Sama-sama dari Singkong, Ternyata Tepung Singkong dan Tapioka Itu Beda!

Tepung (sumber: wikipedia)Tepung (sumber: wikipedia)

Tepung singkong dan tapioka kerap dianggap bahan pangan yang sama. Padahal, meski sama-sama terbuat dari bahan dasar singkong, rupanya tepung singkong dan tapioka adalah produk yang berbeda. Lantas, apa beda mendasar dari tepung singkong dan tapioka?

Dalam terminologi perdagangan atau bahasa pasar diketahui terdapat nama bermacam tepung yang berasal dari ubi kayu, yang teknologi penepunganatau proses produksinya juga berbeda, yaitu tepung tapioka, tepung singkong (tepung kasava), dan tepung gaplek.

Seringkali ada yang sulit membedakan atau menganggap sama antara tepung tapioka, tepung gaplek, dan tepung kasava. Padahal tidak demikian halnya, karena ada perbedaan antara ketiga jenis tepung tersebut, yaitu mulai dari perlakuan bahan, proses produksi, spesifikasi hasil, hingga pemanfaatan tepungnya.

Tepung tapioka/tapioca flour (sumber: thespruceeats.com)

Tepung tapioka/tapioca flour (sumber: thespruceeats.com)

Tepung tapioka memiliki nomenclature (nama lain) ‘pati ubi kayu’, ‘pati singkong’, atau ‘sari ubi kayu’. Dalam Bahasa Inggris, tepung tapioka biasa disebut tapioca flour atau cassava starch. Sedangkan, tepung kasava disebut juga ‘tepung ubi kayu’, ‘tepung singkong’, atau Bahasa Inggris-nya cassava flour. Sementara, tepung gaplek biasa disebut cassava powder.

Baca juga:  Risiko Kesehatan Akibat Sering Bermain Game Online

Dalam hal proses produksi atau cara membuatnya, tepung tapioka dibuat dari umbi ubi kayu segar, yang diambil patinya saja, sedangkan ampas atau onggoknya dijadikan pakan ternak. Sementara, tepung singkong/tepung kasava memanfaatkan semua kandungan nutrisi umbi ubi kayu segar, dari kandungan pati dan seratnya.

Tepung kasava atau tepung ubi kayu dibuat dari umbi ubi kayu segar yang melalui proses pengupasan, pencucian, lalu di-slicer atau diiris tipis menjadi chips atau sawut. Setelah itu, chips direndam selama dua hari dengan pH 5 (proses fermentasi), lalu di-separator atau ditiriskan, dilanjutkan dengan pengeringan dengan mesin dan atau solar cell, kemudian ditepungkan, dikemas, dan siap didistribusi sebagai raw material produk olahan modern, antara lain “titan” (tiwul instan).

Untuk tepung tapioka, cara membuatnya hampir serupa dengan pembuatan tepung kasava dari singkong segar, akan tetapi ada satu fase tambahan, yaitu pemisahan pati dengan onggoknya.

Tepung gaplek/cassava powder (sumber: hariyadikarya.com)

Tepung gaplek/cassava powder (sumber: hariyadikarya.com)

Adapun tepung gaplek juga memanfaatkan semua kandungan nutrisi dari umbi ubi kayu yang dikeringkan atau diawetkan, yang dikenal dengan nama gaplek, yang kemudian ditepungkan. Gaplek adalah umbi dari ubi kayu yang telah dikupas, dicuci, lalu dibelah-belah memanjang dalam beberapa irisan. Yang terlalu panjang dipotong menjadi 2-3 potong, kemudian dijemur dikeringkan di bawah terik matahari, dan akan kering dalam 3-4 hari. Bentuk gaplek produk masyarakat ini biasanya disebut gaplek gelondongan. Gaplek produksi masyarakat inilah yang ditepungkan dan menjadi raw material produk olahan tradisional, antara lain tiwul tradisional.

Baca juga:  Review Sariayu Acne Care Facial Foam

Tepung gaplek (gaplek powder/cassava powder) dan tepung ubi kayu atau tepung kasava (cassava flour) dapat diibaratkan sebagai “saudara kembar satu roh” yang dilahirkan dari satu kandungan yang sama yang dinamakan ketela pohon atau ubi kayu, serta sebutan lainnya sebagaimana dipaparkan sebelumnya. Sehingga, jika dipandang dari hakikat memang tidak dapat dikatakan keliru, apabila ada yang menengarai bahwa tepung gaplek dan tepung kasava itu sama saja. Yang membedakan dari kedua nama produk tepung tersebut adalah cara perlakuannya (processing) dari umbi hingga menjadi tepung, dan hasilnya, yang masing-masing memiliki spesifikasi berbeda. Gaplek rakyat umumnya mutunya rendah (karena faktor kehigienisan dan kadar air) dan harganya murah.[1]

Perbandingan Komposisi Gizi Tepung Singkong dan Tapioka

Cassava flour/tepung singkong/tepung ubi kayu (sumber: goodhousekeeping.com)

Cassava flour/tepung singkong/tepung ubi kayu (sumber: goodhousekeeping.com)

Zat GiziTepung SingkongTapioka
Energi (kkal)363,0362
Protein (g)1,10,5
Lemak (g)0,50,3
Karbohidrat (g)88,286,9
Kalsium (mg)84,0
Fosfor (mg)125,0
Besi (mg)1,0
Baca juga:  Manfaat dan Merek Minyak Jagung yang Bagus untuk Diet

*Perbandingan per 100 gram tepung singkong dan tapioka[2]

Karena proses pembuatan yang berbeda, tentu saja karakteristik dari tepung singkong dan tapioka alias kanji juga berbeda. Misalnya saja, tepung tapioka bisa larut di dalam air, sedangkan tepung singkong tidak. Kemudian tepung tapioka kerap dipakai sebagai bahan pengental kuah atau pengisi kue-kue kering, sedangkan tepung singkong lebih banyak diolah untuk membuat kue basah maupun aneka bubur.

[1]Djuwardi, A. 2009. Cassava – Solusi Pemberagaman Kemandirian Pangan: Manfaat, Peluang Bisnis, dan Prospek (hlm 48-50). Elisa DR, editor. Jakarta: Grasindo.

[2]Gardjito, M dkk. 2013. Pangan Nusantara: Karakteristik dan Prospek Untuk Percepatan Diversifikasi Pangan Edisi Pertama (hlm 160). Jakarta: Kencana.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: