Apa Saja Bahan Pengawet Makanan yang Diperbolehkan?

Makanan dalam kemasanMakanan dalam kemasan

Jajanan kemasan, seperti snack atau minuman bersoda, memang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Agar makanan atau minuman tersebut bisa bertahan lama selama di toko, tak jarang produsen menambahkan bahan pengawet dalam setiap produknya. Tentunya, bahan pengawet yang dipakai adalah bahan pengawet makanan yang aman dan diperbolehkan. Lalu, apa saja jenis bahan pengawet tersebut?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, pengawet adalah bahan tambahan pangan untuk mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau peruraian lain terhadap pangan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Bahan pengawet yang diizinkan untuk makanan antara lain asam sorbat, asam benzoat, dan lain-lain.[1] Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat ulasan berikut.

Asam Sorbat

Asam sorbat merupakan salah salah satu jenis pengawet yang paling banyak ditemukan pada makanan dan minuman kemasan. Dilansir dari SehatQ, asam sorbat merupakan pengawet alami yang dapat ditemukan pada buah-buahan, terutama jenis beri. Untuk menjadikan asam sorbat pada buah sebagai bahan pengawet, zat tersebut harus diolah terlebih dahulu hingga menghasilkan asam sorbat awetan.

Baca juga:  Pentingnya Menghindari Alkohol Sebelum Program Kehamilan untuk Suami-Istri

Asam sorbat akan mengawetkan produk kemasan dengan cara menghambat pertumbuhan jamur dan ragi pada bahan makanan. Meski dinilai cukup aman dan diperbolehkan, namun penggunaan asam sorbat pada makanan tidak boleh secara sembarangan. Para produsen harus tahu kadar yang pas saat menuangkan asam sorbat pada produknya. Ini karena penggunaan asam sorbat berlebihan dapat memicu gejala alergi pada beberapa orang.

Aneka macam buah-buahan

Aneka macam buah-buahan

Natrium Benzoat

Natrium benzoat merupakan bentuk garam dari asam benzoat. Natrium benzoat boleh dijadikan sebagai pengawet bahan makanan karena bisa larut dalam air dengan mudah. Ini juga termasuk alasan mengapa asam benzoat harus diubah menjadi garam terlebih dahulu sebagai bahan pengawet. Asam benzoat yang tidak bisa larut dalam air akan susah dicerna oleh tubuh, dan berisiko mengendap di dalam tubuh.

Untuk mengawetkan makanan, natrium benzoat akan menghambat aktivitas serta pertumbuhan mikroorganisme yang berpotensi merusak makanan dengan proses pembusukan. Berbeda dengan jenis pengawet lainnya, natrium benzoat terbilang lebih efektif jika diaplikasikan pada makanan dengan kadar asam tinggi, seperti soda, jeruk kemasan, saus, kecap, dan bumbu lainnya. Tak heran jika pengawet tersebut lebih banyak ditemukan pada makanan fermentasi kemasan.

Baca juga:  Jangan Berlebihan, Ini Efek Samping Keseringan Pakai Cat Kuku

Potassium Sorbate

Dilansir dari Sinar Yong, potassium sorbate merupakan salah satu pengawet makanan yang cukup unik. Pengawet ini memiliki bentuk bulat lonjong dan hampir mirip dengan tabung atau misyes. Meskipun teksturnya padat dan berbentuk mirip obat, pengawet tersebut sangat mudah larut dalam air. Selain berfungsi sebagai pengawet, potassium sorbate adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh, namun harus dengan kadar yang normal.

Potassium sorbate sering ditemukan dalam makanan jenis roti kemasan atau biskuit. Untuk memakai potassium sorbate sebagai pengawet, Anda harus melarutkannya terlebih dahulu dalam air hangat dengan dosis 0,1%-0,3% dari total adonan roti atau biskuit.

Jajanan biskuit

Jajanan biskuit

Kalsium Propionat

Bahan pengawet lainnya yang sering ditemukan pada makanan olahan adalah kalsium propionat. Pengawet tersebut biasanya terdapat pada produk olahan susu, dan paling banyak pada keju kemasan. Selain itu, kalsium propionat juga sering ditambahkan pada adonan roti. Bahkan, menurut sejumlah review, pengawet tersebut adalah pengawet kue yang paling baik.

Baca juga:  Jangan Sepelekan Ukurannya! Tomat Cherry Simpan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Kalsium propionat memiliki kelebihan mampu bekerja secara efektif pada kondisi asam maupun basa. Sehingga, produk akan lebih tahan lama meskipun diolah dan ditambahkan bahan berkadar asam atau basa tinggi. Penggunaan kalsium propionat dengan kadar yang tepat, mampu memperlambat proses fermentasi dan pembusukan makanan. Meskipun begitu, pengawet ini tidak cocok untuk kue yang adonannya perlu mengembang, karena kalsium tersebut mampu menghentikan proses pengembangan adonan.

Itulah beberapa bahan pengawet makanan yang diperbolehkan. Selain itu, ada juga nisin yang sering dijumpai pada produk olahan susu, roti, makanan makanan kaleng, ikan, saus, dan minuman beralkohol. Nisin merupakan bahan pengawet makanan yang terbuat dari bakteri asam laktat bernama Lactococcus lactis subspecies lactis. Menurut banyak penelitian, pengawet tersebut dapat melawan berbagai macam bakteri yang menyebabkan pembusukan makanan.

[1] Wariyah, Chatarina & Sri Hartati Candra Dewi. 2013. Penggunaan Pengawet dan Pemanis Buatan pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Wilayah Kabupaten Kulon Progo-DIY. AGRITECH, Vol. 33(2): 146-153.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: