Berbahaya Dilakukan Sendiri, Sebaiknya Waxing Didampingi Ahlinya

Kulit bebas bulu setelah waxing (sumber: instyle.com)

Wanita yang ingin tampil dengan kulit mulus tanpa bulu, pasti tak jauh dari alat cukur. Selain menggunakan alat cukur, untuk menghilangkan bulu di bagian tangan atau kaki, juga bisa dengan cara waxing. Meskipun terbilang aman, cara tersebut bisa menjadi berbahaya jika dilakukan sendiri di rumah, apalagi jika Anda belum tahu tekniknya dengan baik.

Berdasarkan penelitian, waxing merupakan salah satu treatment tubuh yang terbilang populer di kalangan wanita. Bahkan, banyak wanita mengatakan, waxing adalah cara yang praktis untuk menghilangkan rambut di bagian tubuh yang tidak diinginkan, seperti ketiak, kaki, wajah, tangan, hingga daerah intim.[1]

Dilansir dari allure, waxing ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Waxing hanya boleh dilakukan oleh para waxer profesional, dan sebaiknya tidak dilakukan sendiri di rumah, kecuali jika Anda adalah seorang waxer. Ini karena melakukan pencabutan bulu sendiri dengan teknik waxing tanpa pengetahuan, bisa menyebabkan beberapa masalah, seperti berikut.

Iritasi dan Infeksi kulit

Saat ini, banyak orang menilai waxing sebagai cara ampuh dan tepat untuk menghilangkan bulu. Sementara waxing di studio kecantikan atau salon tidak murah, banyak orang mencoba sendiri dengan peralatan seadanya yang lebih ekonomis. Alih-alih mendapatkan keuntungan harga murah, justru ini dapat menyebabkan iritasi dan infeksi pada kulit.

Baca juga:  Dengan Warna Merah Menyala, Lipstik Purbasari Nomor 84 Dapat Menjadi Lipstik Favorit Anda
Waxing bulu kaki sendiri (sumber: allure.com)

Waxing bulu kaki sendiri (sumber: allure.com)

Sembarangan menggunakan alat tanpa tahu caranya juga salah satu penyebab kulit menjadi iritasi dan infeksi. Gejala iritasi dan infeksi pada kulit setelah waxing secara umum, antara lain kemerahan, sensasi panas di kulit, kebas, gatal-gatal, ruam, rambut tumbuh ke dalam, hingga jerawat.

Selain alat yang sembarangan dipakai, iritasi dan infeksi kulit juga sering dialami jika bahan waxing tidak cocok. Biasanya, salon atau studio kecantikan akan menyediakan wax yang sesuai dengan kondisi kulit customernya. Namun, pada beberapa kasus, banyak orang tidak memperhatikan bahan yang akan dipakai saat melakukannya sendiri di rumah. Apalagi tidak semua bahan wax yang ada di salon dijual di pasaran secara bebas.

Rambut Tumbuh Tidak Beraturan

Waxer profesional pastinya akan melakukan waxing sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sebelum melakukan waxing, biasanya para ahli akan melihat arah tumbuhnya rambut dan mengoleskan produk sesuai dengan pola tumbuhnya rambut. Sementara, jika Anda melakukan waxing sendiri di rumah, Anda mungkin akan kesulitan melihat arah tumbuhnya rambut, apalagi jika Anda ingin menghilangkan bulu di bagian tubuh tertentu.

Baca juga:  Sangat Cocok bagi Pemula, 4 Foundation Murah ini di Bawah Rp 50 ribu

Mengoleskan produk wax secara asal dan mencabutnya begitu saja, akan membuat rambut tumbuh berantakan. Selain itu, melakukan waxing tanpa melihat pola tumbuh rambut juga bisa menyebabkan gangguan folikel rambut dan ingrown. Biasanya, rambut yang tumbuh ke dalam dapat menyebabkan nyeri, gatal, dan jerawat.

Cairan waxing (sumber: ultralux.ie)

Cairan waxing (sumber: ultralux.ie)

Selain melihat arah tumbuh rambut, waxer profesional akan mengoleskan produk untuk membuat rambut tumbuh lebih halus dan sesuai dengan arah tumbuhnya. Produk seperti ini yang sulit dicari di pasaran, dan kebanyakan hanya tersedia di toko kosmetik khusus keperluan salon.

Hiperpigmentasi pada Kulit

Melihat bulu wajah yang kian berantakan, apalagi di sekitar alis, membuat banyak wanita gatal ingin mencabutnya atau melakukan waxing. Waxing wajah merupakan salah satu hal yang agak ekstrem, dan sebenarnya tidak bisa dilakukan sendiri di rumah, meskipun caranya tidak terlalu sulit. Ini karena waxing wajah yang dilakukan sembarangan dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit.

Baca juga:  New Cell Night Cream, Produk Purbasari Untuk Wajah Dengan Kandungan Kolagen

Hiperpigmentasi dapat terjadi jika bulu yang dicabut tidak bersih atau bahan waxing yang dioleskan terlalu tipis. Lilin waxing yang terlalu tipis akan menyebabkan nyeri berlebihan pada kulit. Selain nyeri, biasanya diiringi sensasi panas dan menyebabkan kemerahan di kulit. Jika tidak segera diatasi, bisa menyebabkan kulit kusam dan gelap. Untuk mencegah hal tersebut, biasanya waxer profesional akan mengoleskan cairan berbahan dasar aloe vera atau witch hazel setelah atau sebelum proses waxing.

Karena terlalu berbahaya jika melakukannya sendiri di rumah, pastikan Anda melakukan waxing di salon atau studio kecantikan. Meskipun biaya waxing di tempat kecantikan terbilang tidak murah, Anda tidak perlu khawatir dengan bahayanya. Selain itu, waxing di salon juga terbilang menyenangkan, apalagi Anda akan mendapatkan perawatan yang tepat dan ditangani oleh ahlinya.

[1] Ewamaharani, Dzulfi & Sri Dwiyanti. 2018. Pengaruh Perbandingan Gula dan Madu terhadap Hasil Jadi Kosmetik Epilasi. Jurnal Unesa Edisi Yudisium, Vol. 7(2): 36-43.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: