Awas, Benzena pada Tabir Surya Bisa Picu Kanker

Krim tabir suryaKrim tabir surya

Tabir surya seperti sunblock dan sunscreen menjadi skincare wajib untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV (ultraviolet). Alih-alih melindungi kulit, beberapa produk justru bisa menyebabkan kanker kulit, karena punya kandungan bahan kimia benzena. Sudah beredar banyak produk tabir surya berbahan benzena yang sayangnya tidak diketahui masyarakat.

Tabir Surya Bisa Terkontaminasi Benzena

Benzena merupakan senyawa yang biasanya terdapat dalam lem untuk kegiatan industri.[1] Dilansir dari WebMD, sejumlah apotek online bersama Lab Valisure mengumumkan hasil pengujian dari 78 produk tabir surya yang mengandung benzena. Termasuk zat karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker, beberapa perusahaan penjual tabir surya telah mengajukan petisi kepada FDA (Food and Drug Administration) untuk menarik kembali produk-produk tersebut.

Masih dari sumber yang sama, ada beberapa merk sunscreen atau sunblock yang cukup terkenal dan tampaknya mengandung benzena, termasuk Neutrogena, Banana Boat, dan CVS Health. Diketahui juga, lebih dari tiga perempat produk yang tercatat mengandung benzena adalah tipe sunblock spray atau tabir surya semprot.

Seperti yang telah dijelaskan, benzena bukanlah bahan yang tepat untuk membuat tabir surya dan petisi Lab Valisure menunjukkan temuan tersebut merupakan hasil kontaminasi di suatu tempat selama proses pembuatan produk. Sehingga, sebetulnya permasalahannya bukan menghentikan penjualan produk, tetapi lebih memperhatikan proses pembuatan produk.

Baca juga:  Apa Sih Fungsi Alat Hair Steamer Saat Creambath?
Memakai tabir surya

Memakai tabir surya

Seorang profesor dermatologi dari Yale University bernama Christopher G. Bunick mengatakan, tabir surya yang terkontaminasi benzena bisa menjadi permasalahan yang serius, karena jumlah benzena yang terkandung pada produk dapat menambah paparan kronis sepanjang hidup. Apalagi, jika seseorang tidak bisa lepas dari produk sunscreen sepanjang hari.

Konon, banyak orang yang merekomendasikan pemakaian tabir surya sejak usia enam bulan dan dilanjutkan sepanjang hidup mereka. Penggunaan sunblock seperti ini memang sangat penting, apalagi untuk anak-anak yang masih memiliki kulit sensitif dan mudah terbakar matahari. Namun, melihat ada beberapa produk tabir surya dengan benzena masih diperjualbelikan, membuat beberapa orang khawatir.

Seorang profesor kepala dermatologi di Washington bernama Adam Friedman menjelaskan, permasalahan yang dihadapi masyarakat mengenai tabir surya sebetulnya merujuk pada manufaktur dan bukan produknya. Sehingga, untuk memperbaiki masalah ini, konsumen harus bersabar hingga permasalahan manufaktur selesai dan setelah itu, Anda bebas menggunakan produk sunscreen mana pun.

Baca juga:  Waspada, Komposisi Lip Balm Ini Buruk untuk Bibir Anda

FDA menanggapi hal ini dengan serius dan menangani masalah dengan ketentuan yang berlaku. Sementara badan tersebut mengevaluasi petisi dari sejumlah perusahaan, Lab Valinure akan terus memantau pemasaran sunscreen dan sunblock, serta membantu memastikan ketersediaan tabir surya yang aman bagi konsumen.

Tabir Surya Masih Penting

Produk tabir surya (sumber: valisure.com)

Produk tabir surya (sumber: valisure.com)

Tak seperti bahan kimia lain yang hanya ditemukan pada satu sumber, konon benzena ada di mana-mana. Benzena bisa ditemukan di knalpot kendaraan, asap rokok, dan asap pabrik. Paparan benzena melalui inhalasi telah menjadi fokus utama penyelidikan toksikologi dan tidak dengan aplikasi topikal seperti dari penggunaan tabir surya.

Dengan adanya kasus tabir surya yang terkontaminasi benzena, sejauh ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas benzena mampu menembus kulit. Apakah benzena dapat diserap secara sistematik atau tidak, juga belum ada yang tahu kebenarannya.

Di sisi lain, radiasi ultraviolet adalah karsinogen yang kuat. Menghindari tabir surya karena masalah benzena bisa terbukti lebih berbahaya daripada paparan jumlah jejak benzena itu sendiri. Tabir surya masih dinilai penting, efektif, dan aman untuk mencegah efek sinar matahari, selain hal-hal seperti pakaian pelindung matahari dan mencari tempat berteduh antara jam 10 pagi hingga 4 sore.

Baca juga:  Rekomendasi Skin Care Korea untuk Kulit Berminyak

Untuk mengatasi kasus yang terjadi, Anda harus pandai dan cermat dalam memilih produk. Memang belum ada bukti dan cara yang ampuh untuk mengetahui apakah produk yang Anda pakai mengandung benzena atau tidak. Namun, Anda bisa melihat disclaimer yang ada di situs resmi atau website setiap produk yang Anda gunakan. Selain itu, terus update pengetahuan Anda mengenai produk skincare yang aman untuk kulit, khususnya jenis tabir surya.

Beberapa ahli menyarankan konsumen untuk mengikuti kasus ini hingga tuntas melalui website resmi FDA atau melalui berita seputar review produk kosmetik. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan produk apa saja yang mengandung benzena dan produk yang aman untuk kulit.

[1] Maywati, Sri. 2012. Kajian Faktor Individu terhadap Kadar Fenol Urin Pekerja Bagian Pengeleman Sandal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Vol. 7(2): 142-148.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: