Bagaimana Cara Mengembangkan EQ pada Anak?

Ilustrasi: pola asuh anakIlustrasi: pola asuh anak

Wajar bagi orang tua untuk memperhatikan kecakapan akademik dan tingkat IQ anak-anak mereka. Namun, ada hal penting lain yang juga harus diperhatikan oleh orang tua, yaitu EQ. Sementara ada banyak cara untuk mengembangkan IQ, bagaimana dengan EQ?

EQ atau kecerdasan emosional adalah kecerdasan manusia yang dipakai untuk mengontrol emosi. Emosi merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia, yang berupa kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, dan setiap keadaan mental yang meluap-luap. Dalam hal ini, emosi bisa berbentuk marah, sedih, takut, bahagia, cinta, malu, dan sebagainya.[1]

Dilansir dari HuffPost, meningkatkan EQ pada anak akan membantu mereka mengelola perasaan dengan cara yang konstruktif. Selain itu, anak dengan EQ yang normal atau tinggi, dapat menyelesaikan konflik dan masalah dengan cara yang baik. Untuk membuat anak cerdas secara emosi, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut.

Berlatih Mengidentifikasi Emosi

Untuk membantu membangun kecerdasan emosional anak, orang tua harus mampu melatih anak untuk mengidentifikasi emosi mereka. Setiap hari, lakukan berbagai hal yang membuat emosi mereka berubah dan diakhiri dengan pertanyaan tentang apa yang mereka rasakan. Semakin banyak anak berlatih mengidentifikasi dan mendiskusikan emosi mereka, semakin nyaman mereka akan mengelolanya.

Baca juga:  Cara Mudah Agar Lebih Terhubung dengan Rekan Kerja
Ilustrasi: ibu mengajak bicara anak (sumber: culturemap.com)

Ilustrasi: ibu mengajak bicara anak (sumber: culturemap.com)

Selain itu, untuk membantu anak mengidentifikasi emosi mereka, Anda bisa mengawali hari-hari dengan pertanyaan. Tanyakan kabar mereka setiap hari setelah anak bangun tidur, secara otomatis anak-anak akan menjawabnya dengan penuh antusias. Setelah itu, diskusikan dengan anak Anda tentang apa yang sudah mereka alami sebagai sebab jawaban yang mereka lontarkan. Sebagai contoh, jika mereka sedang senang atau sedih, mereka akan mendiskusikan penyebab dari perasaan mereka.

Tanpa disadari, dengan menceritakan keadaan mereka setiap hari setelah bangun tidur, tingkat kecerdasan emosi mereka akan meningkat. Selain itu, pertanyaan juga menjadi salah satu awal bagi mereka untuk berlatih menjadi orang yang lebih percaya diri.

Menulis Buku Harian

Salah satu tips paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan EQ anak, yaitu mengajari mereka cara menulis buku harian. Buku harian yang ditulis oleh anak, nantinya akan ditukar dengan buku harian Anda. Setiap akan menjelang tidur atau setelah menulis buku harian bersama, tukarlah buku harian Anda dan baca bersama-sama.

Baca juga:  Apakah Bubur Milna Goodmil Efektif Sebagai Penambah Berat Badan Bayi?

Dalam buku harian, mintalah anak Anda untuk menuliskan semua peristiwa yang telah ia alami, termasuk perasaannya pada hari itu. Begitu juga dengan Anda, Anda harus menuliskan perasaan Anda dengan jujur. Selain membantu meningkatkan EQ pada anak, cara ini dapat meningkatkan rasa kasih sayang anak dan orang tua.

Ilustrasi: menulis buku harian

Ilustrasi: menulis buku harian

Setelah Anda membaca buku harian bersama anak, jangan lupa untuk mendiskusikannya dengan cara yang menarik agar tidak bosan. Cara ini juga bisa menjadi titik awal, ketika anak mulai mengetahui cara mengatasi emosi yang mereka rasakan. Bahkan, tidak sedikit anak yang mudah bangkit dari rasa sedih dengan sendirinya setelah melakukan cara tersebut.

Normalisasi Emosi Negatif

Meskipun wajar bagi orang tua untuk ingin melindungi anak-anak mereka dari pengalaman atau emosi negatif, ini sebenarnya merugikan perkembangan emosi dan mental mereka. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda juga perlu membuat hal-hal negatif terlihat normal atau bisa disebut menormalisasi emosi negatif.

Setidaknya, sebagai anak, mereka juga perlu mengalami emosi negatif atau pengalaman pahit untuk menjadikannya kuat dan tahan banting. Sebagai orang tua, mungkin melihat anak disakiti adalah hal yang menyedihkan, tapi Anda harus menegaskan bahwa hal tersebut adalah wajar dan dialami banyak orang.

Baca juga:  Penyebab ASI Kurang Lancar & Cara Mengatasinya

Dari hal tersebut, secara tidak sadar anak akan menganggap bahwa dalam kehidupan, emosi bisa berupa apa pun, termasuk rasa sedih dan kecewa. Ini juga bisa menjadi batu loncatan dan motivasi bagi mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan.

Itulah beberapa cara mudah untuk meningkatkan EQ pada anak. Selain itu, untuk mengembangkan EQ, Anda bisa melatih kejujuran anak. Kejujuran adalah hal yang paling penting dalam mengolah emosi. Meskipun kesalahan yang dilakukan tidak kecil, tetap saja harus saling jujur. Jujur tidak hanya dilakukan oleh anak, tetapi juga Anda sebagai orang tua. Selain meningkatkan EQ, secara tidak sadar anak akan mulai belajar menghargai omongan orang tua.

[1] Daud, Firdaus. 2012. Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA 3 Negeri Kota Palopo. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Vol. 1(2): 243-255.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: