Kenali Benjolan di Sekitar Miss V, Awas Makin Parah!

Ilustrasi: benjolan di sekitar miss V Ilustrasi: benjolan di sekitar miss V

Ketika menemukan adanya benjolan di sekitar vagina tentu ada rasa cemas akan penyakit lain yang mungkin menyerang Anda. Namun, sebelum menerka-nerka mari kita mencoba mendiagnosis kondisi yang muncul sebagai upaya pencegahan sebelum semakin parah.

Merawat vagina memang gampang-gampang susah, terlebih perlu perhatian ekstra dalam perawatannya. Meski sudah super protektif menjaga kebersihan miss v, tetapi seringkali gangguan kesehatan muncul tiba-tiba dan membuat Anda panik dengan perubahan tersebut. Mulai dari kondisi miss v yang gatal dan iritasi hingga adanya benjolan.

Beberapa hal penting yang dapat menyebabkan adanya benjolan tersebut yakni adanya indikasi iritasi kulit. Iritasi kulit juga disebabkan oleh sejumlah faktor salah satu di antaranya yakni rambut yang tumbuh ke dalam dan kelenjar keringat yang terinfeksi.

Rambut kemaluan memiliki ciri-ciri berbentuk keriting, tetapi kumparan yang kencang itu dapat memiliki kelemahan utama yang dapat menyebabkan infeksi. Untuk tindakannya, Anda dapat menggunakan pinset dan cermin untuk mencoba dan menghilangkan sendiri rambut yang menyinggung itu, atau dapat membiarkannya sehingga sembuh dengan sendirinya.

Rambut kemaluan jauh lebih mungkin daripada rambut lain untuk bersembunyi kembali ke kulit Anda yang dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam. “Alasan paling umum yang saya lihat untuk benjolan yang menyakitkan di daerah vagina adalah rambut yang tumbuh ke dalam,” kata Dr. Hill dikutip Womenshealth.

Sementara itu, benjolan juga dapat terjadi karena adanya kelenjar keringat yang terinfeksi. Kelenjar keringat ada di mana-mana, termasuk di daerah selangkangan Anda. Kelenjar keringat yang terinfeksi dapat menyebabkan benjolan yang membengkak dan menyakitkan di area vagina tersebut.

Jika benjolan yang dimaksud menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan mengganggu aktivitas, maka perlu diwaspadai terlebih sering diduga sebagai sel kanker yang tumbuh. Untuk itu, deteksi dini terhadap beragam jenis benjolan sangat penting apalagi jika termasuk kanker atau penyakit miss v lainnya.

Ilustrasi: gangguan benjolan di sekitar miss V (sumber: honestdocs.id)

Ilustrasi: gangguan benjolan di sekitar miss V (sumber: honestdocs.id)

Jerawat

Saat dewasa pun, bukan berarti terbebas dari jerawat. Jerawat bahkan tak hanya akan dijumpai pada area wajah atau punggung saja, di sekitar miss v juga acap kali ditemukan benjolan yang mirip dengan jerawat. Hal ini jelas menimbulkan rasa tak nyaman, terlebih jika area tersebut mulai mengeras. Tampilannya juga tampak merah dan iritasi, dan kadang-kadang dipenuhi dengan nanah. Jerawat tersebut akan muncul berbentuk putih di dekat vagina.

Seperti halnya pada wajah, perawatan jerawat di area vagina harus benar-benar memperhatikan kebersihan kulit tangan dan membiarkan proses penyembuhannya sendiri tanpa perlu tindakan yang berlebihan. “Sama seperti di tempat lain di tubuh, kita juga bisa mengalami jerawat di area vagina. Jerawat tersebut biasanya sembuh sendiri, seperti halnya pada wajah,” terang Dr. DeLucia.

Iritasi kulit dapat menyebabkan perubahan area miss v berupa benjolan. Biasanya hal tersebut dikaitkan erat dengan rutinitas hair-removal. Meski tujuan hair-removal dapat membuat kulit di area miss v lebih halus, tetapi juga dapat membuat kulit gatal dan teriritasi. Dimulai dari folikel rambut yang terinfeksi sehingga menyebabkan rambut tumbuh ke dalam kulit. Sehingga mengurangi hair removal selama satu atau dua minggu seharusnya dapat membantu mencegah situasi yang semakin parah.

Tahi Lalat atau Skin Tag

Seiring waktu, paparan sinar matahari dapat membawa bintik-bintik atau tahi lalat baru ke permukaan kulit termasuk area miss v. Belum lagi gesekan terus-menerus yang disebabkan oleh kontak kulit ke kulit atau kulit dengan pakaian dapat menyebabkan tanda-tanda skin tag. Secara spesifik, benjolan di area miss v yang berupa skin tag baru bentuknya seperti lipatan kulit yang lembut dan sebenarnya tak menyakitkan. Meski begitu, sebagian besar wanita sudah pasti cemas dengan benjolan ini.

Kista

Area miss v sama seperti permukaan kulit lainnya yang juga membutuhkan udara segar, sehingga berkegiatan dengan menggunakan pakaian ketat dalam waktu lama juga dapat menjadi penyebab benjolan di sekitar vagina. Lingkungan yang terus-menerus pengap di antara kaki Anda dan gosokan yang tak henti-hentinya terhadap pakaian dapat menyebabkan tumbuhnya kista sebaceous.

Ilustrasi: sirkulasi udara pada miss v (sumber: amiwidya.com)

Ilustrasi: sirkulasi udara pada miss v (sumber: amiwidya.com)

Kista ini berisi cairan dengan biasanya berbentuk benjolan putih di area vagina yang tampilannya seperti jerawat. Pada area miss v, tak hanya kista sebaceous yang dapat ditemukan, tetapi juga beberapa jenis kista lainnya seperti kista inklusi, kista kelenjar bartholin, kista duktus gartner, dan kista mullerian. Tentu saja ketiganya juga memiliki tampilan dan ciri-ciri berbeda.

Tindakan awal untuk meredakan benjolan ini dapat dilakukan dengan pembasahan pada area miss v dengan air hangat. Untuk tindakan lebih lanjut tentunya berkonsultasi dengan dokter adalah cara yang tepat menangani kista ini.

Kutil Kelamin

Kutil vagina adalah jenis infeksi menular seksual (IMS) dan sering disebabkan oleh jenis human papillomavirus (HPV). Ukurannya kecil, permukaannya kasar atau halus, dan biasanya warna kulit sedikit lebih gelap.

Pada dasarnya, kutil tak menyebabkan masalah kesehatan. Namun, sebagian besar wanita mencari perawatan karena stigma dan masalah kosmetik seputar kutil kelamin yang dapat menular melalui kontak seksual. Untuk menghindari pada risiko yang lebih serius misalnya kanker serviks, maka diperlukan tindakan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah itu disebabkan oleh HPV.

Moluskum Kontagiosum

Moluskum Kontagiosum masih terdengar asing di telinga masyarakat. Benjolan ini berbentuk kecil, kasar, dan keras pada area vagina Anda. Biasanya terjadi akibat adanya infeksi kulit yang disebabkan oleh virus moluskum kontagiosum. Terkadang benjolan ini dapat menjadi lebih besar, memerah, gatal, hingga keluar cairan. Bagi kebanyakan orang, benjolan vagina ini hilang tanpa perawatan dalam beberapa bulan dengan catatan Anda tidak gatal dan terus menyebarkannya. Tetapi jika tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda mungkin memerlukan perawatan medis. Terlebih benjolan yang muncul dapat menular ke bagian tubuh yang lain.

Cara Mengobati Benjolan Di Vagina

Ilustrasi: membersihkan area sekitar miss V (sumber: hellosehat.com)

Ilustrasi: membersihkan area sekitar miss V (sumber: hellosehat.com)

Antibiotik

Jika setelah dicek ternyata benjolan di vagina tersebut adalah kista, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Hal tersebut juga mencegah agar benjolan tersebut tidak menular dan menyebar. Tetapi jika kumpulan nanah pada benjolan berhasil dikeringkan, maka antibiotik tidak diperlukan.

Berendam air hangat

Anda dapat mengatasi benjolan di vagina dengan cara berendam di air hangat. Lakukan hal ini sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari selama empat hari. Biasanya, kista akan mengecil dan cairan yang ada di dalamnya akan pecah dengan sendirinya.

Pembedahan Drainase

Prosedur pembedahan ini dilakukan untuk mengeringkan kista jika sudah terinfeksi atau berukuran sangat besar. Prosedur drainase kista dapat dilakukan dengan menggunakan bius lokal atau sedasi.

Dalam tindakan ini, dokter membuat sayatan kecil di kista sehingga memungkinkan cairan di dalamnya keluar dan kering. Kemudian dokter juga akan menempatkan tabung karet kecil atau kateter di sayatan tersebut. Kateter akan digunakan selama enam minggu untuk menjaga sayatan tetap terbuka sehingga kista bisa mengering sepenuhnya.

Marsupialisasi

Prosedur ini digunakan untuk mengobati kista yang kambuh dan keberadaannya mengganggu aktivitas keseharian. Dokter biasanya akan menempatkan jahitan di sisi sayatan drainase untuk membuat bukaan yang permanen sepanjang 6 milimeter. Kateter juga akan dimasukkan untuk meningkatkan proses pengeringan selama beberapa hari setelah prosedur untuk membantu mencegah kekambuhan.

Dari beberapa langkah cara mengobati benjolan di sekitar miss v, Anda juga disarankan untuk menghindari pakaian dalam yang terlalu ketat dan dapat merobek vulva (bagian luar vagina). Sebaiknya kenakan juga celana dalam yang terbuat dari bahan alami seperti katun untuk menjaga alat kelamin Anda tetap sejuk dan kering. Tentu saja kebersihan menjadi kunci penting pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: