Berapa Batas Usia Paling Tua Untuk Hamil dan Melahirkan Anak?

Usia, paling, tua, untuk, hamil, melahirkan, batas, umur, wanita, ideal, produktif, subur, kesuburan, risiko, pembekuan, sel, telur, IVF, program, keguguran, fertilitas, keluarga, anak, kesehatan,Kehamilan di usia yang tidak wajar

Hingga saat ini masih banyak perempuan yang bingung tentang adanya hubungan antara usia dan kehamilan. Beberapa sumber menyiratkan bahwa ovarium akan bekerja tidak efektif pada usia setelah 30 tahun, namun beberapa orang berusia 50 tahun justru bisa memiliki anak kembar yang sehat. Jadi berapakah usia paling tua untuk hamil? Tentu saja jawabannya cukup rumit.

Sebenarnya persalinan pada wanita berusia di atas 40 tahun kini bukan hal yang aneh lagi. Berkat sains, kini wanita berusia 55 tahun atau bahkan 65 tahun pun bisa melakukan apa yang dulu dianggap mustahil: hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Sejarah mencatat, wanita tertua yang pernah melahirkan adalah Rajo Devi Lohan. Perempuan India itu melahirkan di usia 70 tahun berkat terapi kesuburan yang dilakukannya.

Meski banyak literatur menyebutkan bahwa usia ideal untuk melahirkan adalah sekitar 20-35 tahun, namun para wanita yang baru menjadi ibu di usia 50 tahun itu tetap sehat. Harus diakui bahwa berkat kemajuan teknologi kedokteran dan obat-obatan, manusia semakin sehat dan panjang umur dari generasi sebelumnya. Berkat kemajuan tersebut pula, kehamilan secara alami yang sebenarnya lebih kecil keberhasilannya pada wanita berusia di atas 35 tahun bisa diatasi, yakni dengan teknologi bayi tabung.

Namun, hamil di usia tua dianggap cenderung lebih berisiko mengalami beberapa gangguan. Memutuskan untuk memiliki anak pertama maupun anak selanjutnya di usia 30 tahun atau 35 tahun ke atas, bisa jadi keputusan yang penuh dengan pertimbangan kesehatan. Tapi sebagian besar ibu hamil di atas usia 35 tahun tetap bisa melahirkan bayi yang sehat melalui persiapan yang matang.

Risiko komplikasi pada wanita yang hamil di atas usia 35 memang lebih tinggi dibandingkan yang hamil di usia lebih muda. Namun banyak cara yang dapat dilakukan untuk memastikan seorang ibu melahirkan bayi yang sehat. Dengan mengenali risiko-risiko yang lebih mungkin terjadi pada kehamilan di usia tua dapat membuat ibu hamil lebih waspada dan dapat bekerja sama dengan dokter dalam menangani situasi tersebut. Risiko-risiko yang dimaksud, antara lain:

Menurunnya Tingkat Kesuburan

Usia, paling, tua, untuk, hamil, melahirkan, batas, umur, wanita, ideal, produktif, subur, kesuburan, risiko, pembekuan, sel, telur, IVF, program, keguguran, fertilitas, keluarga, anak, kesehatan,

Wanita hamil menjelang usia akhir 30-an

Kemampuan wanita untuk hamil mulai berkurang sedikit pada usia 27 tahun, dan kemudian menurun secara signifikan setelah usia 37 tahun. Pasangan sehat rata-rata di bawah usia 30 tahun memiliki sekitar 95% peluang hamil dalam setahun. Setelah Anda berusia di atas 30 tahun, peluang untuk hamil menurun sekitar 3% setiap tahun. Setelah 40 tahun, kemungkinan pembuahan turun menjadi 5-10%, dan pada usia 45 tahun, peluang merosot menjadi kurang dari 5%. Tentu saja, ini adalah statistik umum.

Kesuburan wanita yang cenderung menurun sehingga relatif lebih lama menanti datangnya buah hati. Hal ini dilatarbelakangi kondisi-kondisi seperti penurunan jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi, perubahan hormon yang berakibat pada perubahan ovulasi, lebih tingginya kemungkinan ada kondisi medis tertentu seperti endometriosis yang dapat memengaruhi peluang kehamilan, dan bayi yang tidak normal

Pembelahan sel telur yang abnormal, disebut nondisjunction, menyebabkan kemungkinan  memiliki anak dengan cacat lahir atau kondisi akibat kelainan kromosom seperti Down syndrome, akan meningkat seiring pertambahan usia wanita. Kondisi tersebut diperkirakan akan terjadi pada 1 dari 30 ibu hamil yang berusia 45 tahun ke atas.

Meningkatkan Risiko Keguguran

Seiring bertambahnya usia, semakin bertambah juga risiko keguguran dan komplikasi kehamilan. Sementara tingkat keguguran dini sekitar 15-20% untuk wanita di bawah 30 tahun, itu mulai meningkat pada usia 35, dan pada usia 40 tahun, tingkat keguguran adalah 40-50%.

Risiko bayi mengalami Down syndrome dan kelainan kromosom lainnya juga terkait langsung dengan tingkat ‘kematangan’ sang ibu. Risiko meningkat secara bertahap seiring bertambahnya usia, hingga usia 35, dan kemudian risiko meningkat lebih cepat. Pada usia 35 tahun, risiko Down syndrome adalah 1/350. Tetapi pada saat usia 45, risiko mendekati 1/35. Beberapa ahli juga melihat sedikit peningkatan kejadian preeklampsia, diabetes gestasional, bedah caesar, dan kelahiran mati pada ibu di atas usia 40 tahun, jadi ultrasound dan tes tambahan sering diperintahkan pada ibu yang lebih tua.

Pengaruh Faktor Kesehatan

Beberapa ibu sering berasumsi bahwa jika mereka super sehat, itu akan menetralisir efek penuaan pada ovarium. Namun sayangnya, setiap wanita dilahirkan dengan jumlah telur yang terbatas  dan seiring bertambahnya usia, baik jumlah dan kualitas telur ini menurun. Obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes dapat semakin menghambat kemampuan Anda untuk hamil, meningkatkan risiko keguguran dan menyebabkan komplikasi selama kehamilan itu sendiri. Tetap sehat adalah penting untuk memaksimalkan peluang Anda untuk hamil dan membantu Anda memiliki kehamilan yang lebih sehat, tetapi diet dan olahraga saja tidak dapat sepenuhnya mengatasi efek penuaan pada ovarium.

Usia, paling, tua, untuk, hamil, melahirkan, batas, umur, wanita, ideal, produktif, subur, kesuburan, risiko, pembekuan, sel, telur, IVF, program, keguguran, fertilitas, keluarga, anak, kesehatan,

Terapi mental untuk ibu hamil

Program Fertilitas IVF (In Vitro Fertilization)

Secara teoretis, dengan menggunakan sel-sel telur yang telah dibekukan, wanita bisa hamil di usia berapa saja. Namun, program kehamilan dengan IVF harus dipertimbangkan jika diterapkan pada wanita yang berusia di atas 35 tahun karena keberhasilan program ini menurun drastis seiring dengan pertambahan usia wanita. Misalnya, wanita berusia 40 tahun memiliki 20 persen kemungkinan untuk hamil dengan IVF, namun wanita di atas 45 tahun hanya memiliki 1 persen kemungkinan untuk hamil dengan IVF.

Secara medis, waktu yang tepat untuk memiliki bayi adalah antara usia 20-24 tahun. Dr Christopher Montville, Direktur Praktik Tennessee Fertility Institute, mengatakan, “Idealnya, pasangan harus berencana memulai keluarga mereka sebelum pasangan wanita mencapai usia 37 tahun. Itu membantu meningkatkan peluang mereka bahwa mereka akan memiliki setidaknya satu bayi yang sehat. Sebelum perubahan yang berkaitan dengan usia dalam kesuburan membuat memulai sebuah keluarga lebih sulit.” Namun saat mencari opsi alternatif jika Anda berada di atas usia 35 tahun, dia menyarankan untuk melakukan pembekuan sel telur. Hal ini dipercaya untuk meningkatkan peluang kesuburan Anda di masa depan.

Sementara banyak wanita di usia 30-an dan awal 40-an memiliki kehamilan sehat normal, banyak lainnya yang juga mengalami pergumulan, patah hati, dan kehilangan (keguguran). Memiliki bayi di usia pertengahan 40-an adalah mungkin, tetapi sering membutuhkan perawatan kesuburan yang mahal dan bukan tanpa risiko. Ketika Anda merencanakan masa depan Anda, ketahuilah bahwa tidak ada waktu yang tepat untuk hamil, tetapi jika memiliki bayi itu penting bagi Anda, maka lebih awal untuk memulai sebuah keluarga tentu akan lebih baik.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: