Bagaimana Ciri Jerawat Hormonal? Berikut Penjelasannya Beserta Cara Menangani

jerawat, hormonal, hormon, wanita, testosteron, androgen, sebum, minyak, wajah, bandel, obat, produk, topikal, konsultasi, dokter, kulit, wajah, accutane, kondisi, umur, 20-an, 30-an, rahang, cystic, kelenjar, cara, menangani, ciri-ciri, penyebabGangguan jerawat menyerang siapa saja (sumber: beautyhaven.com)

Jerawat. Masalah pada kulit wajah satu ini memang tidak ada habisnya jika dibahas. Biasanya, masalah tersebut muncul pada saat Anda remaja, karena dipengaruhi hormon. Tapi bukan tidak mungkin, Anda yang sudah berusia dewasa juga mengalaminya. Masalah wajah yang satu ini sering disebut sebagai jerawat hormonal, ketika jerawat tetap muncul meski Anda sudah menjaga kebersihan.

Mendapati wajah berjerawat kala usia sudah terbilang dewasa, bukan pada masa remaja, mungkin akan terasa menyebalkan. Namun Jika Anda mengalami jerawat pada saat dewasa, setidaknya tak perlu khawatir karena Anda tidak sendirian. Beberapa dermatologis mengatakan bahwa jerawat yang mengganggu orang dewasa merupakan hal yang umum terjadi.

Ciri-Ciri Jerawat Hormonal

Menurut Kate Kerr, seorang petugas klinis mengatakan bahwa ciri-ciri dari jerawat hormonal yaitu biasanya muncul di area sekitar dagu dan rahang umum terjadi di akhir usia 20-an dan 30-an. Masalah wajah itu tidak berarti Anda mengalami ketidakseimbangan hormon. Oleh karena itu, apabila Anda menjalani tes darah, hasilnya mungkin menunjukkan bahwa hormon Anda normal.

Tetapi, walaupun darah Anda normal, mungkin saja kelenjar minyak di dalam tubuh menjadi sensitif terhadap kadar hormon. Pada pertengahan siklus bulanan bagi wanita, ketika produksi estrogen turun dan kadar testosteron tidak bisa menahannya (untuk tidak menurun), hal itu bisa memicu terjadinya jerawat.

jerawat, hormonal, hormon, wanita, testosteron, androgen, sebum, minyak, wajah, bandel, obat, produk, topikal, konsultasi, dokter, kulit, wajah, accutane, kondisi, umur, 20-an, 30-an, rahang, cystic, kelenjar, cara, menangani, ciri-ciri, penyebab

Ilustrasi: muncul jerawat saat periode haid (sumber: glamour.it)

Menurut dr. Steffy Aditya, pada wanita dibutuhkan sekitar satu persen hormon androgen. Jika jumlahnya bertambah, maka akan menimbulkan masalah. Ia menjelaskan bahwa sekitar 72 persen perempuan mengeluhkan jerawat yang disebabkan karena faktor kelebihan androgen atau disebut dengan hiperandrogen.

Androgen merupakan hormon ‘laki-laki’. Tetapi, tubuh seorang wanita juga memproduksinya, namun jumlahnya hanya sedikit jika dibanding laki-laki. Fungsi hormon tersebut adalah mengatur fungsi seks dan pembentukan otot. Jika seorang wanita kelebihan hormon androgen, maka bisa meningkatkan proses pertumbuhan rambut, juga merangsang kelenjar minyak berlebih, sehingga menimbulkan jerawat.

Jerawat di usia dewasa mungkin tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga terasa sakit ketika disentuh atau tidak sengaja tersentuh. Jerawat yang ada pada rahang sering bisa berubah menjadi nodular atau cystic.

Jerawat yang menyakitkan itu berada di dalam lapisan kulit yang lebih dalam daripada jerawat pada umumnya. Dikarenakan letaknya yang dalam, peradangan bisa lebih dekat ke saraf, sehingga menimbulkan rasa sakit.

Penyebab Jerawat Hormonal

Pada seseorang yang sedang mengalami masa pubertas, biasanya memang akan mengalami jerawat. Pada masa pubertas, biasanya seseorang akan memproduksi minyak lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya karena adanya peningkatan hormon testosteron yang dapat menyebabkan munculnya jerawat pada wajah atau tubuh.

jerawat, hormonal, hormon, wanita, testosteron, androgen, sebum, minyak, wajah, bandel, obat, produk, topikal, konsultasi, dokter, kulit, wajah, accutane, kondisi, umur, 20-an, 30-an, rahang, cystic, kelenjar, cara, menangani, ciri-ciri, penyebab

Ilustrasi: periode datang bulan dimulai

Biasanya pada wanita, meningkatnya kadar hormon progesteron sebelum menstruasi dapat menyebabkan munculnya jerawat pada wajah. Tidak hanya itu, meningkatnya hormon testosteron setelah menstruasi membuat wajah memproduksi kelenjar minyak yang bisa mengakibatkan tersumbatnya pori-pori kulit, sehingga dapat menimbulkan jerawat. Inilah yang membuat terkadang jerawat muncul pada wajah saat menstruasi pada wanita.

Masalah jerawat yang ditimbulkan oleh hormon ini biasanya terjadi pada wanita dan tidak hanya pada saat masa pubertas saja. Namun, masa-masa lain seperti saat seorang wanita memasuki masa menopause, masa menstruasi, sindrom ovarium polikistik, dan tingginya kadar androgen pada tubuh wanita.

Jerawat yang dipicu oleh hormon, tidak berarti menandakan bahwa Anda memiliki masalah wajah, namun hanya kelebihan sebum atau minyak wajah saja. Gaya hidup seperti stres, diet yang tidak benar, dan kekurangan jam tidur bisa berdampak terhadap hormon.

Menurut Kerr, seorang petugas klinis, jerawat hormonal (dewasa) lebih sering dialami oleh wanita di umur 30-an. Jerawat hormonal bisa diakibatkan karena konsumsi obat-obatan seperti pil atau kontrasepsi hormonal lainnya. Hal itu bisa membuat hormon membutuhkan waktu lama untuk menyeimbangkan diri di dalam tubuh.

Cara Menangani Jerawat Hormonal

Untuk cara menangani jerawat hormonal, yang perlu diperhatikan adalah Anda jangan tergoda untuk menyentuh atau memencet jerawat. Dikarenakan jerawat itu ada di dalam kulit, lalu Anda memaksanya untuk keluar, yang terjadi malahan jerawat akan membekas, menimbulkan luka, sampai jaringan parut. Jika sudah terjadi seperti itu, akan lebih sulit lagi untuk menyembuhkannya.

jerawat, hormonal, hormon, wanita, testosteron, androgen, sebum, minyak, wajah, bandel, obat, produk, topikal, konsultasi, dokter, kulit, wajah, accutane, kondisi, umur, 20-an, 30-an, rahang, cystic, kelenjar, cara, menangani, ciri-ciri, penyebab

Ilustrasi: periksa kondisi kulit ke dokter (sumber: Reader’s Digest)

Menggunakan alasan yang sama, produk topikal juga tidak membantu mengatasi jerawat dengan baik. Penanganan yang dianjurkan adalah pemeriksaan klinis, karena Anda akan ditangani oleh dokter spesialis kulit, dan nantinya akan mendapat obat-obatan seperti Spironolactone dan Accutane yang dinilai bisa membantu mengatasi jerawat yang dalam dan terasa menyakitkan.

Menurut dokter kulit, Dr. Anjali Mahto, pemeriksaan klinis dapat dilakukan apabila Anda memiliki jerawat secara terus-menerus dan kemungkinan bisa mengakibatkan jaringan parut atau memengaruhi kepercayaan diri Anda. Obat yang dianjurkan di atas memiliki potensi efek samping. Dan, pemberian obat itu dilakukan setelah dilakukan konsultasi secara menyeluruh, sehingga disesuaikan dengan kondisi kulit wajah yang bermasalah.

Accutane cukup dikenal untuk menyembuhkan jerawat, tetapi Spironolactone mungkin dianggap tidak seterkenal itu. Obat Spironolactone awalnya dirancang untuk mengobati masalah jantung, hipertensi, tetapi kemudian penggunaannya beralih ke jerawat. Obat tersebut dianggap membantu mengekang produksi testosteron dan menjaga kadar hormon lebih teratur.

Cara lain untuk mengatasi jerawat hormonal adalah dengan tidak memencetnya, sehingga Anda bisa memastikan tidak terjadi luka atau bekas, tidak bereksperimen memakai obat-obatan yang dijual bebas, dan sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan pemeriksaan kulit yang lengkap.

Sayangnya, jerawat hormonal mungkin termasuk jenis yang bandel, dan bisa saja tidak bereaksi terhadap pemakaian produk apapun. Hasil pemakaian mungkin akan membuat kulit menjadi kering tanpa menyelesaikan akar permasalahan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: