Apa Sih Beda Kompor Listrik dan Induksi? Mana yang Paling Hemat?

Menggunakan Kompor Listrik untuk Memasak - www.freepik.comMenggunakan Kompor Listrik untuk Memasak - www.freepik.com

Bagi Anda yang mulai berencana untuk lebih menghemat pemakaian gas LPG, mungkin kini sedang bimbang memilih mana yang paling tepat antara menggunakan kompor listrik atau induksi. Nah, agar Anda tidak salah pilih, simak uraian lengkap mengenai beda kompor listrik dan induksi!

Pada kompor induksi, elektromagnet ditempatkan di bawah permukaan masak. Ketika arus bolak-balik (arus AC) mengalir dalam elektromagnet, medan magnet terbentuk secara cepat. Arus Eddy akan dihasilkan di atas pelat logam yang dijadikan elektromagnet menimbulkan resistensi panas. Tidak seperti kompor listrik, resistensi panas timbul di dalam alat masak saja, tidak memanaskan elemen pemanas.

Selain elemen pemanas tidak panas, kompor induksi memiliki keunggulan lain. Derajat suhu pemanasan kompor bisa diatur lebih baik daripada kompor-kompor lainnya. Hal itu terjadi karena ketika mengubah besar kuat elektromagnetik, panas yang dihasilkan kompor hampir segera berubah.

Kompor induksi juga memiliki efisiensi panas yang tinggi, yaitu hampir semua energi listrik diubah menjadi kalor dan tidak hilang ke lingkungan. Hal ini menyebabkan cepatnya proses memasak, ruangan panas yang lebih dingin. Menurut penelitian, kompor induksi berefisiensi sekitar 80%, kompor listrik biasa sekitar 50%, dan kompor gas sekitar 30%. Dalam hal ini dapat menyingkat waktu memasak hingga setengahnya.

Baca juga:  Punya Kulit Berminyak Tapi Ingin Pakai BB Cream? Coba Produk Wardah BB Everyday Beauty Balm Cream

Akan tetapi, salah satu kerugian dari kompor induksi adalah keharusan untuk menggunakan alat masak berbahan besi. Dengan demikian, alat masak dari aluminium, tembaga, keramik, atau gelas akan tetap dingin jika diletakkan di atas kompor induksi. Selain itu, daya listrik yang diperlukan minimal 800 watt.[1]

Kompor induksi berbeda dari kompor listrik dalam hal sebagai berikut: kompor listrik membangkitkan panas melalui hambatan listrik logam (burner coil atau elemen), sedangkan kompor induksi membangkitkan panas melalui hambatan magnetik logam, yakni logam dalam alat memasak sendiri.[2]

Kompor Listrik - merkbagus.id

Kompor Listrik – merkbagus.id

Beda Kompor ListrikdanInduksi

Cara Pemanasan

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, kompor induksi memakai energi elektromagnetik untuk memanaskan panci dan wajan secara langsung. Sedangkan kompor listrik memakai elemen pemanas dan mengalirkan energi radiasi ke makanan. Panas yang dihasilkan oleh kompor induksi kabarnya lebih cepat dan efisien. Menurut data perbandingan yang disajikan oleh Electrolux, kompor induksi dapat merebus 2 liter air hanya dalam waktu 5 menit, sedangkan kompor listrik butuh waktu lebih lama, sekitar 9 menit untuk merebus air dalam jumlah yang sama.

Baca juga:  Sulit Temukan di Toko Terdekat? Ini Sederet Bahan Alternatif Pengganti Cream Cheese

Tingkat Keamanan

Kompor induksi disebut-sebut lebih aman dibanding kompor listrik kumparan atau kompor gas. Pasalnya, kompor induksi hanya memanaskan item dengan partikel besi di dalamnya. Kompor induksi cocok untuk Anda yang memiliki anak kecil di rumah, sebab jauh lebih aman jika disentuh atau terkena tangan. Beberapa produk kompor induksi bahkan akan mati secara otomatis ketika panci/wajan diangkat dari kompor, sehingga mengurangi risiko korsleting.

Suhu Maksimum

Kompor induksi rata-rata memiliki suhu maksimum hingga 351 derajat celsius, sedangkan kompor listrik biasa ternyata suhunya bisa lebih panas, rata-rata mencapai 393 derajat celsius. Kompor listrik pun butuh waktu lebih lama untuk dingin saat beralih dari panas tinggi ke rendah. Selain itu, sebagian besar kompor induksi masih belum dilengkapi tombol pengaturan suhu yang akurat (digital) seperti kompor induksi, sehingga suhu yang digunakan untuk memasak biasanya hanya berdasarkan perkiraan.

Efisiensi Energi

Kompor induksi jauh lebih efisien dibandingkan kompor listrik biasa untuk memanaskan peralatan masak secara langsung. Masih menurut data Electrolux, kompor induksi memiliki sekitar 90% efisiensi energi, sedangkan kompor listrik hanya 70% efisiensi energi.

Kompor Induksi - ceklist.id

Kompor Induksi – ceklist.id

Fitur

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fitur-fitur yang ditawarkan oleh kompor induksi memang lebih lengkap dan canggih. Selain memiliki tombol pengatur suhu (digital) yang cukup akurat, kompor induksi biasanya juga dilengkapi fitur seperti child lock untuk mengunci tombol pengaturan, sensor keamanan, timer untuk mengatur durasi memasak, hingga mode memasak yang berbeda untuk tiap jenis masakan. Fitur-fitur canggih tersebut biasanya tidak tersedia pada kompor listrik biasa.

Baca juga:  Berapa Kali Sebaiknya Menggunakan Ovale Facial Mask dalam Seminggu?

Harga

Jika ditinjau dari segi harga, kompor listrik biasa memang relatif lebih murah dari kompor induksi. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Sementara itu, kompor induksi harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

[1]Mundilarto, dkk. 2007. Fisika 3 SMP Kelas IX (hlm 128). Saepul Q dkk, editor. Jakarta: Yudhistira.

[2]Wolke, RL. 2006. Kalo Einstein Jadi Koki: Sains di Balik Urusan Dapur (hlm 323). Terjemahan oleh: Alex TKW. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: