Bahaya Kandungan Zat Kimia Pada Produk & Tips Menghindarinya

bahaya, zat, kimia, makanan, produk, rumah, tangga, anak-anak, tips, dampak, negatif, bahan, plastik, label, kemasan, cuci, buah, sayur, bersih, organik, BPA, nitrat, dan, nitrit, flatat, bahan, pewarna, buatan, dewasa, dosis, tinggi Ilustrasi: makanan mengandung zat kimia berbahaya (sumber: uplist.tk)

Jagung, pizza yang dibawa pulang (take away), botol air yang dapat digunakan kembali, yoghurt, dan mainan kolam renang tiup, semua memiliki kesamaan. Beberapa produk itu rata-rata mengandung aditif makanan atau bahan kimia yang berbahaya bagi anak-anak.

Selama beberapa dekade terakhir, jumlah bahan kimia yang ditambahkan ke makanan dan produk lainnya telah bertambah. Beberapa peneliti telah menemukan semua jenis plastik yang digunakan dalam banyak cara. Peneliti kemudian menambahkan pengawet ke makanan agar tetap segar. Selain itu, penambahan bahan kimia ke makanan dilakukan untuk mendapatkan tujuan lain yaitu agar terlihat lebih menarik.

Dengan membuat kemasan makanan untuk menjaga makanan tetap segar, penambahan bahan kimia ke lotion dan produk kecantikan juga dilakukan untuk membuat produk  lebih memiliki rasa dan berbau harum.  Peneliti melakukan hal-hal (penambahan bahan kimia) tampaknya seperti sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Akan tetapi, di balik itu semua, peneliti sadar bahwa ada banyak zat kimia yang sebenarnya berbahaya bagi kesehatan.

Dalam pernyataan yang diluncurkan oleh American Academy of Pediatrics memperingatkan tentang bahaya zat kimia dan menunjukkan bahwa zat-zat itu sering membawa dampak lebih buruk bagi anak-anak. Anak-anak lebih kecil daripada orang dewasa, sehingga dosis yang diterima anak-anak menjadi lebih tinggi.

Anak-anak meletakkan tangan mereka di mulut mereka lebih daripada orang dewasa, sehingga mereka cenderung untuk menelan makanan lebih banyak. Tubuh anak-anak juga masih berkembang, sehingga mereka bisa lebih berisiko bahaya. Selain itu, mereka masih muda, sehingga bahan kimia memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan lebih banyak menyebabkan beberapa kerusakan.

Baca juga:  Rekomendasi Merek Sabun Penghilang Noda Bekas Jerawat

Zat-zat kimia yang Bisa Berbahaya bagi Anak-anak

bahaya, zat, kimia, makanan, produk, rumah, tangga, anak-anak, tips, dampak, negatif, bahan, plastik, label, kemasan, cuci, buah, sayur, bersih, organik, BPA, nitrat, dan, nitrit, flatat, bahan, pewarna, buatan, dewasa, dosis, tinggi

Makanan untuk anak harus bebas dari bahan kimia

Secara khusus, pernyataan kebijakan yang diluncurkan oleh American Academy of Pediatrics memperingatkan tentang beberapa hal, di antaranya:

Bisphenol, seperti BPA

Kandungan itu dapat bertindak seperti hormon estrogen dan mengganggu pubertas serta kesuburan. Bisphenol juga dapat meningkatkan lemak tubuh, dan menyebabkan masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf. Bisphenol ditemukan di lapisan kaleng makanan dan soda, plastik dengan nomor 3 atau 7. Zat itu juga biasanya ditemukan dalam botol bayi dan cangkir sippy plastik.

Phthalates/flatat

Zat ini juga dapat bertindak seperti hormon yang dapat mengganggu perkembangan kelamin laki-laki, dan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Flatat ada di mana-mana, ditemukan tidak hanya dalam kemasan plastik, selang taman, dan mainan tiup, tetapi juga dalam hal-hal seperti cat kuku, hairspray, lotion, dan wewangian.

Bahan kimia Perfluoroalkyl (PFCs)

Kandungan kimia itu dapat menyebabkan bayi berat badan lahir rendah, serta masalah dengan sistem kekebalan tubuh, tiroid, dan kesuburan. Bahan kimia itu umumnya ditemukan dalam kertas tahan lemak, kemasan karton, dan produk rumah tangga komersial seperti kain anti air dan panci anti lengket, dan tempat-tempat lain.

Baca juga:  Urutan & Cara Layering Skincare Yang Benar

Perkhlorat

Zat kimia ini juga mengganggu fungsi tiroid, dan dapat mengganggu perkembangan otak pada tahap awal. Perkhlorat ditemukan dalam beberapa kemasan makanan kering. Zat kimia ini digunakan untuk mengurangi listrik statis, dan terkadang ditemukan dalam air minum.

Warna makanan buatan

Pewarna makanan buatan telah dipercaya meningkatkan gejala pada anak-anak yang memiliki gangguan attention deficit hyperactivity, atau ADHD. Pewarna buatan itu juga ditemukan di beberapa jenis produk makanan, terutama yang dipasarkan untuk anak-anak.

Nitrat dan nitrit

Keduanya dinilai dapat mengganggu tiroid, dan kemampuan darah untuk mengirim oksigen ke seluruh tubuh. Nitrat dan nitrit juga dapat meningkatkan risiko jenis kanker tertentu. Kedua zat itu bisa digunakan untuk mengawetkan makanan dan meningkatkan warnanya. Nitrat dan nitrit umumnya ditemukan dalam makanan olahan, terutama daging.

Tips Mengurang Dampak Aditif/Zat Kimia pada Makanan dan Produk Lain

bahaya, zat, kimia, makanan, produk, rumah, tangga, anak-anak, tips, dampak, negatif, bahan, plastik, label, kemasan, cuci, buah, sayur, bersih, organik, BPA, nitrat, dan, nitrit, flatat, bahan, pewarna, buatan, dewasa, dosis, tinggi

Sayuran segar memiliki kadar zat kimia rendah

Bahan kimia benar-benar ada di mana-mana, dan tidak mungkin dihindari sepenuhnya. Tetapi, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi dampak negatif yang bisa ditimbulkan di kemudian hari.

  • Beli dan sajikan lebih banyak buah dan sayuran segar atau beku. Kurangi mengonsumsi daging olahan, terutama selama kehamilan.
  • Dikarenakan panas dapat menyebabkan plastik melelehkan zat BPA dan ftalat ke dalam makanan, maka sebaiknya hindari makanan atau minuman dalam wadah plastik. Dan juga, jangan lupa untuk mencuci barang berbahan plastik dengan tangan daripada meletakkannya di mesin pencuci piring.
  • Gunakan lebih banyak produk berbahan kaca dan stainless steel daripada plastik.
  • Hindari plastik dengan angka 3, 6, dan 7 yang tertera pada produk.
  • Cuci tangan dengan bersih sebelum dan sesudah menyentuh makanan, dan jangan lupa untuk membersihkan semua buah dan sayuran dengan baik.
  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman dalam kemasan kaleng.
  • Kurangi makanan cepat saji dan makanan olahan.
  • Membaca label pada kemasan produk. Kenali apa yang ada di dalam produk yang Anda gunakan. Misalnya pada daging, sebaiknya cari yang berlabel ‘rBGH dan rBST-free’. Untuk makanan, Anda bisa lebih memilih produk organik.
  • Carilah lotion, sabun, dan produk lain yang dibuat secara alami dan bebas pewangi.
  • Pertimbangkan untuk membuat produk pembersih rumah Anda sendiri. Anda bisa menggunakan sedikit soda kue atau cuka.
Baca juga:  Mengapa Pedikur/Terapi Ikan Dianggap Berbahaya?

Beberapa tips di atas bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan mengenai adanya bahan kimia dalam makanan, minuman, atau produk rumah tangga bukan dimaksudkan untuk membuat Anda menjadi paranoid, tetapi supaya memberikan gambaran tentang apa saja yang sebaiknya dihindari. Untuk mengetahui kemungkinan adanya zat-zat lain yang ada di beberapa produk, Anda bisa mencari tahu di berbagai sumber, baik online atau di buku, majalah, koran, dan lainnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: