Bahan Dasar Bedak Bayi yang Aman & Berbahaya untuk Digunakan

Ilustrasi: bedak bayi (sumber: vogue.com)Ilustrasi: bedak bayi (sumber: vogue.com)

Para orang tua umumnya memiliki peralatan mandi yang lengkap untuk bayinya, mulai dari sabun bayi, shampoo bayi, lotion bayi, baby oil, bahkan bedak khusus bayi. Serangkaian produk kebersihan tersebut digunakan untuk membuat bayi tetap wangi dan kulitnya pun senantiasa bersih. Nah, sebagian dari Anda mungkin masih penasaran, sebenarnya apa bahan dasar dari bedak bayi? Apakah bedak bayi aman untuk digunakan sehari-hari?

Bedak biasanya digunakan sehabis mandi, sehingga tubuh bayi semakin segar. Bedak juga bisa berfungsi menyerap keringat atau cairan yang tersisa di tubuh bayi setelah ia selesai mandi. Selain itu, bedak juga berguna bagi pelicin terutama di daerah lipatan kulit sehingga mencegah gesekan antar kulit. Bedak yang baik untuk kulit bayi mengandung bahan seperti talk, asbes kaolin, dan seng (zink). Ketiga bahan inilah yang membuat bedak dapat menyerap cairan.

Penggunaan bedak sebaiknya juga tidak berlebihan. Sebab, serbuk bedak yang menempel di lipatan kulit tubuh bayi bisa berubah menjadi kotoran yang mengeras dan akhirnya membuat kulit bayi malah menjadi iritasi.

Baca juga:  Purbasari Matte 87 Zamrud, Tone Merah Keunguan Dengan Glitter Halus Jadikan Tampilan Lebih Menawan

Gunakan bedak secara perlahan-lahan dan lembut. Jangan sampai serbuk bedak keluar dari bantalan kapasnya dan beterbangan terhirup bayi. Hindari juga pemakaian bedak di daerah kemaluan bayi karena bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran kelamin bayi.[1]

Bahan Dasar Bedak yang Diklaim Aman untuk Bayi

Ilustrasi: penggunaan bedak bayi (sumber: shopee)

Ilustrasi: penggunaan bedak bayi (sumber: shopee)

Kandungan Zinc Oxide, Allantoin, dan Kaolin disebut-sebut aman untuk mencegah biang keringat pada bayi. Formula zinc oxide misalnya, bermanfaat untuk membantu mengurangi iritasi ringan, kaolin berfungsi untuk membantu menyerap keringat berlebih, dan allantoin untuk membantu meringankan luka akibat iritasi ringan.

Selain bahan dasar seperti talcum (talc), beberapa produsen juga ada yang menggunakan bahan lain seperti bubuk jagung, bubuk ubi garut, bubuk gandum, atau bubuk tapioka. Kemudian, sejumlah merek mungkin menambahkan bahan lain seperti silikon dioksida, magnesium oksida, kalsium oksida, oksida besi, aluminium oksida, benzoin, hingga kalsium karbonat.

Untuk menambah manfaat dalam suatu produk bedak bayi, ada juga produsen yang menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak esensial, minyak vitamin E, minyak kacang almond, bunga chamomile, hingga tanaman citronella.

Baca juga:  Minum Obat Pencahar Dulcolax untuk Ibu Hamil, Aman atau Tidak?

Bahan Kimia yang Harus Dihindari dalam Bedak Bayi

Dilansir dari Hellosehat, The American Academy of Pediatrics menyarankan untuk tidak menggunakan bedak bayi pada bayi Anda, karena menghirup partikel kecil dari bedak dapat mengiritasi paru-paru bayi dan pengasuhnya. Selain itu, talc kabarnya dapat terkontaminasi dengan asbes yang bisa menyebabkan mesothelioma, bentuk kanker yang mematikan.

Bahan berikutnya yang juga disebut-sebut berbahaya adalah pewangi. Pewangi tambahan dalam bedak bayi mungkin dapat menimbulkan alergi, iritasi kulit, hingga eksim, dan bahkan berpotensi jadi racun untuk berbagai organ dalam tubuh.

Hindari pula bahan pengawet berbahaya pada produk perawatan bayi, hindari produk yang mengandung formalin, quaternium-15, DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, polioksimetilen urea, natrium hydroxymethylglycinate, 2-bromo-2-Nitropropane-1,3-diol (bromopol), dan glyoxal.

Membuat Bedak Bayi Sendiri dari Bahan Alami

Ilustrasi: bedak bayi (sumber: npr.org)

Ilustrasi: bedak bayi (sumber: npr.org)

Bahan Bedak Bayi

  • 2 sdm (sendok makan) kaolin
  • 2 sdm pati ararut
  • 3 tetes minyak esensial lavender
Baca juga:  Bagaimana Menghindari Tech Neck Akibat Kecanduan Gadget?

Cara Membuat Bedak Bayi

  1. Gunakan sendok bersih untuk mencampurkan kaolin dan pati ararut. Aduk perlahan. Anda juga bisa memakai blender bumbu (blender kering) untuk mencampurkan bahan dengan sempurna.
  2. Teteskan esensial oil, aduk kembali. Tekan-tekan menggunakan dasar sendok supaya minyak esensial dapat tercampur dengan sempurna.
  3. Gunakan wadah dengan penutup untuk menyimpan bedak yang sudah Anda buat. Anda juga bisa memakai wadah bekas bedak bayi untuk menyimpan bedak buatan Anda.

Pemakaian bedak bayi sebaiknya ditaburkan di tangan terlebih dahulu, atau bisa juga ditaburkan pada spons khusus supaya butirannya tidak beterbangan dan terhirup oleh bayi. Sebagai orang tua, pahami juga bahwa kulit bayi mungkin sensitif dengan bahan-bahan tertentu. Oleh sebab itu, jika kulit bayi Anda mengalami ruam, gatal-gatal, kemerahan, atau reaksi alergi lainnya setelah penggunaan produk tertentu, sebaiknya segera hentikan pemakaian dan berkonsultasi dengan dokter.

[1] Priyono, Y. 2010. Merawat Bayi Tanpa Baby Sitter. Giri, editor. Yogyakarta: Media Pressindo, hlm 53.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: