Apa Saja Bahan Terbaik untuk Masker Antivirus?

Pengguna masker kainPengguna masker kain

Ketika wabah atau virus menyerang, kebutuhan masker biasanya akan semakin meningkat. Ini membuat sebagian besar toko kewalahan dalam memenuhi permintaan konsumen, yang akhirnya membuat harga masker naik, apalagi untuk jenis masker anti virus yang memiliki kualitas terbaik. Sebagai solusi hemat, Anda bisa membuat masker sendiri di rumah.

Selain polusi udara, yang juga dikhawatirkan oleh sebagian besar orang adalah virus. Apalagi sudah banyak virus berbahaya yang mudah menyebar di luar sana. Salah satu cara untuk melindungi diri dari virus sekaligus polusi udara, adalah dengan menggunakan APD. Sudah ada banyak alat pelindung diri yang bisa Anda gunakan, salah satunya masker.

Maker berfungsi sebagai pelindung diri dari debu dan partikel kecil lainnya, yang dapat masuk melalui saluran pernapasan. Masker tidak hanya digunakan saat Anda berkendara, tetapi juga saat berjalan kaki atau sedang berada di tempat yang cukup ramai. Selain melindungi Anda dari berbagai macam penyakit, masker juga berfungsi sebagai pencegahan penularan penyakit. Anda bisa mengenakan masker saat sedang sakit, terutama jika Anda terserang penyakit yang mudah menular, seperti batuk, pilek, demam, dan gejala penyakit lainnya.[1]

Baca juga:  Mengusung Teknologi Lock + Clear, Benarkah Pond's Acne Solution Daily Expert Moisturizer Ampuh Basmi Jerawat Dalam Tiga Hari?

Menurut Studi, Ini Jenis Kain Terbaik untuk Masker

Bagi Anda yang ingin membuat masker sendiri di rumah, Anda juga perlu memikirkan jenis bahan yang tepat untuk menunjang fungsinya. Sebagai referensi, dilansir dari HuffPost, Anda bisa menggunakan beberapa jenis bahan yang tebal dan berlapis, seperti kain kaos, katun, woll, seprai, polyester, sarung bantal, dan kain denim.

Ilustrasi: bahan kaos

Ilustrasi: bahan kaos

Para ahli telah meneliti semua jenis kain tersebut untuk mengetahui tingkat filtrasi dan perlindungan yang didapatkan. Faktor terpenting yang harus ada dalam bahan yang ingin Anda gunakan untuk membuat masker, yaitu tingkat filtrasi dan jumlah udara sehat yang bisa dihirup.

Untuk menguji tingkat filtrasi kain, para analis menggunakan berbagai macam jenis bahan berukuran mikro mulai dari ukuran 1 mikron yang mirip dengan ukuran virus Ebola hingga ukuran terkecil 0,06 mikron yang mirip dengan ukuran virus COVID-19 (corona). Bahan-bahan tersebut tidak hanya bertekstur kasar atau lembut seperti debu, ada juga bahan yang bertekstur cair dan berupa tetesan.

Dari pengujian tersebut, didapatkan hasil bahwa kain yang tepat untuk dijadikan masker adalah kain yang memiliki tingkat filtrasi tinggi. Kain dengan tingkat filtrasi tinggi adalah kain yang dapat menyaring semua jenis partikel mikro tersebut. Sehingga, debu maupun virus tidak bisa masuk atau terhirup melalui saluran pernapasan.

Baca juga:  Cara Keramas Untuk Menghilangkan Busik Di Kulit Kepala

Sementara itu, untuk mengetahui jumlah udara bersih yang dapat dihirup, para ahli mencoba menggunakan masker dengan bahan kain dengan tingkat filtrasi rendah. Mereka mencatat seberapa mungkin bagi mereka untuk menghirup udara dalam jumlah yang cukup. Semakin baik filtrasi yang ada pada kain, semakin banyak jumlah udara bersih yang dapat dihirup. Meskipun jumlah udara keseluruhan akan berbanding terbalik dengan jumlah udara yang sedikit, ini adalah hal yang wajar mengingat tingkat filtrasi yang cenderung tinggi.

Ilustrasi: masker buatan sendiri (sumber: whio.com)

Ilustrasi: masker buatan sendiri (sumber: whio.com)

Dari dua hasil penelitian di atas, juga disebutkan bahwa Anda tidak bisa membuat masker kain menggunakan satu bahan. Untuk mendapatkan tingkat filtrasi yang baik, Anda harus menggunakan beberapa bahan. Apalagi, tidak semua jenis kain memiliki serat yang sama dengan tingkat filtrasi yang sama.

Sebagai referensi, Anda bisa mencoba menggunakan kain katun, kain wol, dan kain linen. Semua kain ditumpuk menjadi satu hingga terbentuk tiga lapisan yang berbeda, dengan urutan kain wol, kain linen, dan kain katun. Ini akan melindungi Anda dari debu dan virus yang berukuran 0,3 micron (seperti ukuran virus cacar).

Baca juga:  Mudah Didapat, Ini 5 Manfaat Daun Kemangi untuk Wanita

Sementara itu, bagi Anda yang ingin mencegah penularan maupun melindungi diri dari berbagai macam virus berbahaya, seperti COVID-19, Anda bisa menggunakan jenis kain denim, katun tebal, dan kain kaos. Susun ketiga bahan tersebut dengan urutan kain denim di bagian paling luar, kain kaos di bagian tengah, dan kain katun tebal. Selain melindungi dari virus, masker ini akan melindungi paru-paru Anda dari polusi udara.

Masker buatan sendiri dengan bahan kain, tentunya tidak hanya ekonomis, tetapi juga awet. Anda bahkan tidak perlu membeli masker lagi, karena masker kain dapat dicuci dan dipakai ulang. Meski demikian, pastikan ketika mencuci, Anda mencuci dengan benar dan bersih.

[1] Muthia, Amalia & Aldi Hendrawan. 2017.Perancangan Masker Sebagai Alat Pelindung Diri bagi Pengendara Sepeda Motor Wanita. Jurnal ATRAT, Vol. 5(3): 208-219.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: