Mirip Rokok, Duduk Terlalu Lama Bisa Membunuh Anda Perlahan

Ilustrasi: aktivitas dudukIlustrasi: aktivitas duduk

Sekitar 60% orang dewasa di dunia mengalami nyeri punggung bawah (LBP) akibat masalah duduk dan bisa jadi ini karena posisi duduk yang kurang tepat.[1] Sebagian besar orang juga percaya, penyakit seperti ini disebabkan kebiasaan duduk yang terlalu lama. Dilansir dari HuffPost, kebiasaan duduk seperti ini tidak akan membunuh Anda secara langsung dan bisa dibilang ini hampir sama seperti merokok.

Bahaya Kebiasaan Duduk Mirip Merokok

Merokok tidak akan membunuh Anda secara langsung, tetapi bisa membunuh Anda dengan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh zat aditif dalam rokok. Hal ini sama seperti kebiasaan duduk. Anda tidak akan mati hanya karena duduk sepanjang hari, tetapi bisa mengalami berbagai macam penyakit jangka panjang.

Seorang ahli endokrinologi dari Mayo Clinic bernama James Levine mengatakan, duduk adalah merokok gaya baru. Anda selalu kehilangan waktu selama lebih dari satu jam untuk duduk, entah itu karena lelah berdiri atau saat bekerja di kantor. Hal ini sama seperti ketika Anda merokok. Diketahui, rata-rata perokok menghabiskan waktunya lebih dari lima menit hingga dua jam hanya untuk menghabiskan sebatang rokok. Tak jarang, biasanya orang menghabiskan lebih dari sebatang rokok setiap harinya.

Baca juga:  Ini Cara Deteksi Kesehatan Tubuh dari Kondisi Kuku

Levine mengklaim, duduk sama berbahayanya dengan rokok. Kebanyakan orang yang bekerja di atas meja, biasanya menghabiskan waktunya untuk duduk selama berjam-jam, bahkan ada yang seharian penuh jika mereka harus lembur. Sementara itu, di hari libur tanpa pekerjaan di atas meja, sebagian akan menghabiskan waktunya untuk duduk di ruang keluarga sambil menonton film. Ini membuat Anda tidak bisa lepas dari kebiasaan duduk, meski hanya sehari.

Kebiasaan ini sudah seperti orang yang kecanduan rokok dan tidak bisa lepas dari zat aditif di dalamnya. Rokok yang menjadi kebutuhan perokok sudah seperti duduk yang menjadi kebutuhan semua orang. Tidak ada orang yang tahan berlari, berdiri, atau tidur selama hidupnya. Inilah alasan Anda membutuhkan duduk setiap harinya. Selain itu, ada banyak hal yang harus Anda lakukan dalam posisi duduk, di antaranya makan, minum, menulis, hingga bermain video games.

Masih dilansir dari sumber yang sama, masyarakat di AS memiliki kebiasaan duduk yang mencengangkan. Diketahui dari artikel Forbes tahun 2019, orang dewasa AS bisa duduk hingga 15 jam per hari. Sementara itu, remaja bisa duduk selama sembilan atau sepuluh jam per hari.

Baca juga:  Banyak Efek Samping, Jangan Gunakan Pelembap Tubuh (Body Lotion) untuk Wajah
Ilustrasi: aktivitas dengan duduk

Ilustrasi: aktivitas dengan duduk

Risiko Duduk Terlalu Lama dan Cara Mencegahnya

Seorang profesor biologi dari Harvard bernama Dan Lieberman mengatakan, duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan jika Anda tidak berolahraga. Hal ini sama dengan ketika Anda merokok. Efek samping rokok bisa saja menggerogoti tubuh Anda dengan cepat jika tidak ada hal sehat yang dilakukan. Sebaiknya Anda melakukan banyak hal untuk mencegah dan mengurangi risiko buruk terkait dengan kebiasaan duduk Anda.

Diketahui, kebiasaan duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko diabetes tipe dua. Ketika Anda duduk tanpa menggerakkan tubuh dalam waktu yang lama, molekul gula dan lemak di dalam tubuh akan mengendap di dalam aliran darah dan tidak bisa diolah dengan baik. Hal ini yang membuat kadar gula dan kolesterol tubuh meningkat dan menyebabkan penyakit diabetes melitus atau diabetes tipe dua.

Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan serius, seperti gangguan peredaran darah, kram, kesemutan, nyeri punggung, otot kaku, dan nyeri bahu. Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter dan menghentikan kebiasaan duduk Anda untuk sementara waktu. Selain itu, Anda harus melakukan terapi jika Anda memiliki keluhan di bagian sendi, tulang, dan otot.

Baca juga:  Ciri-ciri Jerawat Karena Kosmetik

Daripada mengobati, karena biayanya mahal, sebaiknya Anda mencegah risiko kebiasaan duduk. Tidak sulit mencegahnya, karena Anda hanya perlu melakukan olahraga atau gerakan fisik sederhana secara teratur. Lakukan jogging atau lari estafet untuk menggerakkan otot di bagian bawah yang kaku. Ini membantu Anda mengurangi sekaligus mencegah nyeri sendi, kram, dan lemah otot di bagian kaki.

Selain itu, Anda perlu menggerakan tubuh Anda saat duduk. Sebaiknya lakukan ini selama dua belas menit. Anda bisa mencoba menggerakkan kaki, tangan, berdiri, berjalan di tempat, atau sekadar mengambil air. Hal ini diperlukan untuk mengistirahatkan otot-otot Anda yang mulai kaku akibat duduk terlalu lama.

[1] Ahmad, Affan & Farid Budiman. 2014. Hubungan Posisi Duduk dengan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit Vermak Levis di Pasar Tanah Pasir Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara Tahun 2014. Forum Ilmiah Universitas Esa Unggul, Vol. 11(3): 412-420.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: