Alternatif Bahan Pengawet untuk Pengganti Natrium Benzoat

Natrium benzoat (sumber: harianhaluan.com)Natrium benzoat (sumber: harianhaluan.com)

Natrium benzoat selama ini kerap digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Meskipun cukup aman untuk dipakai, nyatanya bahan kimia ini sering dibatasi penggunaannya agar tidak melebihi takaran yang dianjurkan. Lalu, apakah ada bahan pengganti natrium benzoat?

Pengawet adalah bahan tambahan pangan untuk mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau peruraian lain terhadap pangan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Bahan pengawet biasanya digunakan untuk mengawetkan bahan pangan yang mudah rusak dan memilki fungsi untuk menjaga nutrisi makanan dan menambah daya simpan pangan. Pengawet yang banyak digunakan dipasaran adalah benzoat, seperti natrium benzoat karena kelarutannya lebih baik daripada bentuk yang lain.[1]

Asal-usul Natrium Benzoat

Dilansir dari Wikipedia, natrium benzoat rumusnya NaC7H5O2 digunakan sebagai pengawet makanan dengan nomor E211. Natrium benzoat atau dalam bahasa Inggris disebut juga sodium benzoate merupakan garam natrium dari asam benzoat yang muncul ketika dilarutkan dalam air. Dapat diproduksi dengan mereaksikan natrium hidroksida dengan asam benzoat. Asam benzoat ada secara alami dalam jumlah kecil di cranberry, prune, kayu manis, cengkih, dan apel.

Baca juga:  Jangan Sampai Tertipu, Begini Cara Mengecek BPOM Kosmetik Asli atau Palsu

Natrium benzoat (C7H5O2Na) adalah garam natrium yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Natrium benzoat lebih banyak digunakan pada produk makanan dan minuman karena stabilitas dan kelarutannya baik di air.

Paparan natrium benzoat biasanya melalui makanan. Setelah masuk ke saluran cerna akan terjadi penyerapan natrium benzoat yang cepat. Setelah penyerapan melalui saluran pencernaan ataupun kulit, natrium benzoat akandimetabolisme di hati melalui konjugasi dengan glisin dan menghasilkan asam hipuat. Asam hipuratdiekskresikan melalui urine. Pada manusia, konsumsi natrium benzoat dengan dosismencapai 160 mg/kgBB, 75-100% dari dosis tersebut akandiekskresikan dalam waktu 6 jam dan sisanya menetap selama 2-3 hari sebelum diekskresikan.

Konsumsi natrium benzoat dapat memengaruhi fungsi tubuh dan proses metabolik yang melibatkan glisin. Kejadian urtikaria, asma, rinitis, atau syok anafilaktik pernah dilaporkan terjadi pada orang dengan riwayat atopik. Batas aman penambahan natrium benzoat pada pangan diatur oleh berbagai organisasi di dunia. Menurut Food and Drug Administration, konsentrasi natrium benzoat yang aman pada makanan yaitu dibawah 0,1%, sedangkan menurut WHO adalah 5 mg/kgBB, dan menurut European Food Safety Authority dosis letal natrium benzoat adalah 2000 mg/kg. Menurut peraturan di Indonesia, batas maksimal kandungan natrium benzoat pada pangan adalah 1 g/kg.[2]

Ilustrasi: serbuk natrium benzoat (sumber: gooddoctor)

Ilustrasi: serbuk natrium benzoat (sumber: gooddoctor)

Kegunaan Natrium Benzoat

Seperti yang disinggung sebelumnya, natrium benzoat sering dipakai sebagai pengawet makanan yang bersifat asam seperti minuman berkarbonasi, jus, selai buah, dan lain-lain. Bahan ini juga biasanya dipakai sebagai tambahan pada obat dan kosmetik. Tak cukup sampai di situ, natrium benzoat dalam industri dapat dipakai untuk kembang api sebagai bahan bakar pada bubuk yang dapat bersiul apabila dimampatkan dalam sebuah tabung dan dinyalakan.

Baca juga:  Resep Puding Sedot (Pudot) yang Murah & Enak untuk Jualan

Natrium benzoat sering ditemukan dalam makanan atau minuman olahan seperti soda, jus buah, cuka, obat-obatan, kosmetik, pewarna, atau dunia industri. Bahan kimia ini sering ditambahkan ke beberapa jenis makanan, seperti saus untuk memperpanjang umur simpan. Natrium benzoat juga dapat digunakan untuk menghentikan proses fermentasi dalam minuman, seperti anggur.

Selain bermanfaat sebagai pengawet makanan, bahan kimia ini juga digunakan untuk memperpanjang umur simpan pasta gigi, deodoran, obat kumur, sampo, lotion, salep, sirup obat atau pil. Bahan kimia ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau sebagai inhibitor yang bisa mencegah perkaratan logam. Logam kaleng yang berisi pembersih atau makanan cair akan dilapisi natrium benzoat sehingga logam tersebut tidak mengalami korosi.[3]

Pengganti Natrium Benzoat

Meskipun relatif aman, namun penggunaan natrium benzoat dalam jumlah berlebihan bisa berisiko untuk kesehatan. Oleh sebab itu, sebagai gantinya Anda bisa menggunakan pengawet dari bahan-bahan turunan sitrat seperti Citricidal dan beberapa antioksidan yang juga berfungsi sebagai antimikroba, seperti ekstrak rosemary atau licorice, dan lain-lain Untuk pembuatan acar misalnya, Anda bisa menggunakan acetic acid (asam asetat) alami.

Baca juga:  Sama-sama dari Singkong, Ternyata Tepung Singkong dan Tapioka Itu Beda!

[1]Azmi, DA dkk. 2020. Identifikasi Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Benzoat pada Saus Cabai yang Dijual di Beberapa Pasar di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 9(1): 113-118.

[2] Ibid.

[3] Kurnia, ARD. 2020. Pengembangan Kurikulum IPA Terpadu SMP: Tinjauan Filosofis, Teoritis Dan Contoh Implementasinya. Bandung: Panca Terra Firma, hlm 93.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: