat dalam bentuk apapun sebaiknya pahami efek sampingnya dan berkonsultasi dengan dokter.

[1]Safitri, D. 2022. Rahasia Tahan Lama di Ranjang Tanpa Obat Kuat. Jakarta: Serayu Publishing, hlm

[2]Gunawan, S. 2010. Mau Anak Laki-Laki atau Perempuan? Bisa Diatur. Yunita I, editor. Jakarta: Agromedia Pustaka, hlm 164.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: