Sedang Tren di Kalangan Remaja, Ini Bahaya Tato Mata

Ilustrasi: proses pembuatan tato (unsplash: @itfeelslikefilm)Ilustrasi: proses pembuatan tato (unsplash: @itfeelslikefilm)

Tato merupakan salah satu bentuk kesenian menghias tubuh yang memiliki banyak tujuan dan salah satunya adalah sebagai fashion.[1] Selain di leher dan lengan, tinta tato bisa diaplikasikan di bagian tubuh lain seperti bola mata. Tato bola mata memang sedang tren di kalangan remaja. Meskipun begitu, ini ternyata cukup berbahaya dan bisa mengganggu penglihatan.

Tato Mata Sebabkan Kebutaan

Dilansir dari allure, seorang model asal Kanada bernama Catt Gallinger dilaporkan menjadi korban tato mata atau biasa dikenal dengan tato sklera pada 2017 silam. Dalam sebuah foto yang viral, Gallinger tampak sedang menangis dengan air mata yang berwarna ungu. Warna air mata ini adalah tinta yang tidak bisa menempel pada bola matanya dengan baik.

Diketahui, mata wanita ini terinfeksi akibat prosedur tato yang kurang tepat. Prosedur tato sklera memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan harus dilakukan oleh tatto artist profesional. Dalam prosesnya, seniman tato akan menyuntikkan sedikit tinta tato pada konjungtiva atau selaput bening yang menutupi bagian depan mata di atas sklera (bagian putih mata). Tinta yang diinjeksikan ke atas sklera akan menutupi warna putihnya dan mengubah warna bola mata.

Baca juga:  Tanda-Tanda dan Penyebab Cacingan Pada Bayi Usia 9 Bulan

Masih dilansir dari sumber yang sama, tato sklera awalnya dikembangkan oleh ahli modifikasi tubuh bernama Luna Cobra dan Shannon Larratt. Dua orang tersebut melakukan sebuah prosedur sederhana dengan banyak teknik untuk mengubah warna bola mata dengan cara yang aman.

Proses pembuatan tato mata yang terbilang sulit dan berisiko tinggi, membuat dua pakar modifikasi tubuh ini selalu khawatir dan merasa was-was apabila terjadi sesuatu dengan kliennya. Mereka juga menjelaskan, tidak semua tatto artist bisa membuat tato sklera yang aman dengan hasil baik dan membutuhkan latihan lebih dari lima tahun untuk mendapatkan hasil yang sesuai.

Tato bola mata Catt Gillinger (sumber: cbc.ca)

Tato bola mata Catt Gillinger (sumber: cbc.ca)

Cobra juga sering mengimbau pada kliennya untuk tidak mencoba tato ini jika memang tidak membutuhkan. Seorang profesor oftalmologi di Universitas Miami Miller bernama Kendall E. Donaldson mengatakan, risiko medisnya cukup menakutkan. Setelah zat kimia (tinta tato) disuntikkan ke lapisan mata, reaksi tubuh orang tidak sama. Jika Anda tidak bisa menerima zat asing ini, dinding mata akan mengalami peradangan kronis.

Baca juga:  Diet Anti Inflamasi, Kurangi Makanan Bersifat Proinflamasi

Bahaya lain, jika tinta tato tidak disuntikkan ke tempat yang tepat, jarum yang kecil dan runcing bisa melubangi mata. Hal ini berisiko infeksi kronis, lepasnya retina, kerusakan sel-sel di dalam mata secara permanen, dan kebutaan. Kasus seperti ini sudah banyak terjadi dan akibatnya membuat pasien harus rela melepas atau mengganti bola matanya (transplantasi).

Kembali pada kasus Gallinger, ternyata model cantik ini tidak hanya melihat perubahan pada warna bola mata dan air matanya, tetapi perbedaan penglihatan. Setelah prosedur tato sklera, wanita ini merasa sakit di bagian mata diiringi penglihatan yang kabur dan ganda. Sekilas, ini seperti gangguan mata silinder yang nyeri dan tentunya mengerikan.

Mendapatkan kengerian setelah menato matanya, Gallinger mengimbau orang-orang di sekitarnya supaya lebih waspada dan berhati-hati. Berpikirlah dua kali jika Anda ingin melakukan tato sklera. Anda juga perlu mempertimbangkan rasa sakit ketika jarum tato mulai menusuk dan menyuntikkan zat kimia ke dalam bola mata Anda. Seperti yang kita ketahui, tato di leher dan pergelangan tangan saja rasanya sudah sangat nyeri, apalagi di bola mata yang tidak dilapisi kulit atau jaringan tebal.

Baca juga:  Pilihan Foundation Viva untuk Kulit Berminyak, Tahan Lama dan Mudah Di-Blend

Perlu Anda ketahui, prosedur tato bola mata bukanlah jenis tato kuno atau tradisional, tetapi ini adalah cara baru dalam memodifikasi bentuk tubuh. Prosedur seperti ini tidak dilakukan oleh ahli medis atau tenaga medis seperti dokter dan lebih banyak dipraktikkan oleh tatto artist. Selain itu, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung tentang teknik menato bola mata.

Jika Anda bersikeras ingin mewarnai bola mata, Anda harus mencari seniman tato yang pernah melakukan prosedur ini dengan aman. Carilah seniman tato yang profesional dan terkenal dengan karya-karya yang berkualitas dan selidiki jenis tinta serta jarum yang digunakan. Sehingga, Anda memiliki gambaran reaksi kimia ketika bahan tersebut masuk ke bola mata Anda.

[1] Adisaputera, Satriya. 2014. Makna Tato dalam Konteks Citra Diri di Kalangan Remaja (Skripsi). Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: