Benjolan Di Kulit Yang Tidak Seharusnya Anda Pencet

Ilustrasi: kulit wajah (sumber: cosmopolitan.com)Ilustrasi: kulit wajah (sumber: cosmopolitan.com)

Ketika ada benjolan muncul di salah satu bagian tubuh, Anda pasti khawatir jika benjolan tersebut merupakan gejala tumor atau kanker yang sangat berbahaya. Sebaiknya Anda jangan berasumsi sejauh itu, karena tidak semua benjolan yang muncul secara tiba-tiba adalah pertanda kondisi kesehatan yang buruk. Meskipun benjolan di kulit Anda bisa jadi tidak berbahaya, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Agar tidak semakin memperparah kondisi, sebaiknya benjolan di kulit yang muncul tiba-tiba tidak seharusnya Anda pencet. Berikut adalah beberapa benjolan pada tubuh yang sebaiknya tidak terlalu Anda khawatirkan yang telah kami rangkum dari WomensHealth.

Jerawat Kistik

Jerawat kistik muncul sangat dalam di bawah permukaan kulit, membentuk nodul merah dan lembut yang tidak hanya menyakitkan tetapi jauh lebih sulit untuk diobati dengan obat-obatan di apotek. “Peradangan yang disertai jerawat kistik dapat menghambat proses penyembuhan dan sering menyebabkan jaringan parut permanen yang tidak mungkin untuk dihilangkan,” kata Dr. Engelman seperti dilansir dari WomensHealth.

Penyebabnya: Jerawat kistik disebabkan oleh fluktuasi hormon dan bakteri jerawat. Kadar hormon yang tinggi memicu produksi minyak berlebih, sehingga menyebabkan pori-pori membengkak. Ketika minyak berlebih ini tidak dapat mencapai permukaan kulit, ia membentuk menjadi semacam tonjolan dan menyebabkan peradangan pada kulit. Penyebab lainnya yaitu bakteri dalam folikel rambut dan memperlambat pergantian sel pada penderita jerawat kistik yang menyebabkan penumpukan keratin di pori-pori kulit.

Perawatan: Jangan memencet jerawat ini. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit Anda. Biasanya dokter kulit akan memberikan obat luar yang tepat atau suntikan kortison untuk langsung meredakan peradangan jerawat kistik dan mungkin dapat mencegah timbulnya luka berbekas.

Sebaceous Hyperplasia

Benjolan kecil kekuningan yang biasanya muncul di dahi atau bagian tengah wajah ini sangat umum. Mereka cenderung muncul diiringi pertambahan usia dan kebanyakan orang sering keliru untuk membedakan apakah sebaceous hyperplasia ini jerawat atau penyakit kulit.

Penyebabnya: Meskipun sama sekali tidak berbahaya, benjolan tersebut biasanya disebabkan oleh kelenjar minyak berlebih di wajah. Kabar baik bagi Anda, benjolan ini bukan pertanda atau gejala yang harus diwaspadai. Yang jelas, ketika benjolan ini muncul di wajah Anda pasti sangat mengganggu penampilan, bukan?

Perawatan: Jika Anda terganggu oleh benjolan sebaceous hyperplasia dan benjolan ini membutuhkan waktu lama untuk menghilang dari kulit Anda, segera temui dokter kulit. Tindakan dokter kulit untuk gangguan kulit seperti ini biasanya diatasi dengan prosedur electrocautery, laser atau meredakannya dengan cryotherapy.

Ilustrasi: memeriksa benjolan di kulit wajah (sumber: shirleysbeautyclinic.com)

Ilustrasi: memeriksa benjolan di kulit wajah (sumber: shirleysbeautyclinic.com)

Lipoma

Lipoma adalah timbunan lemak di bawah kulit yang mungkin terasa seperti jerawat kistik. Jika Anda mencoba menekannya, biasanya terasa nyeri. Tapi Anda tidak usah khawatir karena lipoma adalah benjolan non-kanker dan umumnya tidak berbahaya. Tapi tentu saja benjolan ini bisa menjadi menyakitkan dan mengganggu penampilan Anda jika mereka tumbuh terlalu besar.

Penyebabnya: Lipoma adalah kondisi kulit yang terjadi karena keturunan atau genetik, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika benjolan ini adalah salah satu pertanda tumor. 

Perawatan: Meskipun lipoma adalah benjolan biasa, namun Anda sangat tidak dianjurkan untuk menekan atau memencetnya karena benjolan itu akan membuka luka baru dan berpotensi membiarkan bakteri masuk ke area tersebut. Perawatan terbaik yang bisa Anda pilih adalah meminta dokter kulit untuk menghilangkannya dengan menggunakan metode laser untuk mengurangi jaringan parut.

Milia

Jika Anda menemukan kondisi wajah Anda terdapat benjolan-benjolan putih kecil maka itu disebut milia. Benjolan ini tidak berbahaya, namun sangat menjengkelkan karena seringkali muncul dalam jumlah yang banyak di beberapa bagian wajah Anda sehingga sangat mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri. 

Penyebabnya: Milia yang terdapat pada wajah tidak disebabkan karena kelenjar minyak berlebih, bakteri atau kondisi wajah yang kurang bersih. Benjolan ini lebih disebabkan oleh sel-sel kulit mati yang terperangkap di bawah jaringan kulit. Sehingga tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki benjolan ini untuk memencetnya karena akan semakin memperburuk kondisi kulit. Kemungkinan terburuk jika Anda mencoba memencetnya, maka akan menyebabkan masalah baru, yaitu kulit menjadi merah, iritasi hingga meradang.  

Perawatan: Jika milia mengganggu penampilan Anda, segera jadwalkan janji temu dengan dokter kulit. Biasanya dokter kulit akan memberikan resep obat luar seperti krim retinoid untuk membantu meredakan milia lebih cepat. Umumnya, milia dapat reda sendiri tetapi dalam rentang waktu yang berbeda-beda pada setiap orang. 

Ilustrasi: memencet benjolan di kulit (sumber: bustle.com)

Ilustrasi: memencet benjolan di kulit (sumber: bustle.com)

Cherry Angiomas

Benjolan merah jinak cerah seperti buah ceri yang tiba-tiba muncul pada tubuh Anda bukan suatu kondisi yang patut dikhawatirkan. Benjolan ini adalah pembuluh darah yang cenderung muncul di wajah, dada, perut, dan punggung Anda.

Penyebabnya: Penyebab benjolan cherry angiomas masih belum diketahui, tetapi beberapa penelitian menyebutkan jika kondisi kulit ini didapatkan melalui keturunan atau secara genetik. 

Perawatan: Jangan sekali-kali mencoba untuk memencet benjolan ini, karena akan memperparah kondisi kulit Anda. Ketika benjolan ini meletus secara tiba-tiba, maka ia bisa berdarah dan bernanah. Jika Anda menemukan kondisi kulit seperti ini, jangan ragu untuk menemui dokter kulit dan ceritakan sejujurnya kondisi kulit Anda. Biasanya dokter kulit akan memberikan penanganan yang tepat melalui metode kauterisasi. Metode ini disebut-sebut sebagai metode yang aman karena prosedurnya sendiri tidak membutuhkan waktu lama dan meminimalisir bekas luka. 

Keratosis Seborrheic 

Keratosis seboroik adalah benjolan coklat bertekstur kasar yang biasanya terjadi pada daerah yang mendapat banyak paparan sinar matahari, seperti wajah, dada, dan punggung. Namun, Anda tidak usah khawatir karena benjolan ini benar-benar jinak dan bukan merupakan pertanda tumor atau kanker.

Penyebabnya: Kondisi ini disebabkan karena pertumbuhan kulit ekstra yang menumpuk pada jaringan kulit sehingga muncul berupa benjolan pada kulit Anda. Benjolan keratosis seborrheic muncul karena Anda terlalu sering beraktivitas di bawah terik matahari. Selain itu, kondisi genetik atau keturunan juga turut menjadi pemicunya. 

Perawatan: Dr. Zeichner merekomendasikan Anda yang memiliki keratosis seborrheic untuk mengunjungi dokter kulit jika benjolan tersebut menjadi iritasi atau meradang. Dengan pergi ke dokter, kulit Anda bisa mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat. 

Demikian penjelasan singkat mengenai benjolan di kulit yang tidak berbahaya. Tidak perlu panik atau khawatir berlebihan jika Anda menemukan benjolan di salah satu atau beberapa bagian pada tubuh Anda. Namun sebisa mungkin segera periksakan ke dokter kulit untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan pergi ke dokter kulit, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: