Alternatif Bahan Pengganti Daun Salam dalam Masakan

Daun salam (sumber: grid.id)Daun salam (sumber: grid.id)

Masyarakat di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia tentu sudah sangat familier dengan daun salam. Daun satu ini bisa digunakan dalam kondisi kering atau masih segar untuk menambah aroma dan juga rasa pada suatu masakan seperti aneka tumisan, sayur lodeh, opor, dan masih banyak lagi. Namun, jika di rumah sedang tidak ada daun salam, daun apa yang kira-kira bisa dimanfaatkan sebagai pengganti daun salam?

Tanaman salam memiliki nama Latin Eugenia polyantha. Tanaman ini tumbuh liar di hutan dan pegunungan. Namun, saat ini banyak juga ditanam di pekarangan. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m dpl dengan suhu 22-30°C.

Tanaman salam bertajuk rimbun dengan tinggi batang mencapai 25 meter dan lebar tajuk 1,3 meter. Tanaman ini berakar tunggang, batang bulat, dan permukaan licin. Daun tanaman salam merupakan daun tunggal dan letaknya berhadapan. Helaian daun berbentuk lonjong sampai elips atau bulat telur dengan ujung meruncing. Tepi daun rata, panjang daun berkisar 5-15 cm dan lebarnya 3-8 cm, serta bentuk pertulangan daun menyirip.

Baca juga:  Apa Sih Perbedaan antara Pembersih Kamar Mandi Vixal Biru dan Hijau?

Permukaan atas daun licin berwarna hijau tua, sedangkan permukaan bawah berwarna hijau muda. Pada daun muda, ketika diremas akan mengeluarkan aroma harum, karena mengandung minyak atsiri. Bagian tanaman salam yang dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.

Daun salam (sumber: farmasetika.com)

Daun salam (sumber: farmasetika.com)

Kandungan Senyawa Aktif Kimia pada Daun Salam

Beberapa kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman salam adalah minyak atsiri, tanin, dan flavonoid. Bagian daun dan kulit batang mengandung saponin dan flavonoid. Selain itu, daun salam juga mengandung alkaloida dan polifenol, sedangkan kulit batangnya mengandung tanin. Pada daun salam sendiri terdapat beberapa senyawa aktif yang sangat penting bagi kesehatan tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, mangan, kalsium, kalium, magnesium,fitonutrien, asam caffeic, rutin, salisilat, dan parthenolide.

Khasiat dan Manfaat Daun Salam

Daun salam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Mengonsumsi daun salam secara rutin dapat menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh. Kandungan parthenolide sebagai agen anti-inflamasi pada daun salam dapat mengatasi berbagai macam peradangan. Beberapa senyawa aktif berharga yang ada pada daun salam, seperti fitonutrien, asam caffeic, rutin, dan salisilat sangat berguna bagi kesehatan jantung.Daun salam memiliki kemampuan anti-inflamasi, anti-oksidan, anti bakteri, dan anti jamur. Sifat antioksidan ini dapat membantu mengatasi penyakit diabetes karena memungkinkan tubuh untuk memproses insulin secara efisien.[1]

Baca juga:  Bahannya Sederhana Kok! Begini Proses Pembuatan Sosis Rumahan

Daun salam biasa digunakan sebagai bumbu dapur, pewarna jala, atau anyaman bambu. Namun, beberapa referensi menyebutkan bahwa daun salam dapat digunakan sebagai terapi kesehatan, seperti obat diare, hipertensi, maag, diabetes melitus, sakit gigi, penurun kadar kolesterol, dan penurun kadar asam urat.[2]

Daun kari/curry leaf pengganti daun salam (sumber: indiatvnews.com)

Daun kari/curry leaf pengganti daun salam (sumber: indiatvnews.com)

Pengganti Daun Salam

Daun salam memang dalam Bahasa Inggris disebut dengan istilah Indonesian Bay Leaf. Namun demikian, daun salam atau Indonesian Bay Leaf berbeda dengan jenis bay leaf yang biasa dipakai dalam masakan Barat. Bay leaf di masakan barat dapat memberi efek aroma kuat setelah daun dikeringkan, sedangkan daun salam asal Indonesia tetap bisa mengeluarkan aroma yang wangi bahkan saat digunakan dalam kondisi segar. Bay leaf kering umumnya tak muda robek serta berwarna cokelat muda dan cerah. Sementara itu, daun salam kering lebih mudah koyak apabila dikeringkan dan warnanya cenderung gelap kehitaman.

Baca juga:  Dari Mana Sumber DHA dan Apa Saja Manfaat DHA yang Belum Diketahui Orang?

Apabila Anda tidak menemukan daun salam, pengganti yang paling dekat adalah curry leaf (daun kari) atau yang dalam Bahasa Indonesia kerap disebut daun salam koja. Selain daun salam koja, penggunaan bay leaf biasa juga bisa dijadikan alternatif. Namun perlu diingat, penggunaan pengganti daun salam ini tentunya akan memengaruhi rasa dan juga aroma dari suatu makanan. Aroma bay leaf tidak setajam aroma yang dapat ditimbulkan daun salam ketika dimasak. Oleh sebab itu, perhatikan dulu menu makanan apa yang hendak Anda masak, jika memang keberadaan daun salam bisa digantikan atau tidak terlalu esensial, Anda bisa memakai daun aromatik lainnya.

[1]Herliana, E. 2013. Diabetes Kandas Berkat Herbal (hlm 53-55). Dira F, editor. Jakarta: FMedia.

[2]Utami, P dkk. 2013. The Miracle of Herbs (hlm 62). Yunita I, editor. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: