Waspada, Ini Bahaya yang Mengintai dari Konsumsi Creamer Nabati Berlebihan

Creamer bubuk nabati (sumber: idntimes)Creamer bubuk nabati (sumber: idntimes)

Menikmati secangkir kopi dengan creamer memang terasa lebih nikmat, karena krimer dapat menambah rasa gurih sekaligus legit dari minuman Anda. Di pasaran ada beberapa jenis krimer, mulai dari dairy creamer hingga non dairy creamer atau krimer nabati. Di balik rasanya yang nikmat, rupanya krimer disebut-sebut berpotensi menimbulkan bahaya untuk kesehatan Anda.

Krimer nabati atau non dairy creamer dipertimbangkan sebagai pengganti krimer berbahan baku susu, susu evaporasi atau susu segar. Produk ini disebut sebagai krimer nonsusu atau krimer nabati karena memanfaatkan minyak nabati sebagai bahan baku seperti halnya pemanfaatan lemak susu dalam produk krimmer. Kelebihan yang dimiliki oleh nondairy creamer lainnya antara lain umur simpan produk yang lebih panjang, kemudahan dalam penyimpanan, distribusi dan penanganan, selain itu non dairy creamer aman bagi penderita laktosa intolerance karena terbuat dari lemak nabati yang tidak mengandung laktosa.

Krimer nabati (non dairy creamer) disebut sebagai krimer tiruan yang dibuat berdasarkan bahan penyusun berupa minyak nabati, protein, penstabil, emulsifier yang digabungkan menjadi suatu larutan dan kemudian dikeringkan dengan pengeringan semprot.[1]

Baca juga:  Diklaim Halal, Paket Perawatan Al Mubarak Belum Punya Produk Bedak?

Krimer nabati ini kerap digunakan sebagai bahan tambahan untuk kopi, teh, cokelat panas, atau minuman lainnya. Produk creamer nabati dalam wujud granular kering tidak perlu didinginkan serta bisa digunakan dan disimpan di lokasi yang tak mempunyai lemari es. Sementara itu, krimer cair non-susu harus ditutup rapat dan didinginkan setelah dibuka. Beberapa krimer non-susu mungkin mengandung pemanis dan perasa, seperti vanila, hazelnut, atau Irish cream (krim Irlandia). Seperti halnya produk makanan olahan lainnya, krimer nabati juga tersedia dalam versi rendah kalori dan rendah lemak.

Nah, untuk meniru tekstur lemak susu di mulut, creamer nabati kerap mengandung minyak nabati terhidrogenasi, walaupun krimer non-susu tanpa lemak (non-fat) juga ada. Bahan umum lainnya yang terkandung dalam cream nabati termasuk sirup jagung yang dipadatkan dan pemanis atau perasa lainnya (seperti vanila Perancis, hazelnut, dan krim Irlandia), serta natrium kaseinat – turunan protein susu (dari kasein) yang tidak mengandung laktosa.

Creamer kopi non-dairy (sumber: nutritionstripped.com)

Creamer kopi non-dairy (sumber: nutritionstripped.com)

Penggunaan bahan turunan susu tersebut mendorong beberapa individu atau organisasi seperti kaum vegan untuk mengklasifikasikan produk tersebut sebagai “susu” daripada non-susu. Orang-orang yang memiliki alergi terhadap susu perlu mengingat bahwa krimer non-susu mungkin mengandung natrium kaseinat, sebuah protein susu. Itu biasanya akan ada dalam daftar bahan.

Baca juga:  Program Penurunan Berat Badan Yang Berkaitan Dengan Masalah Kesehatan

Dilansir dari Wikipedia, Food and Drug Administration (FDA) AS telah menyatakan bahwa produk dengan natrium kaseinat mungkin mengandung laktosa tingkat rendah. Untuk porsi normal, jumlahnya terlalu kecil untuk memicu intoleransi laktosa. Lantas, adakah bahaya dari konsumsi creamer nabati? Berikut ulasannya.

Bahaya Creamer Nabati

Menurut dr Winda Indriati dari Alodokter, konsumsi cream dalam jumlah yang cukup banyak tentu bisa memengaruhi kesehatan karena asupan kalori dalam tubuh kita jadi berlebih. Dokter Winda justru berpendapat bahwa dairy creamer yang terbuat dari susu lebih baik dibanding non-dairy creamer yang terbuat dari sirup jagung dan minyak sayur yang terhidrogenasi parsial.

“Sirup jagung tersebut setara dengan gula dan kalori kosong. Sedangkan minyak sayur yang terhidrogenasi secara parsial ini merupakan suatu jenis lemak yang berpotensi untuk menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah atau diabetes,” kata dr Winda.

Baca juga:  Langkah Sederhana Rekomendasi Dokter dalam Merawat Kulit Setiap Hari

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, creamer pun mempunyai kelemahan karena berpotensi menjadi sumber kalori yang tersembunyi dan bisa mengganggu program diet Anda. Beberapa produk krimer nabati mungkin diklaim hanya mengandung 35 kalori, 1,5 gram lemak, dan 6 gram gula. Namun, ada juga yang kandungan setiap tetes creamer sama dengan sekitar 140 kalori, 6 gram lemak, dan 24 gram gula. Apabila Anda menggunakan creamer tersebut untuk 3-4 cangkir kopi sehari, itu sama saja dengan melebihi asupan gula harian maksimum 40 gram, hanya setelah cangkir kedua.

Jika Anda berencana untuk membatasi gula atau kalori yang masuk dalam tubuh, pastikan Anda mencermati betul komposisi dari creamer nabati yang hendak Anda konsumsi. Selain itu, sebaiknya jangan mengonsumsi creamer nabati secara berlebihan dan dalam jangka panjang.

[1] Putri, HLR dkk. 2016. Pengendalian Kualitas Non Dairy Creamer Pada Kondisi Proses Pengeringan Semprot Di PT. Kievit Indonesia, Salatiga: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 4(1): 443-448.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: