Pendarahan Terlalu Banyak Saat Menstruasi, Apakah Berbahaya

Ilustrasi: bercak darah menstruasi (sumber: romper.com)Ilustrasi: bercak darah menstruasi (sumber: romper.com)

Tidak sedikit wanita yang merasa kurang nyaman saat menstruasi, apalagi saat hari pertama hingga ketiga. Hal ini karena pendarahan terjadi lebih banyak daripada pada hari ke-4 hingga terakhir. Meskipun begitu, beberapa remaja juga mengalami pendarahan yang banyak menjelang akhir periodenya. Pertanyaannya, apakah ini berbahaya?

Sangat umum bagi orang tua untuk menanyakan kondisi kesehatan putrinya, apalagi saat haid. Banyak ibu yang bertanya pada anaknya mengenai seberapa banyak darah yang keluar atau seberapa sering mereka mengganti pembalutnya. Seringkali orang tua dibuat khawatir jika putrinya mengalami pendarahan hebat saat datang bulan.

Pendarahan yang Wajar Saat Menstruasi

Sebenarnya, pendarahan yang banyak saat menstruasi tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Apalagi jika putri Anda baru mulai mengalami haid. Dalam beberapa tahun pertama setelah haid dimulai, menstruasi tidak teratur adalah hal yang wajar. Bahkan, beberapa gadis juga akan mengalami pendarahan yang banyak.[1]

Siklus menstruasi yang belum sempurna, terjadi karena periode menstruasi tersebut tidak terkait dengan ovulasi. Selain itu, siklus menstruasi yang belum sempurna terjadi karena hormon yang membantu mengatur periode menstruasi belum masuk ke tempatnya. Jika masalah siklus menstruasi yang tidak teratur atau darah yang dikeluarkan terlalu banyak hanya sesekali saja, Anda tidak perlu dikhawatirkan.

Baca juga:  Harga Di Bawah Rp 20Ribuan, Lipstik Red-A Tersedia Dalam 54 Warna

Selain itu, setiap gadis memiliki kondisinya masing-masing saat menstruasi. Ada gadis yang sudah mengalami menstruasi teratur atau tidak mengalami pendarahan hebat, dan ada juga remaja putri yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur atau mengalami pendarahan yang hebat.

Ilustrasi: pembalut wanita (sumber: nytimes.com)

Ilustrasi: pembalut wanita (sumber: nytimes.com)

Jika putri Anda mengalami pendarahan hebat saat menstruasi, sebaiknya Anda memberi tanda. Apakah gadis tersebut mengalami pendarahan hebat secara sering dalam 2 tahun periodenya atau tidak. Hal ini karena mengalami pendarahan hebat saat menstruasi secara sering juga berbahaya. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui pola menstruasi putri Anda dengan baik untuk mempermudah pengecekan kondisi kesehatan.

Pola menstruasi merupakan jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama menstruasi berikutnya. Untuk mengetahui apakah siklus menstruasi teratur, Anda bisa menandai kalender di rumah.[2] Beberapa remaja putri yang baru saja mengalami menstruasi dengan pendarahan hebat, biasanya memiliki pola siklus menstruasi dengan jarak yang pendek. Tak jarang, mereka juga sering mengalami menstruasi sebulan dua kali.

Meskipun begitu, pola menstruasi tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Anda hanya perlu khawatir jika putri Anda mulai merasakan tanda-tanda penurunan kesehatan. Siklus menstruasi yang tidak lancar dengan jumlah darah banyak, biasanya membuat tubuh mudah lelah, lesu, dan mudah mengantuk.

Baca juga:  Cara Membuat Lulur Hitam, Bikin Kulit Putih dan Mulus

Selain itu, pada beberapa gadis, juga sering mengalami anemia, dan akan berbahaya jika ini dibiarkan. Anemia saat menstruasi mudah dikenali dengan melihat tanda-tandanya, seperti pucat pada raut wajah, mengalami keringat dingin, pusing, dan mual. Jika gejala tersebut tidak diatasi, bisa membuat si gadis pingsan.

Untuk mengatasi gejala anemia akibat menstruasi, Anda bisa memberikan obat atau suplemen penambah darah. Anda juga bisa memberikan makanan dengan kandungan zat besi tinggi sebagai pengganti sel darah merah yang terbuang. Ada beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan sel darah merah dan mencegah anemia saat haid, seperti daging, susu, ikan, kerang, dan kacang-kacangan.

Pendarahan pada Menstruasi yang Berbahaya

Ilustrasi: pendarahan hebat saat menstruasi (sumber: bloodandmilk.com)

Ilustrasi: pendarahan hebat saat menstruasi (sumber: bloodandmilk.com)

Selain karena tubuh yang baru saja mulai beradaptasi dengan siklus menstruasi, ada penyebab lain mengapa remaja putri mengalami pendarahan hebat saat menstruasi. Untuk mengetahuinya secara detail, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter. Tentunya, sebelum itu, Anda perlu memastikan apakah benar pendarahan tersebut disebabkan oleh hal lain atau bukan.

Periksakan ke dokter jika putri Anda sering pingsan akibat menstruasi, atau jika putri Anda mengalami nyeri haid yang tak tertahankan disertai pendarahan hebat. Setelah Anda membawanya ke dokter, dokter mungkin akan memeriksa fungsi tiroid serta beberapa hormon lain, dan juga melakukan beberapa tes untuk memeriksa kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga:  Inilah Rangkaian Produk Garnier Untuk Mengatasi Masalah Kulit Berminyak dan Kusam

Dengan tes kesehatan tersebut, dokter akan memberitahu Anda mengenai penyebab pendarahan hebat saat menstruasi. Jika hasilnya menunjukkan adanya gejala penyakit atau gangguan alat reproduksi, dokter akan memberikan resep. Meskipun begitu, jarang sekali ditemukan remaja yang baru saja menstruasi mengalami gejala penyakit atau gangguan alat reproduksi yang parah.

Selain itu, periksakan ke dokter jika putri Anda mengalami kram di perut dengan waktu yang lama dan disertai muntah atau diare. Ini merupakan tanda bahwa menstruasi yang dialami sangat berat dan butuh penanganan medis. Hal ini karena diare dan muntah saat menstruasi dapat menyebabkan dehidrasi dan pingsan.

[1] Islami, Aesthetica & Farida. 2019. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Tingkat III. Jurnal Keperawatan Jiwa FIKKES Universitas Muhammadiyah Semarang Vol. 7(1): 13-18.

[2] Yudita, Aini Nurul dkk. 2017. Hubungan antara Stres dengan Pola Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jurnal Kesehatan Universitas Andalas Sumatera Barat Vol. 6(2): 299-304.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: