Sering Tak Disadari, Ini Sederet Bahaya Mengintai dari Kebiasaan Menggigit Pensil

Ilustrasi: kebiasaan menggigit pensil (twitter: @cihhousing)Ilustrasi: kebiasaan menggigit pensil (twitter: @cihhousing)

Gigi termasuk elemen yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Selain digunakan untuk mengunyah makanan, gigi juga dapat mendukung kepercayaan diri seseorang. Namun, dengan kebiasaan yang salah seperti sering menggigiti kuku, menggigit pulpen, menggigit pensil, atau bahkan membuka bungkus sesuatu dengan gigi bisa berisiko bahaya untuk kesehatan gigi kita.

Kebiasaan menggigit pensil/kuku dapat menyebabkan satu atau dua gigi lebih menonjol keluar dari lengkung yang benar, tergantung pada bagian mana yang sering digunakan menggigit pensil/kuku.[1]

Hal ini juga diungkapkan oleh drg William Tanzil, Sp.Pros. Menurut drg William, kebiasaan menggigiti pulpen atau pensi dapat membuat gigi berubah bentuk. “Kebiasaan itu dalam waktu lama akan membuat gigi berubah bentuk, mengikuti bagian pulpen yang digigit,” kata drg William dari Hendra Hidayat Dental Center (HHDC), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut dr William menjelaskan, beberapa orang yang memiliki kebiasaan menggigit kabel juga bisa mengalami masalah serupa. Biasanya kebiasaan semacam ini dilakukan oleh pekerja bangunan atau pekerja yang banyak bersentuhan dengan kabel. “Benda yang digigit-gigit itu secara tidak langsung bisa menggerinda gigi,” tuturnya.

Baca juga:  Jangan Konsumsi Berlebihan, Ini Efek Samping Teh Daun Kelor yang Perlu Diwaspadai

Selain itu, dampak lain dari gigi yang terkikis karena kebiasaan menggigiti benda semacam itu adalah bagian saraf gigi yang terkena mungkin bisa menyebabkan seseorang merasa sakit gigi. “Karena di tengah gigi itu kan ada sarafnya. Kalau sudah kena maka nggak bakal bisa tidur karena sakit sekali,” sambung drg William.

Namun demikian, ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa menggigit pensil rupanya dapat membantu meredakan sakit kepala. Menurut Dr Jane Leonard, sakit kepala sebagian besar dipicu oleh kelelahan, stres, cemas, sampai gangguan emosi. Ketika itu terjadi, kejang otot di daerah wajah, leher, rahang, dan kulit kepala yang menyebabkan sakit kepala. Di samping itu, kejang otot juga dapat menjadi tanda disfungsi temporomandibular joint (TMJ). TMJ biasanya terjadi, karena sering menggemeretakkan gigi saat tidur.

Menurut Dr Jane, menggigit pensil dengan posisi horizontal dapat mengendurkan otot rahang yang tegang. “Ini merupakan latihan untuk mencoba mengendurkan otot-otot yang biasa digunakan untuk mengunyah dan bagian yang mengalami disfungsi TMJ,” paparnya.

Ilustrasi: kebiasaan menggigit pensil

Ilustrasi: kebiasaan menggigit pensil

Walau begitu, kebiasaan menggigit pensil memang sebaiknya dihindari agar tidak merusak atau mengubah struktur gigi Anda saat ini.Nah, untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Berikut ulasannya.

Baca juga:  Jangan Ditahan, Menangis Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Cara Menjaga Kebersihan Mulut

  • Sikat gigi. Semua orang pasti sudah tahu bagaimana caranya, mungkin juga sudah melakukannya setiap hari. Jadi yang penting di sini adalah pengenalan teknik menyikat gigi yang tepat, memotivasi untuk menyikat gigi secara teratur, dan pemilihan pasta gigi dengan tepat. Teknik sikat gigi secara horizontal lazim dilakukan dan dikenal secara umum, dan itu ternyata merupakan suatu kesalahan karena dengan cara demikian lambat laun dapat menimbulkan resesi gingival dan abrasi gigi. Lebih lanjut lagi, penyakit-penyakit periodontal akan lebih mudah terjadi. Pemilihan bulu sikat yang halus juga penting agar tidak melukai gusi. Hendaknya sikat gigi diganti sekurang-kurangnya tiap sebulan sekali. Dengan demikian bulu sikat masih tetap efektif dalam membersihkan gigi. Pasta gigi berfluoride selayaknya dipilih karena dari penelitian kandungan fluoride tersebut mampu menurunkan angka karies melalui dua hal, mengeliminasi dental plak yang merupakan cikal bakal karies serta suplemen topikal fluorida bagi gigi sebagai mineral protektif penting terhadap karies.[2]
  • Kumur-kumur antiseptik (oral rinse).
  • Dental floss atau benang gigi.
  • Pembersih lidah juga sudah mulai banyak digunakan, baik untuk membersihkan dorsum lingual yang seringkali luput kita bersihkan saat menyikat gigi.
  • Perawatan kebersihan terdiri dari menyikat tepat dan flossing setiap hari. Tujuan dari kebersihan mulut adalah untuk meminimalkan penyakit etiologi di mulut.
  • Kebersihan mulut lebih efektif untuk mencegah penyakit gusi daripada gigi rusak.
  • Perawatan kebersihan profesional terdiri dari pemeriksaan gigi secara teratur, periksaan, dan terkadang menghilangkan plak. Jasa dokter gigi atau ahli kebersihan gigi mungkin saja bisa diperlukan.[3]
Baca juga:  Apa Pertimbangan untuk Rencana KB dengan Riwayat Lupus?

Pada dasarnya menjaga kebersihan dan juga kesehatan gigi tidak terlalu sulit dilakukan, asalkan kita rajin untuk melakukan perawatan gigi.

[1]Nismal, H dkk. 2018. Islam Dan Kesehatan Gigi. Achmad Z, editor. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, hlm 105.

[2] Hidayat, R dkk. 2016. Kesehatan Gigi dan Mulut-Apa yang Sebaiknya Anda Tahu. Putri C, editor. Yogyakarta: Andi, hlm 9.

[3]Ibid., hlm 14.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: