Proses Suntik Filler, Bahan, Prosedur, dan Risiko Efek Sampingnya

filler, kandungan, dokter, pasien, wajah, bibir, mata, area, masalah, di, semua, orang, tidak, garis, kendur, rentan, keloid, kecil, infeksi, aktif, ibu, hamil, menyusui, Restylane-L, kerutan, sama Ilustrasi: suntik filler

Minat dalam plastik selalu tinggi, tetapi stigma masih menyelimuti, baik bagi penyedia jasa dan juga pasien. Injeksi memiliki kandungan tertentu, seperti neurotoksin dan filler. Kandungan tersebut bisa membawa konsekuensi serius bagi kesehatan tubuh.

Namun, perjuangan para untuk tidak terlalu memikirkan filler selalu menerima penolakan. Di Los Angeles, misalnya, analogi rambut dijadikan sebagai kemenangan oleh pos-pos suntikan dijuluki Drybar of Botox yang menawarkan filler dengan kandungan asam hyaluronic (HA) (seperti Restylane dan Juvenem), neurotoksin (Botox dan Dysport), dan Kybella yang menghancurkan lemak dengan getaran tidak terlalu kuat.

Prosedur suntik adalah bisnis besar. Menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, telah lebih dari dua juta orang menerima suntikan botulinum toksin atau filler pada tahun 2017. Popularitas filler HA, khususnya, telah melonjak 85 persen sejak tahun 2012.

Sementara filler bisa dilakukan dengan satu kali suntikan cepat, namun jika terjadi kesalahan, tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Setiap jenis filler, ada risikonya sendiri, seperti injeksi tidak disengaja ke dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan mati, keropeng, jaringan parut, bahkan kebutaan.

Umumnya, filler terbilang aman ketika disuntikkan oleh dokter kulit bersertifikat dan bedah plastik yang memiliki pengetahuan mendalam tentang anatomi manusia serta kemungkinan komplikasi. Sebelum melakukan prosedur injeksi, sebagai pasien, Anda harus memerhatikan apa saja yang dikatakan oleh dokter.

Tidak Semua Filler Dibuat Sama

Sebagian besar kandungan filler adalah HA, yang merupakan gula aman yang bisa ditemukan secara alami di dalam tubuh manusia. Bahan filler lain terbuat dari bahan lain. Radiesse mengandung kalsium hidroksiapatit mineral (bahan dari gigi dan tulang, bisa terlihat dalam X-ray dan CT scan). Sculptra menggunakan poly-L-lactic acid (PLLA), polimer buatan manusia yang biodegradable, komponen sama dalam jahitan yang dapat diserap kulit.

filler, kandungan, dokter, pasien, wajah, bibir, mata, area, masalah, di, semua, orang, tidak, garis, kendur, rentan, keloid, kecil, infeksi, aktif, ibu, hamil, menyusui, Restylane-L, kerutan, sama

Ilustrasi: penggunaan HA filler (sumber: drshel.com)

Tidak seperti HA filler, yang pada dasarnya berfungsi sebagai pengganti kolagen dan lemak, dengan kata lain dikenal sebagai pengisi biostimulator. Filler HA memberikan hasil relatif cepat. Hal ini karena fakta sederhana bahwa cairan disuntikkan ke dengan tujuan utama untuk memicu pertumbuhan kolagen Anda sendiri. Dengan merangsang fibroblast, HA dalam filler juga telah dianggap bisa meningkatkan produksi kolagen dan elastin dari waktu ke waktu.

Meskipun ada kesamaan kimia, HA sebenarnya adalah kelompok yang beragam. Ada 14 gel yang bervariasi dalam kepadatan, viskositas (atau aliran), elastisitas, kemampuan mengangkat wajah (atau kekakuan, disebut dengan G prime).

Filler Bukan Tradisi Ikut-Ikutan

Meskipun selalu bijaksana untuk mengetahui apa yang disuntikkan ke dalam tubuh Anda, petugas atau praktisi filler tidak menyukainya ketika Anda meminta merek filler tertentu (Juvéderm, Restylane) atau subtipe (Ultra Plus, Defyne) tanpa alasan. Untuk itu, perlu adanya diskusi terbuka antara pasien dengan dokter, dan kemudian memutuskan bersama apa yang terbaik.

Dapat dicontohkan, apabila ada seseorang yang memiliki volume cukup, tetapi garis-garis bibirnya mulai tidak tampak, maka filler yang cocok adalah Restylane-L. Prosedur tersebut akan membuatnya lebih presisi.

Kasus lain, jika volume bibir menyusut, prosedur yang dilakukan adalah Volbella untuk menambah volume. Injektor dipilih berdasarkan pengetahuan, keahlian, dan dari sisi estetika seorang praktisi filler.

Filler Bibir Tidak Harus Tampak Sebagaimana Mestinya

Filler pada bibir mungkin akan tampak natural. Sementara, sebagian besar orang setuju bahwa hanya kandungan HA yang harus digunakan di bibir. Kandungan itu terintegrasi dengan baik tanpa menyebabkan masalah. Jenis yang tepat tergantung pada kebutuhan dan keinginan individu. Sekitar usia 30 tahun, bibir semua orang mulai perlahan mengempis dan kehilangan bentuknya, tetapi ini bisa terlihat berbeda pada setiap orang.

Filler Dapat Melakukan Lebih Dari Sekadar Meningkatkan Bibir Dan Mengecilkan Kerutan

Filler mungkin bisa memperparah bekas luka, mencerahkan area bawah mata, dan mempertajam garis rahang. Para dokter biasanya menggunakan Radiesse, Juvéderm Ultra, Restylane Lyft untuk area tangan dan garis rahang.

Ilustrasi: bagian wajah yang akan disuntik filler

Untuk area bawah mata, dokter akan menyuntikkan lapisan halus HA yang lebih cair, dengan tidak menyebabkan pembengkakan, atau menimbulkan kebiruan (sesuatu yang dikenal sebagai efek Tyndall). Suntikan ini dapat mengangkat kulit ke atas serta mengaburkan perubahan warna.

Sementara, untuk bekas jerawat, saat ini hanya ada satu filler yang secara teknis disetujui FDA yaitu Bellafill. Hal itu karena berdasarkan akrilik, Bellafill dinilai lebih mampu untuk memperbaiki bekas luka. Namun, banyak ahli dermatologi dan ahli bedah plastik yang menggunakan HA sebagai gantinya.

Filler Tidak Menyelesaikan Semua Masalah di Wajah

Filler, dengan sendirinya, tidak dapat menandingi kemerosotan wajah secara signifikan. Lekuk-lekukan kecil yang membentuk bibir atas, misalnya, biasanya muncul dengan beberapa tingkat kelemahan, dan mungkin memerlukan beberapa prosedur termasuk filler, botox, peeling, microneedling, dan/atau laser resurfacing.

Hal itu berlaku juga untuk garis senyum. Filler tidak dapat menghapus semuanya. Sementara itu, untuk dapat mengangkat kulit kendur sampai batas tertentu, jangan mengharapkan face-lift.

Filler Tidak Ditujukan Untuk Semua Orang

Filler tidak direkomendasikan untuk ibu hamil atau menyusui, termasuk siapa saja yang berurusan dengan perlawanan terhadap infeksi aktif, dan juga orang-orang yang alergi terhadap konstituen filler. Sebelum melakukan filler, Anda bisa memberitahu dokter apabila ada alergi terhadap kandungan tertentu.

Berbicara tentang alergi, Radiesse tidak boleh digunakan pada orang yang memiliki alergi berat atau gangguan pendarahan. Pasien dengan immunocompromised atau memiliki riwayat penyakit autoimun, mungkin juga perlu menghindari filler. Jika Anda rentan terhadap keloid, letakkan injector di area yang kecil.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: