Kapan Bayi Mulai Merangkak? Berikut Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui

Ilustrasi: bayi merangkak Ilustrasi: bayi merangkak

Seperti halnya kura-kura dan kelinci, beberapa bayi mulai merangkak dengan cepat setelah umur setengah tahun dan sementara yang lain sedikit terlambat walaupun stabil. Cepat lambatnya seorang bayi dapat merangkak bukanlah sebuah ajang perlombaan bagi orang tua di mana mereka dapat membanding-bandingkan bayi mereka. Perlu Anda ketahui bahwa setiap bayi memiliki kemampuan perkembangan dan pertumbuhan berbeda terlebih dalam fungsi kerja otot-ototnya.

Seorang praktisi perawat pediatrik bernama Amanda, menjelaskan bahwa seorang bayi sudah mulai merangkak pada usia antara 7 hingga 10 bulan. Sebagai pendorong dan stimulan bagi bayi agar dapat merangkak sesuai dengan usianya, orang tua hendaknya memperhatikan kegemaran mereka. Beberapa bayi sangat suka bermain, untuk itu banyak sekali orang tua memanfaatkan mainan.

Tak jarang mereka meletakkan mainan sejauh 50 cm dari bayi dan itu tentu saja membuat bayi mencoba untuk merangkak dengan tujuan mendapatkan mainan mereka. Dan berdasarkan para ahli, ada ciri di mana seorang bayi bisa muli untuk merangkak. Ketika mereka sudah mulai bisa mengangkat kepala dan membalikkan tubuh mereka sendiri, inilah salah satu pertanda bahwa ia siap untuk latihan merangkak. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait dengan tanda-tanda bayi mulai bisa merangkak.

Apa Saja Tanda-Tanda Bayi Sudah Bisa Mulai Merangkak?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada pula penjelasan tentang tanda bayi yang mulai merangkak menurut seorang ahli kesehatan bernama Dorota. Ia menjelaskan bahwa seorang bayi bersiap merangkak ketika ia mulai bisa mendorong tubuh bagian atas pada sikunya. Selain itu seorang bayi mulai bisa merangkak ketika ia bisa menarik bagian kakinya ke bawah dan mengayun ke depan atau ke belakang dengan siku dan lutut.

Baca juga:  Kecanduan Gadget pada Anak Berdampak Negatif Terhadap Kesehatan Mental
Ilustrasi: bayi usia menjelang 1 tahun

Ilustrasi: bayi usia menjelang 1 tahun

Ketika Anda memperhatikan tingkah laku seorang bayi yang mulai belajar merangkak, mungkin secara bersamaan Anda juga akan melihat bahwa sang bayi lebih banyak menghabiskan banyak waktu berbaring di lantai dengan perutnya. Ini merupakan salah satu kebiasaan bagi bayi karena mereka lebih nyaman melakukan tidur berbaring di lantai dengan perutnya. Posisi ini juga akan mempermudah mereka dalam mengayunkan kaki dan tangan untuk mulai belajar merangkak.

Selain itu tanda paling umum dan paling sering dilakukan oleh seorang bayi ketika mereka sudah siap untuk belajar merangkak yaitu dari sorot pandangan mata. Ketika Anda memperhatikan bahwa bayi Anda sudah mulai tertarik dengan benda-benda berjarak jauh ataupun tertarik dengan seseorang yang jaraknya tidak dekat. Ini adalah tanda pertama dari seorang bayi yang memiliki rasa ingin tahu untuk menyentuh ataupun mendapatkan benda tersebut dengan merangkak.

Dan ketika Anda memperhatikan jika bayi mulai menarik-narik lengan Anda untuk berkeliling ataupun menginginkan benda dengan jarak lebih jauh, ini adalah tanda baik. Karena bayi Anda sudah bisa merangkak dalam waktu beberapa minggu lagi. Apalagi jika bayi sudah mulai menghabiskan waktu untuk sekadar berbaring di lantai dengan perut mereka dan menggoyang-goyangkan badan dengan tangan, inilah tanda bahwa beberapa minggu atau bulan mereka sudah bisa merangkak dengan baik.

Baca juga:  Lima Besar Sifat Kepribadian Manusia dan Apa Artinya Bagi Psikolog

Bagaimana Cara Mempercepat Bayi Dapat Merangkak?

Ada beberapa alasan mengapa seorang dokter mengatakan pada Anda sebagai orang tua untuk memperkenalkan bagian tubuh terutama perut terlebih dahulu ketika bayi berusia 2 atau 4 minggu. Ini untuk membantu menguatkan otot-otot punggung bayi Anda dan mempersiapkan lengan dan kaki bayi agar mereka cepat merangkak. Tentu saja, ini juga membantu Anda untuk membantu bayi dalam mengoordinasikan bagian-bagian tubuh tersebut agar bayi Anda bisa lebih cepat merangkak.

Ilustrasi: bayi belajar merangkak

Ilustrasi: bayi belajar merangkak

Untuk memperkenalkan bagian-bagian tubuh tersebut pada bayi cukup mudah, Anda hanya perlu mengayun-ayunkan tangan dan kaki mereka terlebih dahulu selama 5 menit. Tidak hanya itu, Anda bisa menggunakan mainan ataupun botol susu untuk mendorong ambisi mereka dalam meraih benda. Selain memperkenalkan bagian tubuh kaki dan tangan, cara ini sangat membantu mempercepat cara kerja dan fungsi otot pada tangan dan kaki bayi.

Sedangkan untuk memperkenalkan perut, Anda bisa menaruh bayi pada posisi tengkurap selama 15 menit. Dengan begini, bayi dapat merasakan otot-otot di perut mereka bergerak dan semakin kuat. Selain membuat otot perut kuat, posisi tengkurap juga dapat memperkuat tulang dan mempercepat cara kerja dan fungsi otot-otot bagian punggung bayi.

Baca juga:  Pilihan Produk Tabungan di Bank Terbaik untuk Anak & Bayi

Tidak hanya meletakkan bayi dalam posisi tengkurap di kasur saja, terkadang Anda juga perlu meletakkan bayi dengan posisi tengkurap di lantai. Tentunya pastikan terlebih dahulu bahwa lantai sudah dalam keadaan bersih. Anda juga bisa meletakkan karpet dengan bahan halus di lantai. Setelah itu biarkan bayi selama 15 menit dan tambahkan beberapa benda seperti mainan kesukaannya dalam posisi agak jauh tetapi mudah dijangkau oleh bayi Anda.

Sebelumnya sebagai pemanasan, biarkan bayi memainkan mainannya selama 1 menit dan setelah itu letakkan mainannya dalam jarak sekitar 30 cm sebagai awal permulaan. Biarkan bayi menggunakan perutnya dan latihan menggunakan lengan, tangan, siku, lutut, dan kaki mereka untuk bergerak menuju benda-benda tersebut. Awalnya mungkin mereka hanya menggerak-gerakkan bagian-bagian tubuh mereka saja tanpa adanya pergeseran posisi.

Seiring waktu jika latihan ini dilakukan secara rutin, maka bayi akan mudah sekali dan cepat belajar merangkak. Latihan ini sangat efektif dilakukan pada pagi hari dan menjelang tidur di mana bayi sedang aktif dan selalu ingin bermain. Namun, jika dalam usia 1 tahun dan bayi belum bisa merangkak maka ada baiknya Anda mengunjungi dokter anak untuk melakukan pemeriksaan pada sang bayi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: