Apa Penyebab Barbekyu Tidak Higienis dan Jadi Sarang Penyakit?

Makanan barbekyu (sumber: theculturetrip.com)Makanan barbekyu (sumber: theculturetrip.com)

Fenomena Korean Wave tidak hanya seputar fashion dan musik K-Pop, tetapi juga kuliner dan salah satu kuliner yang disajikan berdasarkan budaya Korea adalah barbekyu dengan panggangan di atas meja yang praktis dan sederhana.[1] Kendati demikian, makan BBQ di restoran tidak murah, sehingga banyak yang mencobanya di rumah. Sayangnya, banyak orang yang kurang paham dengan tata cara masak barbekyu ala Negeri Ginseng, sehingga itu malah jadi sarang penyakit.

Alasan BBQ Tidak Sehat

Cara Mengolah yang Salah

Selain di restoran, banyak orang mengadakan acara makan bersama dengan konsep barbekyu atau bakar-bakar bersama keluarga dan teman. Memang, acara seperti ini terbilang sangat menyenangkan. Namun, apakah Anda cukup paham dengan tata cara memasak dan menyajikan BBQ?

Dilansir dari HuffPost, tidak semua orang, bahkan yang pandai memasak benar-benar paham dengan cara mengolah daging atau bahan-bahan untuk BBQ. Sebaliknya, seorang karyawan restoran BBQ akan lebih profesional menyajikan serta mengolah bahan barbekyu. Tak heran jika Anda makan barbekyu di tempat makan akan lebih mahal harganya.

Sebuah restoran dengan menu bakar-bakar, tentunya memiliki protokol keamanan dan kesehatan yang ketat. Para karyawan akan membantu Anda menyiapkan bahan untuk BBQ. Tak jarang, ada pelayan yang menawarkan diri untuk membantu Anda membakar daging, sehingga bahan makanan mentah yang diolah hingga masak dan masuk ke mulut Anda akan tetap higienis dan sehat.

Baca juga:  Dikenal Baik untuk Wanita, Ini Deretan Makanan yang Mengandung Isoflavon
Makanan barbekyu (sumber: washingtonian.com)

Makanan barbekyu (sumber: washingtonian.com)

Kuman dari Luar

“Ketika saya berpikir tentang penyakit bawaan makanan di acara barbekyu atau acara masak-memasak, hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya bukanlah makanan tertentu saja, tetapi perilaku yang dapat meningkatkan risiko,” kata Ellen Shumaker, seorang ahli memasak dari Carolina Utara. “Perilaku berisiko nomor satu yang yang bisa membuat barbekyu Anda tidak higienis dan jadi sarang penyakit adalah tidak cuci tangan ketika makan.”

Kuman, bakteri, dan virus bisa muncul di atas daging yang lezat saat Anda membawanya dari luar. Cuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer sebelum memasuki restoran, sebelum makan, dan sesudah makan.

Makanan Dibiarkan Terlalu Lama di Ruang Terbuka

Inspektur keamanan makanan Jeff Nelken mengatakan, makanan apapun yang perlu disimpan, baik panas atau dingin tidak boleh dibiarkan begitu saja di ruang terbuka. Kuman dan bakteri bisa bersarang di makanan Anda. Selain itu, jangan meletakkan makanan tertentu, seperti salad dan makaroni di bawah sinar matahari.

Baca juga:  Menjadi Penjilat? Bisa Jadi itu Bentuk People Pleaser Trauma

Agar aman, Shumaker menyarankan bahwa hidangan makanan dingin tidak boleh disimpan di ruang terbuka lebih dari satu jam. Makanan harus dimasukkan kembali ke lemari es atau disimpan di tempat yang lebih dingin dengan kompres es. Untuk memastikannya, Nelken merekomendasikan membawa termometer makanan saku ke acara barbekyu atau memasak Anda. Makanan hangat termasuk daging perlu dijaga di ruangan dengan suhu di atas 140 derajat Fahrenheit (60 derajat Celsius).

“Jika barbekyu atau acara masak-memasak ada di rumah seseorang, saya sarankan hanya mengeluarkan sedikit makanan pada satu waktu dan kemudian Anda dapat mengisi kembali dengan makanan dalam jumlah kecil seiring berjalannya waktu,” kata Shumaker. “Ini tidak hanya akan membantu menjaga makanan keluar dari zona bahaya, tetapi juga mengurangi kontaminasi silang dari orang-orang yang makan makanan tersebut.”

Makanan barbekyu (sumber: cedars-sinai.com)

Makanan barbekyu (sumber: cedars-sinai.com)

Daging Kurang Matang dan Terkontaminasi

Satu-satunya cara aman jika Anda mengadakan pesta barbekyu di rumah adalah memasak daging hingga matang. Jika itu di restoran, Anda boleh memasaknya hingga medium atau medium rare, tetapi tidak jika di rumah atau alam terbuka. Daging yang kurang matang jika dimasak di alam terbuka akan menjadi sarang bakteri.

Baca juga:  Kandungan Nutrisi, Manfaat, dan Takaran Beras Merah untuk Diet

Nelken mengatakan, penting juga bahwa daging dimasak dengan matang. Supaya lebih mudah mengetahui tingkat kematangannya, gunakan termometer masak. Daging ayam harus dimasak setidaknya di suhu 165 F, daging sapi harus dimasak hingga suhu 145 derajat Fahrenheit (62,7 derajat Celsius), dan daging giling harus dimasak setidaknya di suhu 160 derajat Fahrenheit (71,1 derajat Celsius).

Selain itu, hindari memanggang sayuran atau buah menggunakan peralatan memasak atau piring yang sama dengan yang digunakan untuk daging, sehingga tidak terjadi kontaminasi silang antar bahan makanan. Tak hanya menyebabkan diare, kontaminasi silang bahan makanan bisa menyebabkan keracunan parah dan gejala alergi.

Selama Anda menghindari hal-hal di atas, acara barbekyu Anda dijamin aman dan tidak berisiko penyakit bawaan makanan. Pastikan juga Anda selalu menjaga kebersihan sebelum memasak dan makan.

[1] Maulana, Ananda Riza, Mohamad Rizan, Usep Suhud. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Revisiting Intention pada Pengunjung Restoran Barbekyu. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Keuangan Universitas Negeri Jakarta, Vol. 1(1): 43-56.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: