Wajib Waspada! Ketahui Bahan Kosmetik yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Ilustrasi: ibu hamil mempercantik diriIlustrasi: ibu hamil mempercantik diri

Kehamilan adalah hal yang sudah dinantikan-nantikan banyak pasangan yang telah menikah. Momen berkesan ini sudah selayaknya dijalani dengan bersuka cita dan tetap penuh kehati-hatian agar sang ibu dan bayi bisa selamat hingga momen persalinan tiba. Sayangnya, sebagai wanita yang peduli terhadap penampilan, para ibu mungkin tak bisa lepas dari penggunaan beberapa produk kosmetik maupun skincare. Padahal zat atau bahan-bahan kimia tertentu yang terkandung di dalam produk kosmetik Anda ternyata bisa berpotensi membahayakan Anda dan juga janin dalam kandungan.

Nah, agar kehamilan Anda berjalan sesuai harapan dan bayi dalam kandungan bisa senantiasa sehat sampai ia lahir ke dunia kelak, tak ada salahnya untuk mencermati beberapa bahan kosmetik yang dilarang untuk ibu hamil berikut ini.

Merkuri

Anda pasti sudah tak asing dengan bahan kimia satu ini. Merkuri adalah kandungan yang sangat berbahaya dan tak semestinya ada dalam produk kosmetik, bahkan meski Anda tidak hamil sekalipun. Merkuri berpotensi untuk merusak sistem saraf dan mengganggu perkembangan janin.

Aluminium Chloride Hexahydrate

Bahan satu ini sering ditemukan dalam produk antiperspirants atau deodorant, baik tipe spray dan roll-on. Pemakaian produk dengan kandungan bahan satu ini disebut-sebut dapat memicu timbunan aluminium dalam tubuh hingga mengakibatkan anemia, lesu, penyakit tulang, dan sebagainya. Pihak FDA bahkan menyatakan jika Aluminium Chloride Hexahydrate juga berbahaya untuk kesehatan janin.

Retinoid

Retinoid adalah produk turunan dari vitamin A serta memiliki banyak nama lainnya seperti Retinoic acid, Retinyl palmitate, Retinaldehyde, Adapalene, Tretinoin, Tazarotene, dan Isotretinoin. Pada dasarnya produk ini berfungsi untuk mempercepat proses regenerasi kulit dan kerap ditemukan pada produk krim wajah untuk jerawat atau anti-aging. Sayangnya, retinoid erat kaitannya dengan risiko kardiovaskular dan bayi cacat lahir di bagian wajah (kraniofasial).

Aneka kosmetik (sumber: fashionlady.in)

Aneka kosmetik (sumber: fashionlady.in)

Salicyl Acid (BHA)

Hydroxy acid seperti beta hydroxy acid (BHA) dan alpha hydroxy acid (AHA) atau asam salisilat (bentuk lain BHA) biasanya banyak ditemukan pada produk-produk seperti pembersih, toner, exfoliator, atau bahkan obat jerawat. Jika diterapkan secara topikal (penggunaan luar) dengan konsentrasi 2% biasanya masih relatif aman, karena sangat sedikit BHA yang akan terserap dalam kulit. Tetapi jika untuk penggunaan oral (aspirin), biasanya akan dilarang karena dapat menyebabkan cacat lahir dan berbagai komplikasi kehamilan.

Benzoil Peroxide

Benzoil Peroxide banyak ditemukan pada obat-obatan atau salep jerawat. Kabar buruknya, Benzoil Peroxide rupanya bisa diserap melalui kulit sebanyak 5% jika dioleskan. Meski belum banyak penelitian terkait bahaya pemakaian Benzoil Peroxide pada manusia, sebaiknya Anda meminimalisir penggunaan produk yang berbahan Benzoil Peroxide.

Butylated Hydroxytoluene (BHT)

Pada dasarnya Butylated Hydroxytoluene (BHT) tak jauh berbeda dengan BHT. Zat ini kerap ditemukan dalam makanan dan kosmetik sebagai antioksidan sintetis (pengganti vitamin E). Dalam makanan biasanya labelnya memakai kode E321. Berdasarkan sejumlah penelitian, BHT berpotensi meningkatkan risiko kanker dan asma.

Hydroquinone

Zat satu ini kerap ditemukan dalam produk cream atau lotion pemutih kulit. Anda sebaiknya menghindari penggunaan kosmetik atau skincare yang mengandung Hydroquinone, sebab bisa menyebabkan kerusakan organ pada janin.

Dihydroxyacetone (DHA)

DHA adalah bahan kimia yang ada dalam produk tanning. Pada dasarnya bahan ini relatif aman bila digunakan di luar tubuh. Yang mengakibatkannya berbahaya adalah jika sampai terhirup. Namun saat mengaplikasikan ke kulit tentu Anda secara otomatis akan mencium aromanya juga. Jadi lebih baik hindari dulu produk-produk tanning ketika Anda sedang hamil.

Soy

Bahan soy atau kedelai ternyata disebut-sebut sebagai fitoestrogen yang bisa memperparah bercak hitam pada ibu hamil.

Ilustrasi: memilih kosmetik (sumber: flex-pack.com)

Ilustrasi: memilih kosmetik (sumber: flex-pack.com)

Para Amino Benzoic Acid (PABA)

PADA biasanya ada dalam produk tabir surya. Ternyata produk yang mengandung PABA disebut-sebut dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menjadikan kulit lebih gelap.

Formaldehyde

Formaldehyde termasuk zat kimia yang bersifat karsinogen. Bahan ini kerap digunakan sebagai zat pengawet produk sabun, losion, dan deodoran. Selain dapat meningkatkan risiko kanker, Formaldehyde juga kabarnya bisa mengiritasi kulit, mata, hidung, dan juga tenggorokan.

Mineral Oil

Mineral oil memiliki beragam sebutan seperti minyak parafin (paraffin oil), petroleum atau petroleum jelly. Mineral oil adalah produk sampingan dari proses distilasi petroleum ke petrol. Komponen standar yang adalah dalam minyak atau krim anti stretch mark ini rupanya dapat menutup pori-pori, sehingga tubuh menjadi sulit untuk mengeluarkan toksin. Bahkan kabarnya jika mineral oil tak melalui penyulingan yang benar justru dapat menjadi penyebab kanker.

Paraben

Banyak wanita yang kini mulai memiliki kesadaran menghindari produk-produk yang mengandung paraben seperti methylparaben, ethylparaben, propylparaben, butylparaben, atau isobutylparaben. Pasalnya, menurut studi terbaru, paparan zat paraben ke kulit setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk melanoma. Bahkan di Denmark atau negara lain sudah melarang penggunaan paraben dalam produk untuk batita.

Phenoxyethanol

Zat pengawet yang murah ini rupanya bisa Anda temukan pada beberapa produk kosmetik yang berlabel ‘organik’. Bahan ini memiliki nama lain seperti ethylene glycol phenyl ether atau ethylene glycol monophenyl ether. Phenoxyethanol rupanya termasuk bahan yang dikenal dapat mengiritasi kulit. Efeknya juga dapat sampai ke otak, sistem saraf, hingga kandung kemih. Bahkan Phenoxyethanol disebut-sebut zat karsinogenik.

Selain zat-zat kimia yang telah disebutkan di atas, rupanya masih banyak bahan kosmetik yang termasuk dilarang untuk ibu hamil, mulai dari Dibutyl phthalate, Triclosan, BP-3, Bisphenol A (BPA), Dioksin, Oxybenzone, Etanolamina (MEA/DEA/TEA), Diazolidinyl urea, Garam fenilmerkurat, asetat, nitrat, Glutathione, aroma/parfum, Rhodamin, Phthalates, Sulphates, Toluene, hingga Thioglycolic Acid.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: