Belajar dari Hewan untuk Hidup Terasa Lebih Bahagia

Ilustrasi: hewan di alam liar (foto: Johan Siggesson/Comedy Wildlife Photo Awards 2020)Ilustrasi: hewan di alam liar (foto: Johan Siggesson/Comedy Wildlife Photo Awards 2020)

Ada banyak faktor yang membuat hari-hari kita terasa bahagia dan mudah, mulai dari bisa membeli makanan kesukaan hingga membeli beragam barang mewah. Namun, konsep bahagia yang sesungguhnya adalah ketika jiwa, pikiran, dan keadaan menyatu dengan sempurna.[1] Sayangnya, momen ini tidak bisa dirasakan begitu saja, tetapi ada cara sederhana untuk mendapatkannya, yakni belajar dari hewan.

Kenapa Harus Belajar Bahagia dari Hewan?

“Hewan terkadang lebih baik dalam bertahan hidup karena mereka tidak memiliki bentuk kecerdasan khusus seperti manusia,” kata Justin Gregg, peneliti senior di Dolphin Communication Project kepada jurnalis South China Morning Post. “Meskipun kecerdasan manusia telah memainkan peran sentral dalam evolusi spesies kita, itu juga memiliki beberapa efek negatif.”

Gregg juga menjelaskan, manusia memiliki beberapa sifat yang anehnya membuatnya sukses. Kemampuan itu adalah hal yang tidak dimiliki hewan. Manusia selalu berusaha mencari tahu apa yang dipikirkan orang lain, dan hewan tidak melakukannya. Hewan juga tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekelilingnya.

Keterampilan rasa ingin tahu dan kepedulian ini memungkinkan manusia untuk membuat asumsi kompleks tentang bagaimana masa depan akan terungkap. Namun, asumsi seperti itu umumnya salah karena banyak informasi yang tidak akurat dan ini yang membuat manusia memiliki beragam emosi.

Baca juga:  Tampil Cantik dengan Bedak Viva Bright Beauty Compact Powder

“Manusia umumnya akan memikirkan masa depan dan merencanakan banyak hal untuk hidupnya,” kata Gregg. “Tak hanya itu, sangat umum bagi manusia untuk memikirkan apa yang terjadi setelah mereka mati. Itu tidak selalu menguntungkan, karena banyak kesenangan dan banyak kebaikan muncul dari pemikiran tentang masa depan, tetapi itu juga bisa merusak kebahagiaan.”

Ilustrasi: anjing peliharaan (sumber: insidedogsworld.com)

Ilustrasi: anjing peliharaan (sumber: insidedogsworld.com)

Perbedaan Kecerdasan Hewan dan Manusia

Kecerdasan adalah kualitas yang sulit untuk didefinisikan dan komunitas ilmiah tidak memiliki definisi standar tentangnya. Secara umum, kecerdasan dianggap melibatkan pengumpulan informasi yang berguna dan kemudian membuat rencana untuk menindaklanjutinya, tetapi ada banyak variasi pada tema ini.

“Meski begitu, para ilmuwan cukup tahu untuk mencatat perbedaan luas antara kecerdasan manusia dan hewan,” kata Gregg. “Kecerdasan manusia bukanlah satu hal, ini adalah kombinasi dari keterampilan kognitif yang muncul selama evolusi. Kombinasi keterampilan kognitif yang aneh ini membuat kita berbeda dengan hewan.”

Keterampilan kognitif ini memang mirip dengan yang Anda lihat pada spesies lain. Namun, pada manusia lebih canggih, dan membentuk kecerdasan yang kita kenal sebagai manusia.

“Kami memiliki pemahaman tentang kausalitas, mengapa sesuatu terjadi. Gabungkan itu dengan teori pikiran (pengetahuan bahwa individu lain juga memiliki pikiran dan bertindak secara independen dari kita),” kata Gregg. “Ini yang membuat manusia memahami bahasa, dan memungkinkan kita melakukan hal-hal rumit yang tidak dapat dilakukan hewan.”

Baca juga:  Insomnia Akibat Perubahan Iklim? Bisa Jadi Itu Gejala Climate Anxiety

Cara Pandang Hewan terhadap Kematian

Greg juga menjelaskan alasan kita kurang bahagia, yakni pengetahuan kita bahwa kita akan mati suatu hari nanti membentuk cara kita memandang dunia. Hewan memang memiliki semacam pengetahuan tentang kematian orang lain, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka sendiri akan mati. Obsesi manusia untuk mencoba menemukan makna dalam hidup kita berasal dari pengetahuan ini.

Ilustrasi: hewan di alam liar (foto: Tanvir Ali/Comedy Wildlife Photo Awards 2020)

Ilustrasi: hewan di alam liar (foto: Tanvir Ali/Comedy Wildlife Photo Awards 2020)

“Hewan mungkin tidak mencari makna,” kata Gregg. “Karena mereka tidak memiliki ‘kebijaksanaan kematian’, yaitu, pengetahuan tentang kematian mereka sendiri yang tak terhindarkan, tidak mungkin mereka mencari makna. Mereka tidak terganggu oleh pemikiran semacam itu.”

Apakah pencarian makna kematian itu baik atau buruk masih menjadi bahan perdebatan. Banyak hal indah yang keluar dari pengetahuan kematian kita, tetapi tak sedikit yang merasa sedih. Selain itu, dengan kecerdasan ini, manusia mampu mencari makna seni, musik, dan segala sesuatu yang menjadi landasan moral.

Baca juga:  Kebiasaan Makan Secara Emosional & Pengaruhnya Terhadap Berat Badan

“Orang-orang dan masyarakat cenderung mengambil landasan moral yang tinggi ketika mereka berpikir bahwa mereka telah menemukan cara terbaik untuk hidup,” kata Gregg. “Jika cara itu berbeda dengan gagasan kelompok lain, konflik akan terjadi.”

Lalu, apakah hewan merasa lebih bahagia daripada manusia? Seperti kecerdasan, kebahagiaan adalah kualitas yang sulit untuk didefinisikan, tetapi psikolog telah menemukan beberapa definisi yang bisa diterapkan.

“Hewan memang merasakan semacam kebahagiaan tingkat rendah yang mirip dengan cara kita merasakan kesenangan,” kata Gregg. “Kemampuan untuk mendapatkan kebahagiaan tingkat tinggi dengan berfilsafat tentang makna hidup tentu nyata bagi manusia, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar kesenangan kita berasal dari pengejaran sederhana seperti minum segelas limun dingin di hari yang panas.”

Perbedaannya adalah bahwa kecerdasan manusia telah membekali kita dengan kapasitas untuk menilai tingkat kebahagiaan kita sendiri dalam bentuk abstrak, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh hewan. Untuk itu, ada kalanya kita perlu menurunkan nilai kita terhadap hal yang membahagiakan dan mencoba berpikir lebih sederhana seperti hewan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna.

[1] Rohman, Abdur. 2018. Konsep Bahagia. Spiritualis IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, vol. 4(1): 1-13.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: