Benarkah Gel Manicure Bisa Picu Kanker?

Gel, manicure, nail, polish, picu, risiko, penyakit, kanker, alat, pengering, khusus, sinar UC, paparan, kulit, tangan, kuku, kering, cat, cat kuku, aseton, larutan, jari, manikur, tabir surya, jaringan, kolagen, bahaya, ultraviolet, keunggulan, kesehatan, tahapan, rapuh, dampak, negatif, Ilustrasi: memoles kuku dengan nail polish

Gel manicure sudah menjadi tren di dunia wanita urban sejak beberapa tahun lalu. Tidak hanya dapat mempercantik kuku, gel manicure atau gel polish memiliki berbagai model dan desain variatif karena pada dasarnya gel manicure dibuat dapat lebih bertahan lama dan tidak mudah rusak jika anda beraktivitas. Namun, seiring dengan popularitas gel manicure yang menanjak, maka kabar tentang beberapa dampak negatif gel manicure juga mulai beredar. Sebelum mencobanya, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang gel manicure terlebih dahulu.

Tahapan Gel Manicure

Sebelum mengaplikasikan cat kuku, kuku akan dilapisi base coat atau lapisan dasar khusus yang berguna untuk memudahkan proses pelapisan cat kuku selanjutnya. Setelah pelapisan pertama, kedua tangan Anda akan ditaruh di bawah sebuah kotak kecil yang memancarkan lampu UV selama pelapisan, hingga beberapa detik sampai mengering. Jika proses pelapisan cat kuku sudah selesai, langkah terakhir yang dilakukan adalah pengaplikasian top coat yang berguna memproteksi kuku Anda.

Perbedaan Gel Manicure dengan Nail Polish

Sebenarnya cat kuku yang sering digunakan oleh gel manicure tidaklah jauh berbeda. Letak perbedaannya ada pada alat yang digunakan yakni sinar ultra violet (UV) yang berfungsi mengeringkan dan membuat kuku lebih bertahan lama dari nail polish reguler, rata-rata 2 – 4 minggu tanpa mudah lecet.

Pro-kontra Lampu UV dalam Gel Manicure

Banyak kontroversi yang beredar. Radiasi UV memang dapat memicu kanker dan menyebabkan penuaan dini pada kulit. Terpapar oleh sinar UV dalam waktu yang lebih lama juga dapat memicu terjadinya flek dan kerutan pada tangan dan jari Anda. Meskipun tingkat radiasi lampu UV yang digunakan pada masing-masing salon berbeda-beda dan pada umumnya cukup rendah, namun tetap saja memiliki risiko jika sering dilakukan secara rutin.

Cara Menghapus Gel Manicure

Gel, manicure, nail, polish, picu, risiko, penyakit, kanker, alat, pengering, khusus, sinar UC, paparan, kulit, tangan, kuku, kering, cat, cat kuku, aseton, larutan, jari, manikur, tabir surya, jaringan, kolagen, bahaya, ultraviolet, keunggulan, kesehatan, tahapan, rapuh, dampak, negatif,

Ilustrasi: kuku berwarna merah menyala

Proses penghapusan gel manicure memang lebih kompleks. Pengangkatan sisa cat kuku umumnya dilakukan pada salon kuku dengan merendam kuku Anda pada cairan aseton dan dibungkus aluminium foil selama 15 – 20 menit. Usahakan jeli dalam melihat bahan penghapus cat kuku yang digunakan pada salon kuku favorit Anda, jangan sampai merusak dan membuat kuku anda menjadi tipis. Tak ada salahnya Anda mencoba inovasi penghapus cat kuku dengan bahan yang lebih ringan dan mengurangi penipisan pada kuku seperti  OPI Expert Touch Lacquer agar tidak membuat kuku terlihat kering dan rapuh, sehingga kuku tetap terawat.

Dari sekian banyaknya tren kecantikan kuku, gel manicure menjadi salah satu treatment yang populer dan memiliki banyak peminat. Selain warnanya tampak lebih menarik dan proses pengerjaannya yang singkat, hasilnya pun lebih tahan lama jika dibandingkan dengan cat kuku biasa. Namun, di balik keunggulan yang ditawarkan, gel manicure juga memiliki risiko yang cukup berbahaya bagi kesehatan kuku jika terlalu sering dilakukan. Apa saja? Simak ulasan berikut ini.

Kuku Menjadi Kering dan Rapuh

Terlalu sering menggonta-ganti warna cat kuku gel rupanya juga dapat sebabkan kuku jadi mudah kering dan rapuh. Untuk menghapus cat kuku gel dan menggantinya dengan warna yang baru, kuku harus direndam dengan cairan aseton dalam waktu yang cukup lama. Nah, proses perendaman inilah yang nantinya dapat mengakibatkan kerusakan dan kekeringan. Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa bahan kimia yang terkandung di dalamnya turut berperan dalam membuat kuku jadi rapuh dan mudah patah.

Kuku Sulit untuk ‘Bernapas’

Terlalu sering melakukan gel manicure diketahui dapat membuat kuku sulit untuk ‘bernapas’. Meskipun permukaan kuku merupakan sel-sel kulit mati yang tak membutuhkan oksigen, namun bantalan kuku dan kutikula termasuk sebagai sel hidup yang tetap membutuhkan oksigen, vitamin, serta mineral.

Memicu Kanker

Saat mengaplikasikan cat kuku gel, Anda akan memerlukan alat pengering khusus supaya hasilnya dapat bertahan lama dan melekat sempurna. Seluruh kuku dan tangan Anda nantinya akan dimasukkan ke dalam alat pengering yang memancarkan sinar ultraviolet (UV) selama beberapa menit. Selain mempercepat proses pengeringan, sinar UV yang dipancarkan dari lampu khusus ini juga akan membuat cat kuku gel lebih awet.

Gel, manicure, nail, polish, picu, risiko, penyakit, kanker, alat, pengering, khusus, sinar UC, paparan, kulit, tangan, kuku, kering, cat, cat kuku, aseton, larutan, jari, manikur, tabir surya, jaringan, kolagen, bahaya, ultraviolet, keunggulan, kesehatan, tahapan, rapuh, dampak, negatif,

Ilustrasi: proses pengeringan pada manicure menggunakan sinar UV (sumber: uvhero.com)

Sayangnya, paparan sinar UV secara langsung ke kulit bukanlah hal yang baik. Meski sinar yang dipancarkan alat tersebut tidak menyebabkan kulit jadi terbakar, namun tetap saja dapat merusak jaringan dan kolagen kulit. Jika terlalu sering dilakukan, hal ini tentu saja dapat memicu penuaan dini dan berisiko menimbulkan kanker kulit.

Meskipun gel manicure memiliki banyak risiko, namun bukan berarti Anda harus menghindari treatment yang satu ini. Agar kuku tetap dalam keadaan sehat, setidaknya ‘liburkan’ kuku selama satu atau dua minggu dari cat kuku ataupun pewarna lainnya demi meminimalisir kerusakan kuku akibat bahan kimia. Selain itu, rutin mengaplikasikan hand cream juga bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk merawat kuku dan kulit tangan Anda.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Harvard Health Publishing, gel polish itu sendiri tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Namun, lampu dan kotak cahaya, yang digunakan untuk menyegel cat selama manicures profesional, telah menimbulkan kekhawatiran. Itu karena banyak memancarkan tingkat radiasi UVA yang cukup tinggi, yang memainkan peran utama dalam perkembangan kanker.

Tingkat risiko tergantung pada frekuensi manikur. Sebuah studi 2014 di JAMA Dermatology menunjukkan bahwa tingkat paparan UVA yang terkait dengan manikur gel setiap dua minggu mungkin tidak cukup tinggi untuk meningkatkan risiko kanker kulit secara signifikan.

Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi tangan Anda dari paparan UVA. Mengoleskan tabir surya tahan air, SPF 30 atau lebih tinggi, di tangan Anda sebelum manikur Anda. Anda juga dapat mempertimbangkan memotong ujung jari dari sepasang sarung tangan dan memakainya ketika kuku Anda terawat.

Ini juga dapat membantu meminimalisir ekspos terhadap aseton – pelarut yang digunakan untuk menghilangkan cat kuku lama – yang dapat mengeringkan kulit dan kuku Anda. Daripada mencelupkan jari Anda ke dalam larutan, cobalah merendam kapas dalam aseton dan aplikasikan ke kuku Anda selama 10 hingga 15 menit.

Jika kuku Anda kering, itu juga ide yang baik untuk beristirahat dari cat kuku selama satu atau dua minggu beberapa kali setahun. Selama istirahat itu, oleskan petroleum jelly atau pelembab lain ke kuku Anda beberapa kali sehari

Leave a comment

Your email address will not be published.


*